Semoga terusan berikut bermanfaat untuk becermin diri.

Salam,
MAB

Source: 
http://umum.kompasiana.com/2009/05/10/ciri-manusia-indonesia-menurut-mochtar-lubis/

--begins--
Ciri Manusia Indonesia Menurut Mochtar Lubis

Oleh: Chappy Hakim

Sekedar mengingatkan kembali, saya kutipkan ulang tentang ciri manusia 
Indonesia menurut Mochtar Lubis:

Ciri pertama manusia Indonesia adalah hipokrit atau munafik. Di depan umum kita 
mengecam kehidupan seks terbuka atau setengah terbuka, tapi kita membuka tempat 
mandi uap, tempat pijat, dan melindungi prostitusi. Kalau ditawari sesuatu akan 
bilang tidak namun dalam hatinya berharap agar tawaran tadi bisa diterima. 
Banyak yang pura-pura alim, tapi begitu sampai di luar negeri lantas mencari 
nightclub dan pesan perempuan kepada bellboy hotel. Dia mengutuk dan 
memaki-maki korupsi, tapi dia sendiri seorang koruptor. Kemunafikan manusia 
Indonesia juga terlihat dari sikap asal bapak senang (ABS) dengan tujuan untuk 
survive.

Ciri kedua manusia Indonesia, segan dan enggan bertanggung jawab atas 
perbuatannya. Atasan menggeser tanggung jawab atas kesalahan kepada bawahan dan 
bawahan menggeser kepada yang lebih bawah lagi. Menghadapi sikap ini, bawahan 
dapat cepat membela diri dengan mengatakan, ”Saya hanya melaksanakan perintah 
atasan.”

Ciri ketiga manusia Indonesia berjiwa feodal. Sikap feodal dapat dilihat dalam 
tata cara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan organisasi kepegawaian. 
Istri komandan atau istri menteri otomatis menjadi ketua, tak peduli kurang 
cakap atau tak punya bakat memimpin. Akibat jiwa feodal ini, yang berkuasa 
tidak suka mendengar kritik dan bawahan amat segan melontarkan kritik terhadap 
atasan.

Ciri keempat manusia Indonesia, masih percaya takhayul. Manusia Indonesia 
percaya gunung, pantai, pohon, patung, dan keris mempunyai kekuatan gaib. 
Percaya manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua untuk 
menyenangkan ”mereka” agar jangan memusuhi manusia, termasuk memberi sesajen. 

”Kemudian kita membuat mantra dan semboyan baru, Tritura, Ampera, Orde Baru, 
the rule of law, pemberantasan korupsi, kemakmuran yang adil dan merata, insan 
pembangunan,” ujar Mochtar Lubis. Dia melanjutkan kritiknya, ”Sekarang kita 
membikin takhayul dari berbagai wujud dunia modern. Modernisasi satu takhayul 
baru, juga pembangunan ekonomi. Model dari negeri industri maju menjadi 
takhayul dan lambang baru, dengan segala mantranya yang dirumuskan dengan 
kenaikan GNP atau GDP.”

Ciri kelima, manusia Indonesia artistik. Karena dekat dengan alam, manusia 
Indonesia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaan sensualnya, dan 
semua ini mengembangkan daya artistik yang dituangkan dalam ciptaan serta 
kerajinan artistik yang indah.

Ciri keenam, manusia Indonesia, tidak hemat, boros, serta senang berpakaian 
bagus dan berpesta. Dia lebih suka tidak bekerja keras, kecuali terpaksa. Ia 
ingin menjadi miliuner seketika, bila perlu dengan memalsukan atau membeli 
gelar sarjana supaya dapat pangkat. Manusia Indonesia cenderung kurang sabar, 
tukang menggerutu, dan cepat dengki. Gampang senang dan bangga pada hal-hal 
yang hampa.

Kita, menurut Mochtar Lubis, juga bisa kejam, mengamuk, membunuh, berkhianat, 
membakar, dan dengki. Sifat buruk lain adalah kita cenderung bermalas-malas 
akibat alam kita yang murah hati.

Selain menelanjangi yang buruk, pendiri harian Indonesia Raya itu tak lupa 
mengemukakan sifat yang baik. Misalnya, masih kuatnya ikatan saling tolong. 
Manusia Indonesia pada dasarnya berhati lembut, suka damai, punya rasa humor, 
serta dapat tertawa dalam penderitaan. Manusia Indonesia juga cepat belajar dan 
punya otak encer serta mudah dilatih keterampilan. Selain itu, punya ikatan 
kekeluargaan yang mesra serta penyabar.

Dan terakhir ada juga  yang mengatakan bangsa kita senang melihat orang susah 
dan susah melihat orang senang.
--ends--
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke