Eh, pak Hengky buntutnya kok menyapa saya ya? Boleh ga tulisan ini saya copykan ke FB ku yang juga rame tuh...? Kayaknya anda juga diundang kicauannya kesitu, sebaiknya anda aja ya yang copy-paste sendiri supaya ga membingungkan hadirin disitu. Yuuuk... Salam - 2ny
--- On Wed, 10/7/09, hengky abiyoso <[email protected]> wrote: From: hengky abiyoso <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Mitigasi Bencana To: [email protected] Date: Wednesday, October 7, 2009, 4:48 PM Rekan H.. Ekadj dan milisters ysh, Pada akhirnya memang tak ada pilihan lain….. tanpa daya kita harus akui bahwa ada yg namaNya Yang Maha Kuasa….. yg kalaulah secara agak bebas boleh diartikan…. Itu juga berarti Dia adalah jg Sang Maha SemauNya……. Logika manusia berbeda jauh dengan logika Tuhan……. Manusia memiliki serba keterbatasan…. Sementara itu Sang Maha Kuasa memiliki serba ketakterbatasanNya……. Manusia maunya yg enak, yg aman, yg langgeng, yg murah tapi bagus, tidak mati2 dan sehat terus dan muda terus…. dsb. Dsb…. tapi Tuhan menciptakan sebaliknya.. .....ada sakit, ada mati, ada bencana.... bumi bukannya seperti disurga.... Kita dibatasi oleh kodrat… oleh usia…. oleh ancaman penyakit… oleh kelemahan fisik…. Oleh kelemahan mental (kalau sakit mengaduh… kalau susah merintih... kalau kalah malu, kecewa atau hati panas)…. kita dibatasi hanya memiliki daya tahan tertentu terhadap cuaca baik dikala panas atau dingin…. Sangat terbatas thdp kekuatan alam spt banjir, badai, angin, gempa, petir, gravitasi, laju kereta api dsb…... Didunia ini posisi manusia thdp bumi sangatlah lemah…..dengan kebutuhan mutlak akan O2… adaptasi suhu sekitar 4-18-37-45 derajat C….setiap sekian jam sekali lapar dan dahaga….. selain ancaman penyakit dari virus dan kuman …..masih juga kita ‘dikepung’ oleh lautan ….kita hidup diatas api yg menyala2 dipusat bumi…. Kita dihantui oleh pergeseran lempeng yg menghasilkan gempa dan tsunami….. belum lagi ancaman kemiskinan bila tak ada penghasilan atau pekerjaan…. bencana sebel bila tetangga sebelah ganti2 mobil dan mebel baru terus dan kita enggak…. ancaman teror bila tak bisa bayar hutang….. Ancaman peperangan dengan sesama manusia….. ancaman keterbatasan APBN…. Ancaman korupsi, kesewenang2an penguasa dan ketidakpastian hukum…… Kembali keancaman gempa…. Kita juga sering terkecoh dgn preferensi prediksi kegempaan seperti apakah Merapi atau Bantul….. jalur gempa yg tak selalu berada dalam kawasan rawan bencana…. dan malah pada kawasan rawan bencana itu kadang hanya terjadi kerusakan minor…... Mitigasi bencana yg canggih tentu amatlah dibutuhkan…. Tetapi mitigasi yg sederhana juga mungkin tidak terlampau buruk rupa dan memalukan untuk dipraktekkan…… Setidaknya peta garis besar lempeng kerak bumi kita semua sudah tahu….. mitigasi bencana setidaknya akan selalu menjadi konsen bersama masyarakat geotomografi…geologi…geografi….planologi.. arsitektur.. sipil serta lintas disipliner lainnya yg luas yg terkait lsg atau tak lsg seperti teknik industri dsb. dsb. dsb….. Secara sederhana kita mengerti bhw didaerah jalur gempa tinggal didataran terlalu dekat lereng bukit adalah berbahaya……..kita mengerti pula bhw dijalur rawan gempa konstruksi bangunan harus dirancang dgn teknik anti gempa sampai setidaknya 7 skala Richter…… Kita semua juga mengerti bhw utk bangunan umum pemerintah, masyarakat atau swasta yg strategis yg umumnya dibangun dgn dana konstruksi yg cukup…. .maka idealisme sistem konstruksi anti gempa sampai katakanlah mencapai 7 skala Richter mudahlah dipenuhi…… Rakyat kebanyakanpun sebenarnya mengerti prinsip konstruksi bangunan anti gempa… namun kendala keterbatasan keuangan bahkan kemiskinan sering menghalangi keinginan utk memenuhinya…… maka akhirnya siapa bilang bahwa mitigasi bencana tidak mencakup masalah non-teknis spt ekonomi bangsa pula?....... Dengan kemampuan teknologi ….manusia yg amat lemah ini telah mencoba sebisa mungkin bertahan hidup didunia yg amat fana dan penuh kendala ini….. karena itu tak usahlah kiranya kita terlampau gelisah lalu apalagi ‘mengada-ada’ diluar kemampuan dalam ‘keserba-keterbatasa n’ kita terhadap bencana alam ini…… Mitigasi sederhana….. terus membangun perkuatan perekonomian nasional kita…… agar masyarakat dpt semakin luas membangun konstruksi pemukiman tahan gempa…. agar kita semakin rapi mengelola manajemen pencegahan pra dan pasca gempa….. agar kita dapat memiliki lbh banyak peralatan pasca gempa spt helikopter dan alat berat….. dan dikala sedang ‘aman’ jauh dari bencana kita juga dapat mengembangkan kehidupan budaya (kalau kebanyakan ngomong ekonomi terus nanti yg budaya merajuk)…… Beruntung bhw manusia juga dikarunia kemampuan dan kesempatan berkomunikasi dgn Sang Maha Kuasa itu…...kita bisa memohon agar diberiNya pengecualian …..ditengah kerawanan bencana itu tentu Tuhan juga tidak ‘membabi buta’…. Ada saja yg diselamatkanNya…. Atau bagi mereka yg tewas terkuburpun….. bukan tak mungkin Tuhan jg memiliki rencanaNya yg tak kalah indah pula…..memindahkan mereka kekehidupan kekal surga yg makmur dan nikmat atau neraka sesuai perbuatan masing2….. Dalam mitigasi bencana … tentu tata ruang memiliki peran pentingnya…. Tetapi janganlah lupa teknik konstruksi dan terlebih lagi budget konstruksi tak lebih remeh daripadanya…… atau mungkin bisa saja mereka bahkan lebih vital?...... ... krn itu besok2 mari kita bahas kembali apa sesungguhnya makna kata2 Prof Doebele dulukala itu, baik berkait dgn gempa atau tidak….. "kalau mahasiswa ingin menjadi perencana ekonomi di UI tempatnya, perencana sosial di GM, lalu kalau perencana fisik konon di Jl Ganeca tempatnya" ……boleh ya bu Reny?......... Salam, --- On Wed, 10/7/09, ffekadj <4ek...@gmail. com> wrote: From: ffekadj <4ek...@gmail. com> Subject: [referensi] Mitigasi Bencana To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Wednesday, October 7, 2009, 12:15 PM Ibu Franciska ysh, terima kasih atas alat bantunya, mudah-mudahan dapat dimodifikasi dan dikembangkan oleh rekan-rekan yang berminat. Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan sbb: 1 Kalau dilihat sekilas, sepertinya menggunakan metode regresi? 2 Di worksheet dan kolom berapa prediksi gempa dapat dilihat? Apakah bisa ditentukan juga koordinatnya? 3 Seluas apa sebaran wilayah gempa dapat dicakup? 4 Dengan prediksi ini, sejauh mana bentuk mitigasi bencana dapat dilakukan? Saya baru membaca sekilas RTRW Sumbar dan PZ Padang yang relatif baru disusun. Beberapa tolok ukur yang digunakan adalah peristiwa tsunami Aceh 2004 dan gempa Sumbar 2007 berikut analisis prediksi geologisnya hingga hitungan patahan Semangko dll. Bentuk ancaman bencana yang di-highlight adalah potensi gempa di laut yang mengakibatkan tsunami, serta perulangan gempa sesar di Tanah Datar, serta bencana geologis (gerakan tanah dll). Untuk itu ditentukan kawasan rawan bencana dan program mitigasi bencananya. Untuk kasus sesar, memang patut diperhitungkan liquidasi tanah di bawahnya untuk menimbang daya tampung beban di atasnya, sehingga seharusnya program mitigasi dapat mengurai beban tersebut. Untuk kasus tsunami memang program evakuasi lebih relevan sehingga dapat diarahkan ke arah perbukitan di sekitar Padang; apalagi tsunami memiliki toleransi waktu untuk penyelamatan. Katanya sudah pernah dilakukan sosialisasi dan simulasi tentang hal ini di Padang. Namun permasalahannya adalah kasus gempa yang kemarin berlangsung, ternyata tidak mengikuti skenario seperti yang diperkirakan. Dari pengamatan desktop dan secuil informasi yang saya peroleh, ternyata jalur gempa tidak berada dalam kawasan rawan bencana (terkecuali kampung-kampung yang terkubur itu); dan malah pada kawasan rawan bencana itu kerusakan lebih minor. Mungkin kasusnya sama seperti gempa Yogya seperti yang disampaikan Pak BSP, ketika potensi bencana diperkirakan datang dari Gunung Merapi, malah yang terjadi adalah gempa di Bantul? Hal ini yang ingin saya tanyakan kepada ibu dan rekan-rekan yang mendalami, tentang efektivitas program mitigasi bencana dan antisipasi keruangannya. Sebelumnya terima kasih. Salam. -ekadj --- In refere...@yahoogrou ps.com, franciska windy <franciska_windy@ ...> wrote: > > Rekan- rekan, > Attachment ini saya dapatkan dari salah 1 professor urban planning di TU Delft : Prof.Taeke de Jong > Beliau banyak membuat publikasi tentang technical aspect dari urban planning/ urban design. > Dalam excel sheet ini beliau melakukan suatu methode, dimana jika kita memasukan data2 gempa/bencana, kita bisa mendapatkan kurang lebih tentang 'risk prediction' > > jika data2 yang harus dimasukan itu (kalau dari email di bawah, terdapat data etnografi) dimasukan, > excel sheet ini bisa dimodifikasi untuk kondisi kota di indonesia. > > semoga membantu&berguna > > franciska windy ____________ _________ _________ _________ _________ __ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail. yahoo.com

