Bung Dwiagus, mengapa harus neg (mual)? Lebih baik kita kritiki tapi tetap 
respect. Me-respect orang membuat kita awet muda lho.
 
Kedua beliau itu memang belum berhasil menata Jakarta. Kadang bisa maklum, ada 
soal politik, ada soal kerumitan administratsi yang luar biasa, ada juga soal 
masyarakat yang "susah diatur". 
 
Soal memajukan jam masuk siswa itu suatu upaya. Tidak ngawur. Pertama, upaya 
itu juga merupakan usulan masyarakat, kedua juga merupakan upaya "Traffic 
Management" (bedakan dengan Transportation Planning yang berjangka panjang), 
dan itu didukung oleh penelitian (biasanya dilakukan oleh PT Pamintori dan 
Universitas Indonesia). 
 
Dalam mengatasi problem transportasi kota besar, masyarakat sering tidak bisa 
membedakan antara Traffic Management yang bersifat enjiniring dan aspek 
Planning yang berjangka panjang. Misalnya soal pengajuan jam masuk siswa ini 
langsung dikaitkan dengan ketuntasan pengurangan kemacetan. Ya belumlah.
 
Terlepas dari semua itu, sejak pengajuan jam masuk siswa ini, Tanah Kusir yang 
dulunya marah lubis (macet parah luar biasa), sekarang menjadi ramlan (ramai 
lancar). Itu yang bisa saya nikmati sambil naik bus. Beruntung juga sudah tidak 
punya anak kecil, jadi nggak repot nyiapin anak-anak ke sekolah. Semoga, dengan 
adanya sedikit kelancaran dan ada ruang cukup di jalan-jalan ini tidak kemudian 
menginisiasi orang-orang yang mulai meninggalkan naik kendaraan pribadi seperti 
saya lantas pake mobilnya lagi. Nanti akan macet lagi.
 
Thanks. CU. BTS.
 
 
 


--- On Fri, 1/9/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> wrote:

From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] Re: Jkt Gak Macet
To: [email protected]
Date: Friday, January 9, 2009, 1:55 AM








Wah,.. satu konvergensi feeling  yang sama pak,.. .saya juga agak eneg dengan 
duo tersebut,….. huehehehhehe…..
Di tunggu Ngobrol (2)-nya,….
 

Cheers,…
 
Benedictus Dwiagus S.
http://bdwiagus. blogspot. com
http://bdwiagus. multiply. com 
 
"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to 
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White
 
:::... Indo-MONEV ...:::
Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere 
in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on 
monitoring and evaluation and other related development issues including 
development aid works, particularly in Indonesia.
Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com 
Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group. 
php?gid=34091848 127&ref=ts 
 


From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf 
Of hengky abiyoso
Sent: 09 January 2009 07:41
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: [referensi] Re: Jkt Gak Macet
 








Ngobrol (1) Bersama Mas Dwi 

 
+++: Saya rasa ada konvergensi pemahaman kalau yang dibenci bukan Pembangunan 
Jakartanya,… tapi primacy-nya. Bukan begitu,Pak? 
>>>: Utk bbrp hal itu betul …… tapi saya juga sangat membenci dan eneg sekali 
>>>pada sikap “ego kedaerahan” dari para Gub dan wagub DKI  dlm sok hebat tahu 
>>>caranya mengurangi kemacetan jkt (yg dlm hal ini dpt menjadi  berarti ego 
>>>inward looking to only “daerah”  DKI’s privilege dan nonetheless  to  think 
>>>importance and betterment of national system of integrated urban devlpmnt  
>>>and  how to intervening trend of national migration flow especially di/ 
>>>keluar jawa… spt ttg perlunya dibuat countermagnet utk pusat baru lain 
>>>migrasi/ urbanisasi utk  menandingi primacy jkt itu yg at the same time and 
>>>for the long term  itu jg foundamentally artinya mengurangi kemacetan  jkt 
>>>juga)…..…… 
Lihatlah wagub DKI Prijanto yg dgn amat bangganya memamerkan ‘hasil 
signifikannya’ mengurangi kemacetan jkt ala abunawas dgn memajukan jam masuk 
anak2 sekolah…… yg lalu dgn  ‘keberhasilannya’ itu lalu prijanto berpaling pula 
utk mau  mengutak-atik pula  jam masuk orang kantoran…... 
Spt yg disitir oleh pak Rofiq….. itu semua bukankah dlm rangka  agar duo 
bersama sikumis dpt ‘terpilih kembali’ nanti dlm pilkada berikutnya……. 
Kalau setelah 5  thn jam masuk anak sekolah digeser ternyata mulai macet lagi 
(maklum dlm 5 thn angka migrasi masuk jabodetabek setidaknya 5 x 300.000 jiwa, 
belum lagi angka kelahirannya)…. Saya pikir Wagub Prijanto tinggal memajukan 
lagi jam masuk anak sekolah tepat seusai bedug subuh yg itu juga kata prijanto  
menyehatkan tubuh…… dn katanya lagi…. Tuh khaaan? …. Kemacetan sgr berkurang 
amat signifikan khaan?.... 
Perkara sesudah 10 thn duo bersama sikumis berakhir dan ternyata anak sekolah 
sudah berangkat seusai bedug subuh dan tetap saja jkt macet (krn jkt sdh nambah 
10 x 300.000 jiwa pendatang)…. Wagub prijanto tinggal bilang …... salahnya 
konstitusi siih…. salahnya kenapa kami hanya boleh memrintah sebanyak 2 kali 
masa jabatan saja siiih….. coba kalo nggak….…  Wooo….. kami pasti punya cara 
jitu lain berikutnya yg tak kalah mencengangkan……….. 
  
Salam, 
aby 

 
 
 














      

Kirim email ke