Rekan-rekan Ysh, Adalah sebuah kenyataan yang pahit bahwa masih ada keluarga pejabat yang terlibat proyek yang didanai APBN/APBD. Secara hukum, tidak masalah, memang tidak ada UU yang (mau) melarang. Secara etika? Itu yang kita tidak punya sedikit pun perinciannya, dan goodwill ke arah itu juga belum sepenuhnya jelas.
Saya kira saya harus meneruskan sebuah pengamatan yang baik dari seorang Rekan di bawah ini (name undisclosed, *I take* the responsibility). --begins-- Saya sedang tidak bicara hukum Mas, saya sedang bicara etika saja. Secara hukum memang tidak bersalah karena memang tidak/belum ada UU yang membatasi pengusaha keluarga pejabat tinggi mengambil proyek2 pemerintahan. Tapi kalau memang pengusaha tersebut "mulia" dan handal, pasti akan punya blue ocean lain dari(pada) hanya ikutan proyek pemerintahan. Untuk menjadikan Indonesia indah, bersih, damai, tidak perlu menunggu semua harus ada aturannya kan? Gampangnya gini aja deh. Dengan proses tender yang benar-benar "bersih", setujukah Anda jika ada anak bupati yang mendapatkan proyek pembangunan kantor bupati? Sekali lagi, proses tendernya "bersih". Atau ekstrimnya begini: ada seorang Menkes merokok di depan umum. Ketika ditanya, dia jawab "apa salahnya? Siapa yang melarang? Mana aturannya?". --ends-- Saya tidak bermaksud menyudutkan salah satu capres, lho: siapapun Presiden terpilih sebaiknya *mundur* bila terbukti ada keluarganya ikut proyek APBD/APBN. Mari kita berkontemplasi, betapa sering sekali sulit untuk membedakan mana urusan keluarga dan mana urusan pekerjaan, seprofesional apapun manusia nya -- apalagi, terus-terang saja, manusia Indonesia yang belum sepenuhnya tereformasi. Marilah, tidak usah beralibi seperti anak salah satu penguasa di Orde Baru yang Lama, "Memangnya keluarga pejabat tidak butuh makan?" Jawab saja, "Anda boleh makan apa saja, kecuali aspal, pasir, semen, elektronik dan semacamnya dari proyek berdana APBN/APBD. Selain tidak baik bagi perut Anda di dunia, ingatlah betapa besar pertanggungjawaban Anda di akhirat nanti. Itu pun, ehm, kalau Anda percaya akhirat..." Salam kejujuran, Andri Sent from my BlackBerry® Bold smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

