Rekan milisters yth,
Perkenalkan saya Priza Marendraputra, kebetulan baru ngobrol santai dengan
senior2 di Bappenas.. mudah2an bisa ikut nambah info..
Mengenai Jembatan Suramadu yang akan diresmikan Rabu ini, sebenarnya diharapkan
untuk dapat menciptakan pembangunan yang terintegrasi antara daerah Jawa Bagian
Timur dan Madura.. sehingga peran Bapel Suramadu sendiri ke depannya tidak
hanya memberikan biaya perimbangan bagi pengelolaan Jembatan Suramadu (dengan
membangun kawasan industri pada kedua titik ujung Jembatan tersebut), juga
mampu membantu menciptakan keseimbangan pembangunan agar daerah Madura juga
dapat ikut berkembang.
Pandangan saya bahwa dengan memberikan kemudahan akses pada masyarakat,
tentunya sudah dalam orientasi pembangunan jangka panjang, bagi saya bukan
pembangunan jembatan yang salah sasaran, namun bagaimana pengelolaannya yang
tetap terjaga untuk mendukung pembangunan berkelanjutan..
Proyek Jembatan Suramadu sendiri mendapatkan pinjaman dari China dengan total
pinjaman sebesar 229,130 juta USD, namun dalam kenyataannya ternyata
membutuhkan dana yang lebih besar karena faktor geologis pada daerah
tersebut..mungkin sebuah inovasi juga di Indonesia, bahwa jembatan tersebut
ternyata sudah dilengkapi sensor kecepatan dan pendeteksi kekuatan angin, pada
implementasi nya nanti kita serahkan saja pada pihak pengelola, mudah2an dengan
sistem yang lebih canggih ini juga mampu memberikan batasan, misalnya melalui
hukum dan sanksi pada pengemudi...terutama motor untuk menjaga kecepatan..
Mumpung baru akan dioperasikan, mudah2an jembatan pelopor ini dapat menjadi
pelopor juga dalam memberikan batasan kepada pengemudinya... selamat bekerja
buat PT Jasa Marga..
Salam,
Priza Marendraputra (PL 06)
PWK ITB