Milis yth,
Memang isu yang diungkapkan p.BTS sangat relevan, apalagi nantinya dikaitkan 
dengan biaya O & M jembatan suramadu yang diperkirakan memiliki life time lebih 
dari 50 tahun (data published sekitar 100 tahun). menurut org sipil, life time 
tersebut akan hanya bisa tercapai jikalau dilakukan upaya O & M sesuai dengan 
kebutuhan dan waktu yang sesuai. Hal ini tentunya membutuhkan biaya yang ndak 
sedikit, olehkarenanya pemerintah menerapkan mekanisme toll untuk mengisi - 
refill- kebutuhan dana bagi O & M tersebut.
Di sisi lain, tingkat pendapatan dari tol jembatan suramadu tersebut sangat 
tergantung pada besaran LHR (yang diperkirakan sebesar 4000 kendaraan roda 
empat dan 8000 kendaraan roda dua per hari : published data/ menurut saya ini 
sangat optimis sekali), dimana besaran LHR ini juga sangat ditentukan kekuatan 
daya tarik kedua pole (meminjam istilah p.BTS) yakni sisi Surabaya dan sisi 
Bangkalan-Madura.
Berbagai penelitian menunjukan bahwa pergerakan orang ke luar madura lebih 
banyak dibandingkan dengan pergerakan orang masuk, karena lapangan pekerjaan di 
Madura relatif terbatas.Apabila tidak ada pengembangan daya tarik di sisi pole 
madura, maka pembangunan jembatan suramadu ini berpotensi akan memperbanyak 
atau mempermudah orang madura untuk ber out migrasi ke pulau jawa, apalagi ada 
kemudahan dengan menggunakan sepeda motor (utk speda motor, mnrt info pengelola 
jembatan sudah memasang alat pemantau kecepatan angin dan memasang penahan atau 
pengurang hembusan angin untuk pencegahan.apabila kecepatan angin melebihi 
batas ambang, katanya jembtan tol akan ditutup atau dibatasi...katanya). Di 
lain pihak, saya juga pernah membaca bahwa org madura yang melakukan outmigrasi 
cenderung menetap dan jarang kembali ke pulau Madura. Jadi mengembangkan daya 
tarik di pole madura memang suatu keharusan agar bisa mendorong LHR sesuai 
dengan perkiraan awal.
Meneruskan iseng-iseng mas dwi agus, sy memang masih belum tahu jelas bagaimana 
memperkuat daya tarik pole sisi madura tersebut. secara normatif, salah satu 
keunggulan sisi madura yang memang harus dipertahankan adalah ketersediaan 
ruang atau lahan yang relatif nilai land rent nya lebih murah dibandingkan land 
rent di sisi surabanya untuk berbagai kegiatan. Keuntungan komplementaritas ini 
bisa dimanfaatkan jika memang ada kebituhan spill over berbagai kegiatan di 
Surabaya dan alternatif yang tersedia dan paling ekonomis ada di sisi madura 
(perlu dicatat ada lokasi lain yang juga kompetitif seperti gresik,sidoarjo 
dll) Mendorong terjadinya spill over bisa dilakukan secara alamiah atau dengan 
intervensi kebijakan misalnya pemerintah melarang adanya lokasi pergudangan di 
Surabaya, pemerintah menerapkan kebijakan land rent yang tinggi untuk 
kegiatan-kegiatan yang mengandalkan luasan ruang atau lahan, seperti show room 
mobil, bengkel mobil dll. 
Sebagai informasi, tugas untuk pengembangan wilayah jembatan suramadu akan 
dilaksanakan oleh suatu Badan Pelaksana Pengembangan Wilayah SUramdu yang 
ditetapkan melalui perpres 27/2008. Bersamaan dengan peresmian jembatan 
suramadu, pemerintah juga akan menetapkan ketua Bapel Pengembangan Wilayah 
Suramadu. Tugas dan fungsi Bapel ini menurut Perpres 27/2008 antara lain :
(i) menyusun rencana induk dan rencana kegiatan pengembangan infrastruktur dan 
kegiatan pengembangan wilayah suramadu. menurut info, grand strategy 
pengembangan wilayah suramadu sudah disiapkan dan akan ditindaklanjuti dengan 
rencana rincinya. saya juga pengen tahu bagaimana grand strategynya
(ii) pengusahaan jembatan tol suramadu (rencananya akan dikerjasamakan dengan 
badan usaha)
(iii) melaksanakan pengusahaan pelabuhan petikemas di Madura
(iv) mengelola wilayah kaki jembatan suramadu dan kawasan khusus di P.Madura
 
bayangan iseng n normatif saya, ada beberapa kegiatan yang bisa dikembangkan, 
misal :
pembangunan lingkungan perumahan menengah atas yang harga per meter perseginya 
harus relatif lebih murah dibandingkan pembangunan perumahan di 
surabaya.Perumahan ini diperuntukan bagi pekerja2 atau pegawai pemda 
surabaya. kendalanya adalah persoalah air minum dan menjamin bahwa harga lahan 
tidak melambung tinggi. Badan pelaksana pengembangan wilayah jembatan suramadu 
mustinya segera bertindak cepat mem-freeze-lahan-lahan di madura
pembangunan pergudangan untuk barang-barang yang memerlukan space besar tetapi 
dengan harga sewa (land rent) yang murah dibandingkan dengan jikalau harus 
berlokasi di Surabaya
Pembangunan pusat hiburan yang membutuhkan lahan luas seperti disynel land, 
studio film, tempat berkuda, karapan sapi he2..kidzania skala besar dll
 
Yang jelas, jembatan suramadu sudah dibangun dengan biaya hampir Rp.5 
T...sejarah akan membuktikan bagaimana manfaat pembangunan jembatan 
tersebut..ini menjadi tugas berat Bapel Suramadu nantinya...berat banget 
nampaknya..
 
salam...
--- On Sun, 6/7/09, Irwan Prasetyo <[email protected]> wrote:


From: Irwan Prasetyo <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] SURAMADU
To: [email protected]
Date: Sunday, June 7, 2009, 7:17 PM









Kalau saya ingin juga mengangkat issue pengoperasian lalu-lintasnya.
Yang saya khawatirkan sekarang adalah motor-motor yang akan melewati
jembatan tersebut. Melihat perilaku pengendara motor di Indonesia, yang
kredit kepemilikannya cuman modal KTP, bagaimana nanti tingkat kecelakaan
disitu?

Dengan panjang jalan mungkin kurang lebih 5 km, kecepatan motor bisa
sampai 100 km, dan anginnya sangat besar, bahkan bisa menggeser mobil,
lokasi tersebut sangat rentan bagi pengendara motor.

Saya usul diadakan Park and Ride motor saja diujung jembatannya, biar
angkutan umum saja yang melewati jalan tersebut.

Jasa Marga sebelumnya pernah mengelola Jembatan Jamuna 5 km di Bangladesh,
yang lewat rata-rata 6000 kendaraan per hari, motornya cuman 120 per
hari. Saya ga tau yang di Suramadu, it still worries me..

Irwan Pras
------------ --------- --------- --------- ----

Sepertinya yang ditawarkan P.Madura adalah ruang,.. Kalau bukan untuk
industry, yah sepertinya untuk permukiman,.

Para developer real estate mungkin akan menangkap peluang itu dengan
menyulap, kawasan2 deket ujung gerbang suramadu di P.Madura dgn proyek2
perumahan,.. . biar mereka penduduk yang merasa sumpek dengan Surabaya,
mungkin akan melirik2 ke Madura, kalau developer itu mampu menawarkan
sebuah
dormitory town yang nyaman dan tentram,.. Pasarnya ya mereka kaum menegah
ke atas yang bisa beli mobil, nyewa sopir, yang banyak lokasi kegiatannya
dekat dengan kawasan di ujung jembatan di "mainland",. .

Mungkinini analisa ngawur,.. hehehehehe

Regards,

dwiagus

http://bdwiagus. blogspot. com

http://bdwiagus. multiply. com

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised
to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to: indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts>
http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts

From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:refere...@yahoogrou ps.com] On
Behalf
Of Iman soedradjat
Sent: 08 June 2009 08:21
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [referensi] SURAMADU

pak BTS,

Idea dibangunnya jembatan SURAMADU dari awal saya juga mempertanyakan,
untuk
mendorong apa jembatan tersebut di bangun? Ada apa dengan P. Madura?dan
apa
yang bisa diperbuat oleh Surabaya?. Apakah sudah ada energi potensil di
daratan Surabaya sekitarnya ut mendorong pengembangan P. Madura.

Mungkin cita citanya sama pada saat membangun Jembatan Jalan dan Jembatan
yg
menghubungkan Batam - Rempang - Galang (Barelang), Jembatan tsb dibangun
untuk mendorong pembangunan P. Rempang dan Galang, tapi toh setelah
berpuluh
tahun Jembatan/Jalan dibangun, P. Rempang dan Galang ya, seperti itu2
juga.
Lebih optimis Barelang ini berkembang melihat potensi potensi yg dipunyai
oleh P. Batam serta kedudukan strategis Barelang ini dekat dengan
Singapura.

Okelah, seandainya kita mau membangun kawasan kawasan Industri di Pulau
Madura, untuk memberikan fungsi signifikan terhadap jembatan SURAMADU,
kitapun bisa belajar dari pembangunan kawasan-kawasan Industri di P.
Batam,
Lobam dan Lagoi di Bintan yg betul-betul sdh disiapkan lahannya. Kawasan
Industri Lobam seluas kurang lebih 4.000 Ha, efektif yg baru dibuka adalah
hanya 105 Ha (2,6%), sementera kawasan Wisata Lagoi
seluas 23.000 hanya 10% yg efektif telah dimanfaatkan setelah puluh tahun
dibuka. Mungkin komparasi ini tidak setara, tapi kita bisa belajar seperti
apa yang perlu dilakukan thp P. Madura, yg tgl 10 juni ini akan dibuka.

Tabek
--- On Sun, 6/7/09, Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> wrote:

From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com>
Subject: [referensi] SURAMADU
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Sunday, June 7, 2009, 8:21 PM

Dear all.

Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura sebentar lagi
diresmikan. Kita ingat bahwa ide menyambung dua pulau (Jawa dan Madura)
sudah lama sekali. Pak Harto (bersama Liem Swie Liong) telah memprakarsai.
Pada waktu itu Pemerintah lagi giat-giatnya membangun kawasan industri dan
inginnya Madura sebagai pusat industri baru (dengan investornya para
konglomerat) . Upayanya adalah membujuk warga Madura agar daerahnya boleh
dijadikan pusat industri dengan membangun Universitas Bangkalan yang
modern.
Setelah dibangun,... orang Madura ogah. Madura hanya boleh dibangun
industri
ringan-ringan saja. Karena itu ide membangun jembatan Suramadu gugur
karena
bila hanya industri ringan, buat apa harus membangun jembatan yang mahal
itu? Tapi komitmen membangun jembatan Suramadu sangat kuat, utamanya
komitmen dari mantan Gubernur Moch Noer dan gubernur-gubernur Jatim
berikutnya. Akhirnya, setelah mendapat pinjaman lunak (kalau nggak salah
dari Jepang),
Pemerintahan Megawati mulai membangun setengah jalan dan terus dilanjutkan
oleh Pemerintahan SBY-Kalla.

Rencananya, Jembatan Suramadu itu menjadi jembatan tol dan sepeda motor
boleh ikut masuk. PP 15/2005 yang hanya mengijinkan kendaraan roda empat
sehingga PPnya harus dikoreksi. Yang menjadi pertanyaan apakah Jembatan
Tol
Suramadu akan berhasil, dalam arti untung karena jumlah kendaraan yang
lewat
akan banyak?

Umumnya, jalan tol yang untung itu adalah yang menghubungkan 2 pole yang
sama-sama kuat dan jalan tol dalam kota (untuk menghindari kemacetan).
Jalan
tol yang menghubungkan 2 pole yang kuat misalnya antara Jakarta dan
Bandung;
Jakarta dan Bogor; jakarta dan Tangerang. Jalan Tol yang menghubungan 2
pole
yang kurang kuat, umumnya mengalami kerugian, alias jumlah kendaraan yang
lewat tidak memenuhi batas ambang untung (biasanya 25 ribu per hari).
Jalan
tol yang tidak untung antara lain : Belmera yang menghubungkan Medan dan
Belawan/Tanjung Morawa dan ruas tol Serang dan Merak. Beberapa tender
jalan
tol yang menghubungkan 2 pole yang tidak seimbang, misalnya
Semarang-Demak,
Solo-Ngawi, Medan - Kuala Namu kurang diminati investor.

Bagaimana prospek Jembatan Suramadu yang menghubungan Surabaya (Jawa
Timur)
yang kuat dan Madura yang kurang kuat? Apakah jembatan Suramadu itu
menguntungkan? Hemat saya, kalau posisi Madura tetap seperti apa adanya,
dan
hanya boleh untuk industri ringan, maka kemungkinan akan kurang
menguntungkan karena traffic generation-nya sangat lemah. Nah di sinilah
peran perencana pembangunan termasuk Planner perlu memikirkan strategi
pengembangan Madura. Untuk itu pertanyaannya, apakah RTR Madura sudah
mengakomodir pembangunan aneka industri yang tidak terbatas industri
ringan
saja, di mana lokasi-lokasi kawasan industrinya, bagaimana kesiapan
masyarakat Madura untuk menerima pendatang dan kehidupan baru akibat
industrialisasi, apa regulasi yang diperlukan untuk itu, dan banyak lagi
enginering yang musti dilakukan terhadap Madura. Kalau tidak, nasibnya
seperti jembatan Barelang (Batam-Rempang- Galang), cuma bagus di foto-foto
saja.

Bagaimana pendapat teman-teman?

Thanks. CU. BTS.














Kirim email ke