Maaf mohon nanya mas, dari uraian aksiomatik anda apakah maksudnya 'gaya Amerika' tidak mampu mendeliberasi konsepsi keilmuan? Trims.
-ekadj --- In [email protected], Harya Setyaka <harya.sety...@...> wrote: > > Sorry X-posting... > > Menyambut 50 tahun, its appropriate to be nostalgic. > > Dulu Planologi, lalu menjadi Perencanaan Wilayah dan Kota.. > > Resmi dianggap berdiri tahun 1959 (kalao gak, ya gak Dies Emas sekarang.. > hehe..). > > Menurut catatan saya yang belum tentu sahih; jaman pra-Soekarno, ilmu tata > kota sudah diajarkan di THS, antara lain oleh Ir. H. Thomas Karsten.. > Mengikuti terminologi Belanda; Planologie .. maka diserap dalam bahasa > Indonesia; Planologi. > > Lalu, suatu ketika, the Groote Bung; Soekarno marah besar dan kalap sama > orang Belanda perkara sengketa Papua (was Irian Barat) dengan Pemerintah > Belanda.. > tahun 1957 semua orang Belanda, dan yg 'berbau' Belanda (yg belum tentu > mendukung keputusan Pemerintah Belanda tersebut) diusir paksa, digusur, ... > Lalu didatangkan Profesor-2 dari Kentucky, USA (jauh sebelum Kentucky Fried > Chicken pertama buka cabang di Jakarta tahun 1979) .. (untung yg dateng > Professor, kalao Kolonel, malah buka restoran..) > > Di USA, tidak dikenal Planologie... yg ada adalah Urban&Regional Planning, > City&Reg Planning, Regional&City Planning. etc.. > yang kalao diterjemahkan (bukan diserap); menjadi Perencanaan Wilayah & > Kota.. > > Lalu semula masuk FSTP-Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (School of > Civil Engineering and Planning) > lalu sekarang SAPPK - Sekolah Arsitektur dan Perencanaan Pengembangan > Kebijakan (School of Architecture, Planning and Policy Development (?)) > > Di USA, Planning masuk ke School of apa? > Bagaimana di Belanda? > > Apakah ini hanya sekedar perubahan nama ? atau perubahan nama itu adalah > pertanda reformasi (perubahan) cara pikir, cara-kategorisasi dan sekaligus > penegasan statement maksud dan tujuan yang diharapkan dari perubahan nama > tsb? > > Mohon diskusinya.. > > > Salam hangat, > -K- > > NB: apperently, Shakespere sedang menggambarkan seorang yg sedang dimabuk > cinta ketika berpuisi mengenai nama sekuntum mawar.. awal pemikiran > semiologi (atau semiotika, atau.. gak penting namanya apa.. haha). > Dalam kebudayaan kita, nama adalah doa.. memberi nama pun pakai upacara dan > doa.. > Perubahan nama dari Planologi ke PWK mungkin memberi isyarat bahwa soko-guru > perencanaan Indonesia atau kiblat pembangunan; pindah dari Belanda.. ke USA > .. (for better or worse..) > > > > > > ================ > Harya Setyaka > > 973 Turtle Crest Drive | Irvine, CA 92603 > Phone : +1.949.769.3624 | Mobile : +1.949.748.0978 > Skype ID : harya.setyaka | BB-M PIN: 20EEEBB4 > > > > > > 2009/10/24 Risfan Munir risf...@... > > > > > > > Uda Ekadj, > > Penggunaan istilah Planologi menunjukkan usia Anda. Pada jaman (saya he he > > he) sekarang ini namanya sudah lebih eksplisit "Perencanaan Wilayah dan > > Kota". Jadi tak perlu gothal-gathuk nama. > > > > Salam, > > Risfan Munir

