dear franciskamwindy, 
I am impressed about your honesty, and I think in toponomy as well as topologi, 
we rather avoid the problem of names, so why not take it direct and smell the 
rose , but do roses smell in Delft,  give me a break will you urbanized  
asphalt roses. Salam dari tomohon, 




________________________________
From: franciska windy <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, November 3, 2009 6:53:49 AM
Subject: Re: [referensi] Re: Planologi --> Perencanaan Wil-Kot

  
Jujur,saya pribadi kalau mengenai masalah nama akan meracu ke quote di romeo 
and julliet :"What's in a name? That which we call a rose
By any other name would smell as sweet."-Shakespeare . 

Kalau di TU Delft, ilmu tata kota ada dibawah "urbanism".Urbanism itu terdiri 
dari planology dan urban design.
planology lebih kepada process dan designer lebih kepada objet of interest.
Tapi tentu saja keduanya berkaitan erat sekali

Menurut saya yang penting bukan nama/title, tapi orang itu sendiri.dan 
bagaimana orang tersebut (dalam hal ini bisa planolog) merepresentasikan 
dirinya (bisa menerangkan tentang profesinya)

contoh :

-ketika saya bekerja di sebuah konsultan arsitek di singapore, seorang teman 
(bukan arsitek,planner, designer etc) bertanya
"kamu kerjanya arsitek ya?" saya jawab iya.
kemudian dia menjawab "wah kerjanya apa ya?gambar2 tempat tidur,kursi. .. 
ngasih2 gambar pohon?"
:D
wah salah kaprah yang besar sekali, saya pikir. tapi ya, memang tugas kita 
menjelaskan kepada orang apa sebenarnya yang dilakukan profesi kita

-ada seorang teman apoteker (kuliah sarjana + profesi 1 tahun) disangka D3.

Yang mengalami salah kaprah seperti ini bukan hanya bidang planologi.banyak 
sekali bidang lain.apalagi bidang yang termasuk baru di indonesia atau bidang 
dari luar negeri yang belum adajurusan di indonesia (terdengar lebih aneh 
lagi). contoh :jurusan laser, jurusan plastik

Jadi buat orang2 yang belum tahu tentang jurusan kita,tugas kita buat promosi.A 
product is just as good as been said by a salesman

franciska windy






________________________________

From: ffekadj <4ek...@gmail. com>
To: refere...@yahoogrou ps.com
Sent: Mon, November 2, 2009 2:38:04 AM
Subject: [referensi] Re: Planologi --> Perencanaan Wil-Kot

  

Bu 2ny ysh, kurang tahu bu, dulu saya belajar manajemen. Mungkin bisa
kita tunggu penjelasan dari scholars yang belajar khusus seperti Delik,
Laksmi, Fransisca, dll. Salam.

-ekadj

--- In refere...@yahoogrou ps.com, Reny ansih <renyan...@. ..> wrote:
>
> Halo... ikut nimbrung ah...
> Tahun 2008 awal yang lalu.... saya diundang sebagai "alumni berbagi"
di Gedung SAPPK di lingkungan ITB. Seorang mahasiswa bertanya: "Kenapa
ya bu, kok kalau kita menyebut PLANOLOGI masih banyak yang ga ngerti dan
ga kenal malah masih salah dikirain masih ada hubungan dengan
planetarium hiii atau ilmu planet...... "
> Saya jawab .... "ya kenapa dong jurusan planologi ini seringkali ganti
nama? Kan jadi seperti orang yang sering ganti nomor HP aja, kenapa dong
ga kayak jurusan arsitektur yang dari dulu sampai sekarang selalu
disebut jurusan arsitektur, juga seperti jurusan hukum, jurusan
kedokteran, kan ga pernah ganti nama menjadi Sekolah Bangunan Berseni
hiiii....,Sekolah Keadilan (... yang ada Partai Keadilan ya...) kenapa
ga disebut dan ga pernah disebut Sekolah Penyembuhan Penyakit
Manusia..?!, " .... jadi jangan salahkan orang ga kenal
planologi... planologi cuma tinggal nama sebagai HMP Pangripta Loka saja
kan....bener ga, jangan2 sudah ga ada pula nama itu.
> Sori ya teman2 dan senioren di PL-ITB (...eh iya ya...masih ada ga
istilah PL-ITB begini?), walaupun sudah dijelaskan oleh beberapa dosen
saya tetap ga habis pikir kenapa ya sering ganti nama.... kesan saya kok
jadi kayak proyek saja ganti2 kegiatan, padahal maennya begitu2 juga,
akhirnya kusut sendiri...bingung sendiri, emangnya kenapa kalau pake
nama Jurusan Planologi?!! Kalo ga mau dimarahi Bung Karno,
ke-Belanda2- an...ya mungkin jangan jauh2lah toh katanya Kehutanan juga
pake Planologi Hutan ga salah2 amat, siapa tau jadi nurut sama RTRWN,
sehingga ga menghambat penetapan RTRWP yang katanya sudah lewat waktu
untuk ditetapkan sebagai Perda Provinsi sebagaimana diamanatkan UUPR
baru. Rupanya zadul itu ada tarik2an antara Amrik dan Londo
ya....kebetulan waktu menyusun UUPR yang lama saya ditugaskannya ke
Belanda, mereka menyebutnya Ruimtelijk Ordening untuk Penataan Ruang
atau Spatial Planning, rupanya sudah ikutan Amrik juga ya, ya disahkan
saja nanti
> jadi Jurusan Penataan Ruang disingkat PR saja bukan PL lagi....nggak
cadel lagi ya...
> Istilah 'ruimtelijk' itu digunakan untuk instansinya yang Ministrie
van Volkhuisvesting, Ruimtelijk Ordening en Milieubeheer, ga terpikir
waktu itu untuk nama perguruan tinggi yang belajar ilmu planologie itu
disebut apa ya.... uda Eka yang sekolah disitu mungkin tahu apa pake
nama Faculteit Planologie ?
> Salam - 2ny
>
> --- On Sun, 10/25/09, Harya Setyaka harya.setyaka@ ... wrote:
>
> From: Harya Setyaka harya.setyaka@ ...
> Subject: Re: [referensi] Planologi --> Perencanaan Wil-Kot
> To: refere...@yahoogrou ps.com Gedung
> Date: Sunday, October 25, 2009, 10:50 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Hmm sy gak mikir ksitu sih..
> Gak punya apriori apa apa.
> Cuma mau nanya senetral mungkin; ketika kita ganti nama, what were
we/they thinking?
>
> Tabik,
> -K-
>
>
>
>
> Pedal Powered BikeBerry
> From: "ffekadj" 4ek...@gmail. com>
> Date: Sun, 25 Oct 2009 17:44:41 -0000To: refere...@yahoogrou
ps.com>Subject: [referensi] Planologi --> Perencanaan Wil-Kot
>
>
>
>
>
>
> Maaf mohon nanya mas, dari uraian aksiomatik anda apakah maksudnya
'gaya
>
> Amerika' tidak mampu mendeliberasi konsepsi keilmuan? Trims.
>
>
>
> -ekadj
>
>
>
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, Harya Setyaka <harya.setyaka@ ...>
>
> wrote:
>
> >
>
> > Sorry X-posting...
>
> >
>
> > Menyambut 50 tahun, its appropriate to be nostalgic.
>
> >
>
> > Dulu Planologi, lalu menjadi Perencanaan Wilayah dan Kota..
>
> >
>
> > Resmi dianggap berdiri tahun 1959 (kalao gak, ya gak Dies Emas
>
> sekarang..
>
> > hehe..).
>
> >
>
> > Menurut catatan saya yang belum tentu sahih; jaman pra-Soekarno,
ilmu
>
> tata
>
> > kota sudah diajarkan di THS, antara lain oleh Ir. H. Thomas
Karsten..
>
> > Mengikuti terminologi Belanda; Planologie .. maka diserap dalam
bahasa
>
> > Indonesia; Planologi.
>
> >
>
> > Lalu, suatu ketika, the Groote Bung; Soekarno marah besar dan kalap
>
> sama
>
> > orang Belanda perkara sengketa Papua (was Irian Barat) dengan
>
> Pemerintah
>
> > Belanda..
>
> > tahun 1957 semua orang Belanda, dan yg 'berbau' Belanda (yg belum
>
> tentu
>
> > mendukung keputusan Pemerintah Belanda tersebut) diusir paksa,
>
> digusur, ...
>
> > Lalu didatangkan Profesor-2 dari Kentucky, USA (jauh sebelum
Kentucky
>
> Fried
>
> > Chicken pertama buka cabang di Jakarta tahun 1979) .. (untung yg
>
> dateng
>
> > Professor, kalao Kolonel, malah buka restoran..)
>
> >
>
> > Di USA, tidak dikenal Planologie.. . yg ada adalah Urban&Regional
>
> Planning,
>
> > City&Reg Planning, Regional&City Planning. etc..
>
> > yang kalao diterjemahkan (bukan diserap); menjadi Perencanaan
Wilayah
>
> &
>
> > Kota..
>
> >
>
> > Lalu semula masuk FSTP-Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (School
>
> of
>
> > Civil Engineering and Planning)
>
> > lalu sekarang SAPPK - Sekolah Arsitektur dan Perencanaan
Pengembangan
>
> > Kebijakan (School of Architecture, Planning and Policy Development
>
> (?))
>
> >
>
> > Di USA, Planning masuk ke School of apa?
>
> > Bagaimana di Belanda?
>
> >
>
> > Apakah ini hanya sekedar perubahan nama ? atau perubahan nama itu
>
> adalah
>
> > pertanda reformasi (perubahan) cara pikir, cara-kategorisasi dan
>
> sekaligus
>
> > penegasan statement maksud dan tujuan yang diharapkan dari perubahan
>
> nama
>
> > tsb?
>
> >
>
> > Mohon diskusinya..
>
> >
>
> >
>
> > Salam hangat,
>
> > -K-
>
> >
>
> > NB: apperently, Shakespere sedang menggambarkan seorang yg sedang
>
> dimabuk
>
> > cinta ketika berpuisi mengenai nama sekuntum mawar.. awal pemikiran
>
> > semiologi (atau semiotika, atau.. gak penting namanya apa.. haha).
>
> > Dalam kebudayaan kita, nama adalah doa.. memberi nama pun pakai
>
> upacara dan
>
> > doa..
>
> > Perubahan nama dari Planologi ke PWK mungkin memberi isyarat bahwa
>
> soko-guru
>
> > perencanaan Indonesia atau kiblat pembangunan; pindah dari Belanda..
>
> ke USA
>
> > .. (for better or worse..)
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > ============ ====
>
> > Harya Setyaka
>
> >
>
> > 973 Turtle Crest Drive | Irvine, CA 92603
>
> > Phone : +1.949.769.3624 | Mobile : +1.949.748.0978
>
> > Skype ID : harya.setyaka | BB-M PIN: 20EEEBB4
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > 2009/10/24 Risfan Munir risfano@
>
> >
>
> > >
>
> > >
>
> > > Uda Ekadj,
>
> > > Penggunaan istilah Planologi menunjukkan usia Anda. Pada jaman
(saya
>
> he he
>
> > > he) sekarang ini namanya sudah lebih eksplisit "Perencanaan
Wilayah
>
> dan
>
> > > Kota". Jadi tak perlu gothal-gathuk nama.
>
> > >
>
> > > Salam,
>
> > > Risfan Munir
>



   


      

Kirim email ke