kalau setiap pelanggaran bisa dilakukan pemutihan, wah enak sekali. Dari sini 
muncul pertanyaan menggelitik, kenapa kalau pedagang kaki lima melanggar kok 
digusur? sedangkan pada kasus lain bisa diputihkan. Kalau demikian akan ada 
pembagian kasta yang boleh melanggar. 

Raflis
http://rencanatataruangriau.blogspot.com/
http://riau-forest-fire.blogspot.com/
IM: einstein_f94 (YM), raflis_f94 (skype), raflis.f94(Gtalk)

  ----- Original Message ----- 
  From: Djarot Purbadi 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 26, 2009 4:41 AM
  Subject: RE: [referensi] Re: KEMANG, AKHIRNYA...


        Salam dan hormat untuk Eyangku, dan sahabat milis semuanya,

        Eyang ABY, kenapa ujungnya kok sederhana sekali....PEMUTIHAN !!!. 
Sebenarnya apa sih konsep di balik label pemutihan itu kok para planner segera 
bisa mengadopsi label pemutihan dengan enak begitu saja ? Maksud saya, 
prosesnya kok begitu sederhana sekali ? Apakah tidak perlu dilakukan suatu 
kajian serius yang mungkin ujungnya juga akan ke situ juga...atau bisa saja ke 
arah lain ? Apakah tidak bisa kawasan Kemang justru dijadikan suatu kasus 
(dalam kajian CSR) sehingga bisa menyumbangkan pemikiran baru....eee untuk 
mengecek asumsi-asumsi, konsep-konsep dan teori-teori yang dulu digunakan untuk 
melandasi penataan Kemang itu ? Gimana kok menyerah sebalum mengetahui 
karakteristik lawan dan hanya melihat tubuhnya yang gempal terus loyo ? Maksud 
saya, kasus Kemang dapat menjadi instrumen untuk mengevaluasi pikiran-pikiran 
yang dulu melandasi konsep penataan Kemang itu, supaya muncul pikiran-pikiran 
baru yang mungkin akan lebih baru dan bermanfaat untuk kasus-kasus lain, begitu 
Yang.

        Salam,

        Djarot Purbadi

        http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
        http://arsitekturnusantara.wordpress.com
        http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

        --- On Wed, 3/25/09, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:

          From: hengky abiyoso <[email protected]>
          Subject: RE: [referensi] Re: KEMANG, AKHIRNYA...
          To: [email protected]
          Date: Wednesday, March 25, 2009, 9:33 PM


                Milisters ysh, 

                Kalau ada yg katakan kasus 'pemutihan' semacam di Kemang  
adalah salah satu  contoh bagaimana lemahnya kita dalam melaksanakan 'proses 
managemen perkotaan'……. Tak usahlah kita berkecil hati (tapi sebaliknya 
birokrat PR di pemda DKI juga tak usah besar kepala)……. Kita akui saja… bgmn 
kok kita tidak  ‘lemah’  dalam proses manajemen perkotaan….. wong kita memang 
masih negara sedang berkembang dengan GNP belum sampai 5000 dollar…… hutang 
negara masih banyak…… dan angka pengangguran kita tinggi….. 

                Yg penting skrg bgmn kerja keras membangun ekonomi dulu…..  
mengatasi angka pengangguran yg tinggi agar menjadi normal dulu….. bgmn terus 
memerangi korupsi agar good governance lekas terwujud…. dan mengupayakan 
keuangan negara jangan terhuyung2 oleh beban hutang LN…… membenahi “sistem kota 
secara nasional”  dulu…..   spt dgn cara mengupayakan “distribusi/ persebaran  
sistem kota2 serta hirarkhinya”…… agar kesempatan kerja semakin luas dan agar 
‘ketimpangan kemajuan antar wilayah ’menjadi semakin reda………. 

                Masalahnya bukanlah ‘now or never’….. tapi  adalah ‘if it is 
not now… it may be  later either someday’…….……. 

                Pemerintah Inggris telah memberikan contoh yg baik…… utk cita2 
membangun The London Green Belt…….. pemerintah Inggris melakukannya dgn 
mencicil…… ketika sudah  memiliki sejumlah uang…..… pemerintah  kemudian 
membeli sejumlah properti milik masyarakat… merobohkan bangunannya dan 
mengubahnya menjadi RTH……… demikian diwaktu yg lain pemerintah mengulanginya 
lagi ketika tlh memiliki sejumlah uang lagi…… dst…... 

                Yg penting adalah bgmn mensejahterakan masyarakat dulu….. baru 
kemudian stlh itu bgmn mempercantik  kota……… janganlah ditengah kesulitan 
ekonomi dan ditengah angka pengangguran yg tinggi lalu seakan dengan berdarah 
dingin atau  seolah berkacamata kuda dan seolah berada diruang steril….… kita 
hanya terus menyesali ttg sepotong ruas jalan yg diubah  peruntukannya dari 
rumah tinggal menjadi komersial……… apalagi bahwa Jkt toh hanya 0.03% wilayah 
nasional kita…….. dan sebanyak 93.3% wilayah kita diluar Jawa juga masih banyak 
 yg kurang tersentuh perencanaannya………. 


                Salam 




                --- On Tue, 3/24/09, Sugiono Ronodihardjo <sugion...@hotmail. 
com> wrote:

                  From: Sugiono Ronodihardjo <sugion...@hotmail. com>
                  Subject: RE: [referensi] Re: KEMANG, AKHIRNYA...
                  To: "refere...@yahoogro ups.com" <refere...@yahoogrou ps.com>
                  Date: Tuesday, March 24, 2009, 7:20 PM


                  Rekan-2 milister ysh,
                  Omong-2 tentang kasus 'pemutihan' semacam di Kemang yang 
telah dibahas panjang lebar, menurut saya ini hanyalah salah satu contoh 
bagaimana lemahnya kita dalam melaksanakan 'proses managemen perkotaan'. Banyak 
'teori-teori' yang dapat dipakai untuk mencegah terjadinya kasus demikian, 
tetapi pada dasarnya untuk negara yang sedang berkembang seperti NKRI ini, 
mungkin sebaiknya kita terus mendorong 'peran serta masyarakat' dalam Penataan 
Ruang (bagaimana agar masyarakat sadar akan pentingnya PR bagi lingkungan hidup 
mereka dan terlibat sejak dari proses perencanaan - pemanfaatan - pengendalian) 
sambil terus meningkatan 'capacity building' di bidang managemen perkotaan, 
termasuk 'clean-government' tentunya dengan 'gaji' aparat pelaksananya yang 
layak untuk dapat hidup normal/wajar. 
                  Wassalam,
                  Onnos
                   

--------------------------------------------------------------
                  To: refere...@yahoogrou ps.com
                  From: 4ek...@gmail. com
                  Date: Mon, 23 Mar 2009 12:11:04 +0000
                  Subject: [referensi] Re: KEMANG, AKHIRNYA...



                  Ibu Cut yang baik,

                  Rasa-rasanya ada 1 orang dari balai tersebut yang juga ikut 
di milis
                  ini. Kita memang mengharapkan para shareholder dan 
stakeholder untuk
                  ikut aktif dalam milis ini, seperti contoh saya mengharapkan 
ada anggota
                  FPI yang juga bisa ikutan, karena dulu katanya proven mampu 
melakukan
                  penyegelan di Kemang. Salam.

                  -ekadj

                  --- In refere...@yahoogrou ps.com, cut safana <cutsaffana@ 
...> wrote:
                  >
                  > Khusus untuk Pak Eka : jangan lupa Dep. PU punya Puslitbang
                  Permukiman, yang didalamnya ada Balai Tata Ruang, Bangunan 
dan Kawasan
                  lho. Kalau dapat mereka aktif di 'refrensi' ini, dan dapat 
membuat
                  kajian atau model-2 yang lebih baik.
                  >
                  > Salam.





--------------------------------------------------------------
                  What can you do with the new Windows Live? Find out  


       



  

Kirim email ke