Pak Dwiagus ysh, Saya lihat kegunaan mesin tempel (katinting) ini untuk perahu-perahu kecil nelayan ada beberapa hal: 1 untuk menggerakkan perahu bila angin mati, 2 untuk mengefisienkan arah perahu karena dapat memotong alun <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4106> , 3 untuk mempercepat <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5996> jalur pelayaran, 4 untuk menempuh jarak yang lebih jauh <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5988> sehingga dapat memperoleh ikan tangkap yang lebih bermutu, dst.
Industri katinting seharusnya hanya industri antara, sebelum kita melangkah ke tipe inboard machines seperti yang pernah dirintis di Ambon itu. Kendala naiknya harga bbm <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1809> kelihatannya sudah diatasi dengan 3x penurunan harga bbm, atau bisa menggunakan energi alternatif <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4044> . Tahun lalu dalam penerbangan dari Ambon ke Cengkareng, di samping saya ada 2 orang pemuda Maluku yang selalu ekspresif dan suka bertanya-tanya. "Pak nanti kalau sampai Cengkareng bagaimana caranya ke Marunda? Naik apa pak dan berapa ongkosnya? Kami baru pertama kali ini ke Jakarta, dan baru pertama kali ini naik pesawat. Kami langsung dari Tual dan diminta PT PAL untuk memperbaiki kapal-kapal. Nanti kalau kapal-kapalnya sudah benar, kami pulangnya pakai kapal saja". Ternyata keahlian dan profesionalisme bisa diperoleh dari indigenous local engineers. Salam. -ekadj --- In [email protected], "Benedictus Dwiagus Stepantoro" <bdwia...@...> wrote: > > Rekans Milister YSH > > > > Ngomong2 soal âenvironmentâ , â¦. > > Mengingatkan cerita kehidupan nelayan di Papua (atau di NTT ya? Lupa),.. yang ketika dihajar naiknya harga solar, membuat mereka lumpuh dan menganggurkan perahunya, karena ketergantungan mereka pada mesin temple yang mengkonsumsi solar,â¦. Dan mereka sudah lupa mengembangkan layar , lupa bagaimana meluncur ke laut tanpa mesin tempel,â¦.. > > Alhasil mereka terjerat utang dan kemiskinan karena tidak bisa melayar,⦠> > > > Mendorong industry mesin tempel kapal <-> Melupakan tradisi melayar tanpa mesin temple. > > Atau tak perlu dikhawatirkan mungkin ya,â¦. > > > > Mohon pencerahannya,â¦. > > > > Best Regards, > > > > Benedictus Dwiagus S. > > http://bdwiagus.blogspot.com > > http://bdwiagus.multiply.com

