Ciri yang kedelapan adalah bisa membuat 7 ciri manusia Indonesia. Thanks. CU. BTS.
--- On Thu, 11/12/09, [email protected] <[email protected]> wrote: > From: [email protected] <[email protected]> > Subject: [referensi] Ciri Manusia Indonesia Menurut Mochtar Lubis > To: > Date: Thursday, November 12, 2009, 9:01 AM > Semoga terusan berikut bermanfaat > untuk becermin diri. > > Salam, > MAB > > Source: > http://umum.kompasiana.com/2009/05/10/ciri-manusia-indonesia-menurut-mochtar-lubis/ > > --begins-- > Ciri Manusia Indonesia Menurut Mochtar Lubis > > Oleh: Chappy Hakim > > Sekedar mengingatkan kembali, saya kutipkan ulang tentang > ciri manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis: > > Ciri pertama manusia Indonesia adalah hipokrit atau > munafik. Di depan umum kita mengecam kehidupan seks terbuka > atau setengah terbuka, tapi kita membuka tempat mandi uap, > tempat pijat, dan melindungi prostitusi. Kalau ditawari > sesuatu akan bilang tidak namun dalam hatinya berharap agar > tawaran tadi bisa diterima. Banyak yang pura-pura alim, tapi > begitu sampai di luar negeri lantas mencari nightclub dan > pesan perempuan kepada bellboy hotel. Dia mengutuk dan > memaki-maki korupsi, tapi dia sendiri seorang koruptor. > Kemunafikan manusia Indonesia juga terlihat dari sikap asal > bapak senang (ABS) dengan tujuan untuk survive. > > Ciri kedua manusia Indonesia, segan dan enggan bertanggung > jawab atas perbuatannya. Atasan menggeser tanggung jawab > atas kesalahan kepada bawahan dan bawahan menggeser kepada > yang lebih bawah lagi. Menghadapi sikap ini, bawahan dapat > cepat membela diri dengan mengatakan, ”Saya hanya > melaksanakan perintah atasan.” > > Ciri ketiga manusia Indonesia berjiwa feodal. Sikap feodal > dapat dilihat dalam tata cara upacara resmi kenegaraan, > dalam hubungan organisasi kepegawaian. Istri komandan atau > istri menteri otomatis menjadi ketua, tak peduli kurang > cakap atau tak punya bakat memimpin. Akibat jiwa feodal ini, > yang berkuasa tidak suka mendengar kritik dan bawahan amat > segan melontarkan kritik terhadap atasan. > > Ciri keempat manusia Indonesia, masih percaya takhayul. > Manusia Indonesia percaya gunung, pantai, pohon, patung, dan > keris mempunyai kekuatan gaib. Percaya manusia harus > mengatur hubungan khusus dengan ini semua untuk menyenangkan > ”mereka” agar jangan memusuhi manusia, termasuk memberi > sesajen. > > ”Kemudian kita membuat mantra dan semboyan baru, Tritura, > Ampera, Orde Baru, the rule of law, pemberantasan korupsi, > kemakmuran yang adil dan merata, insan pembangunan,” ujar > Mochtar Lubis. Dia melanjutkan kritiknya, ”Sekarang kita > membikin takhayul dari berbagai wujud dunia modern. > Modernisasi satu takhayul baru, juga pembangunan ekonomi. > Model dari negeri industri maju menjadi takhayul dan lambang > baru, dengan segala mantranya yang dirumuskan dengan > kenaikan GNP atau GDP.” > > Ciri kelima, manusia Indonesia artistik. Karena dekat > dengan alam, manusia Indonesia hidup lebih banyak dengan > naluri, dengan perasaan sensualnya, dan semua ini > mengembangkan daya artistik yang dituangkan dalam ciptaan > serta kerajinan artistik yang indah. > > Ciri keenam, manusia Indonesia, tidak hemat, boros, serta > senang berpakaian bagus dan berpesta. Dia lebih suka tidak > bekerja keras, kecuali terpaksa. Ia ingin menjadi miliuner > seketika, bila perlu dengan memalsukan atau membeli gelar > sarjana supaya dapat pangkat. Manusia Indonesia cenderung > kurang sabar, tukang menggerutu, dan cepat dengki. Gampang > senang dan bangga pada hal-hal yang hampa. > > Kita, menurut Mochtar Lubis, juga bisa kejam, mengamuk, > membunuh, berkhianat, membakar, dan dengki. Sifat buruk lain > adalah kita cenderung bermalas-malas akibat alam kita yang > murah hati. > > Selain menelanjangi yang buruk, pendiri harian Indonesia > Raya itu tak lupa mengemukakan sifat yang baik. Misalnya, > masih kuatnya ikatan saling tolong. Manusia Indonesia pada > dasarnya berhati lembut, suka damai, punya rasa humor, serta > dapat tertawa dalam penderitaan. Manusia Indonesia juga > cepat belajar dan punya otak encer serta mudah dilatih > keterampilan. Selain itu, punya ikatan kekeluargaan yang > mesra serta penyabar. > > Dan terakhir ada juga yang mengatakan bangsa kita senang > melihat orang susah dan susah melihat orang senang. > --ends-- > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > > ------------------------------------ > > Komunitas Referensi > http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups > Links > > > [email protected] > > >

