Kadang kemampuan dan semangat untuk mengkritisi harus didampingi oleh rasa
eneg (mual) pak,.. Jadi, ya begitu lah,.

 

Biar saya terus semangat untuk mengkritisi pak wagub dan pak kumis,. jadi
ijinkan saya memelihara rasa eneg tapi penuh respect kepada kedua duet maut
pemimpin jakarta itu.. hehehehe

 

Saya tiga hariterakhir ini nyepeda ke kantor lewat tanah kusir, juga
ngerasain bedanya,.agak lancar,. 

Apakarena jam sekolah dimajukan ya,..  mesti diinvestigasi nih,.

Koko mungkin berminat,.. hehheehe

 

 

 

Best Regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [email protected] 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Bambang Tata Samiadji
Sent: 09 January 2009 09:51
To: [email protected]
Subject: RE: [referensi] Re: Jkt Gak Macet

 


Bung Dwiagus, mengapa harus neg (mual)? Lebih baik kita kritiki tapi tetap
respect. Me-respect orang membuat kita awet muda lho.

 

Kedua beliau itu memang belum berhasil menata Jakarta. Kadang bisa maklum,
ada soal politik, ada soal kerumitan administratsi yang luar biasa, ada juga
soal masyarakat yang "susah diatur". 

 

Soal memajukan jam masuk siswa itu suatu upaya. Tidak ngawur. Pertama, upaya
itu juga merupakan usulan masyarakat, kedua juga merupakan upaya "Traffic
Management" (bedakan dengan Transportation Planning yang berjangka panjang),
dan itu didukung oleh penelitian (biasanya dilakukan oleh PT Pamintori dan
Universitas Indonesia). 

 

Dalam mengatasi problem transportasi kota besar, masyarakat sering tidak
bisa membedakan antara Traffic Management yang bersifat enjiniring dan aspek
Planning yang berjangka panjang. Misalnya soal pengajuan jam masuk siswa ini
langsung dikaitkan dengan ketuntasan pengurangan kemacetan. Ya belumlah.

 

Terlepas dari semua itu, sejak pengajuan jam masuk siswa ini, Tanah Kusir
yang dulunya marah lubis (macet parah luar biasa), sekarang menjadi ramlan
(ramai lancar). Itu yang bisa saya nikmati sambil naik bus. Beruntung juga
sudah tidak punya anak kecil, jadi nggak repot nyiapin anak-anak ke sekolah.
Semoga, dengan adanya sedikit kelancaran dan ada ruang cukup di jalan-jalan
ini tidak kemudian menginisiasi orang-orang yang mulai meninggalkan naik
kendaraan pribadi seperti saya lantas pake mobilnya lagi. Nanti akan macet
lagi.

 

Thanks. CU. BTS.

 

 

 



--- On Fri, 1/9/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
wrote:

From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] Re: Jkt Gak Macet
To: [email protected]
Date: Friday, January 9, 2009, 1:55 AM

Wah,.. satu konvergensi feeling  yang sama pak,.. .saya juga agak eneg
dengan duo tersebut,... huehehehhehe...

Di tunggu Ngobrol (2)-nya,..

 

Cheers,.

 

Benedictus Dwiagus S. 

http://bdwiagus. blogspot. com 

http://bdwiagus. multiply. com 

  

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White 

  

:::.... Indo-MONEV ...::: 

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia. 

Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts 

  

From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On
Behalf Of hengky abiyoso
Sent: 09 January 2009 07:41
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: [referensi] Re: Jkt Gak Macet

  


Ngobrol (1) Bersama Mas Dwi 

 

+++: Saya rasa ada konvergensi pemahaman kalau yang dibenci bukan
Pembangunan Jakartanya,. tapi primacy-nya. Bukan begitu,Pak? 

>>>: Utk bbrp hal itu betul .. tapi saya juga sangat membenci dan eneg
sekali pada sikap "ego kedaerahan" dari para Gub dan wagub DKI  dlm sok
hebat tahu caranya mengurangi kemacetan jkt (yg dlm hal ini dpt menjadi
berarti ego inward looking to only "daerah"  DKI's privilege dan nonetheless
to  think importance and betterment of national system of integrated urban
devlpmnt  and  how to intervening trend of national migration flow
especially di/ keluar jawa. spt ttg perlunya dibuat countermagnet utk pusat
baru lain migrasi/ urbanisasi utk  menandingi primacy jkt itu yg at the same
time and for the long term  itu jg foundamentally artinya mengurangi
kemacetan  jkt juga)..... 

Lihatlah wagub DKI Prijanto yg dgn amat bangganya memamerkan 'hasil
signifikannya' mengurangi kemacetan jkt ala abunawas dgn memajukan jam masuk
anak2 sekolah.. yg lalu dgn  'keberhasilannya' itu lalu prijanto berpaling
pula utk mau  mengutak-atik pula  jam masuk orang kantoran... 

Spt yg disitir oleh pak Rofiq... itu semua bukankah dlm rangka  agar duo
bersama sikumis dpt 'terpilih kembali' nanti dlm pilkada berikutnya... 

Kalau setelah 5  thn jam masuk anak sekolah digeser ternyata mulai macet
lagi (maklum dlm 5 thn angka migrasi masuk jabodetabek setidaknya 5 x
300.000 jiwa, belum lagi angka kelahirannya).. Saya pikir Wagub Prijanto
tinggal memajukan lagi jam masuk anak sekolah tepat seusai bedug subuh yg
itu juga kata prijanto  menyehatkan tubuh.. dn katanya lagi.. Tuh khaaan? ..
Kemacetan sgr berkurang amat signifikan khaan?.... 

Perkara sesudah 10 thn duo bersama sikumis berakhir dan ternyata anak
sekolah sudah berangkat seusai bedug subuh dan tetap saja jkt macet (krn jkt
sdh nambah 10 x 300.000 jiwa pendatang).. Wagub prijanto tinggal bilang ...
salahnya konstitusi siih.. salahnya kenapa kami hanya boleh memrintah
sebanyak 2 kali masa jabatan saja siiih... coba kalo nggak...  Wooo... kami
pasti punya cara jitu lain berikutnya yg tak kalah mencengangkan..... 

  

Salam, 

aby 

 

 

 

 

Kirim email ke