Sepertinya kota-kota di NTTdan NTB belum layak ditingkatkan hirarkinya,. 

Habis terang, terbitlah gelap . gulita.

 

 

Lombok Defisit Listrik 20 MW

SELASA, 21 APRIL 2009 | 18:41 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengalami
kekurangan 20 megawatt pasokan daya listrik. Penyebabnya antara lain mesin
yang digunakan sudah berusia tua, menjadikan Perusahaan Listrik Negara NTB
menempuh pemadaman secara bergiliran guna mengatasi kekurangan daya itu.

Menurut Hardiwijanto, Manajer Niaga PLN Wilayah NTB, dalam jumpa pers,
Selasa (21/4) di Mataram, kemampuan total mesin yang ada saat ini mencapai
101 MW, meski daya mampu yang didistribusikan secara interkoneksi kepada
pemakai ke Pulau Lombok sebesar 90 MW.

Artinya, defisit listrik Pulau Lombok 16 MW, yang ditambah untuk cadangan
daya bila terjadi kerusakan mesin secara tiba-tiba sebesar 4 MW sehingga
total kekurangan sebesar 20 MW. Akibatnya, terjadi pemadaman bergilir: satu
malam nyala, satu malam padam, pada beberapa titik. Sedangkan di Kota
Mataram disiasati dengan menyala empat malam, pemadaman satu malam, terutama
pada masa beban puncak sekitar pukul 18.00.

Pihak PLN NTB memang berupaya mengatasi kekurangan daya itu dengan cara
menyewa mesin pembangkit, tetapi gagal karena tingginya penawaran yang
kemudian tidak bisa dipenuhi oleh PLN NTB. Dengan kondisi itu, kalangan
industri, toko swalayan, dan hotel diminta menggunakan mesin pembangkit
listrik sendiri selama semalam, guna memperlancar proses penghitungan suara
hasil Pemilu 9 April lalu.

Kekurangan daya listrik itu kerap kali dikeluhkan para pelanggan, di
antaranya kalangan hotel, yang menempatkan listrik sebagai salah satu unsur
pendukung bagi kedatangan wisatawan ke Lombok, selain memberi kepastian bagi
investor untuk menanamkan modal di sana.

Pemadaman Listrik di Kupang Mendekati Sempurna

MINGGU, 19 APRIL 2009 | 11:50 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Sistem pemadaman bergilir yang diterapkan PLN NTT untuk
Kota Kupang terasa semakin tidak manusiawi karena selalu disertai dengan
"bonus tambahan" pemadaman atas kawasan yang sudah terkena jadwal pemadaman.
Bahkan, beberapa pelanggan memberi istilah pemadaman yang mendekati
sempurna.
    
Situasi buruk tersebut nyaris dialami cukup sempurna oleh para pelanggan
yang bermukim di kawasan Liliba, Penfui, Baumata, Tarus, serta beberapa
wilayah lain di Kupang bagian tengah dan timur. Sementara itu, kawasan yang
dihuni oleh sebagian besar para pejabat seperti di daerah Walikota dan
Oebobo hanya mendapat pemadaman bergilir sekali dalam sepekan.
    
"Kami di sini sudah mendapat jatah pemadaman bergilir empat hari sekali,
terkadang juga dua hari sekali, selalu saja ada tambahan pemadaman bergilir
di tengah malam. Pelayanan model apalagi ini?" kata warga asal Liliba, Doni
dan Hans, Minggu.
    
Hal ini mereka alami pada Minggu dini hari ketika sedang asyik menonton
acara sepak bola Serie A Liga Italia. "Lama-lama barang elektronik dalam
rumah ini amblas semuanya," kata Doni dan Hans dalam nada kesal.
    
Para konsumen berharap YLKI NTT melakukan gugatan secara class action kepada
PLN Kupang dan meminta KPK menyelidiki manajemen keuangan serta penggunaan
bahan bakar oleh perusahaan listrik negara itu.


ABI 
Sumber : Ant

 

 

Regards,

 dwiagus 

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [email protected] 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 

 

Kirim email ke