Milisters ysh,
Meskipun wilayah2 NKRI sempat dijadikan negara boneka bentukan Belanda dan tlh
kembali ke pengakuan negara kesatuan, tetapi wilayah RI belum sepenuhnya utuh
(dpl. msh ada saudara kita yg msh dijajah) karena Irian Barat masih dikuasai
Belanda….. Utk itu, pemerintah NKRI berupaya merebut kembali Irian Barat….
Cara yang ditempuh ialah melalui diplomasi……Pasal 2 ayat 1 Piagam penyerahan
Kedaulatan ttg wilayah Irian (Niuew-Guinea) disebutkan sbg dalam status quo….
Utk sementara sambil berjalan dlm waktu 1 thn setelah tgl penyerahan kedaulatan
kpd RIS akan diselesaikan dengan cara perundingan….. Namun spt biasa Belanda
mulai mengingkari hasil KMB….khususnya menyangkut masalah Irian Barat …..krnnya
selain dgn diplomasi pemerintah NKRI juga lalu memakai kekuatan militer yg ada
utk merebut wilayah Irian barat yang dikuasai Belanda…...
Upaya diplomasi untuk mengembalikan Irian ke Pangkuan RI adlh:
Perundingan bilateral antara Indonesia dan Belanda, ttp usaha itu mengalami
kegagalan……
Sejak thn 1954, pemerintah NKRI mengajukan mslh Irian Barat ke Sidang Umum PBB…
Indonesia berulang kali mengajukan masalah tersebut, tetapi tak pernah
memperoleh tanggapan positif…..
Pada thn 1955, Indonesia berusaha mengajukan masalah tsb dlm Konferensi Asia
Afrika di Bandung, tetapi Belanda jg tdk menghiraukan……
Dlm rangka pembebasan Irian Barat itulah pd thn 1957 dilakukan aksi2 di
seluruh Indonesia:
Pada 18 Nop. 1957, diadakan rapat umum di Jakarta, dilanjutkan dgn aksi mogok
para buruh yg bekerja pada perusahaan milik Belanda di Indonesia. Aksi mogok
dimulai pd 2 Des. 1957.......
Pesawat terbang milik maskapai penerbangan Belanda (KLM) dilarang mendarat dan
terbang diatas wilayah Indonesia....
Aksi pengambil alihan modal perusahaan milik Belanda di Indonesia, mis. Bank
Escompto diambil alih oleh Pemerintah RI pada 9 Des. 1957 dan Netherlandsch
Handel Maatschappij N.V. juga diambil alih (diubah mjd Bank Dagang Negara)....
Percetakan De Unie jg tak luput dari Usaha pengambil alihan perusahaan2 milik
Bld di Indonesia, yg diatur dalam PP No.23 thn 1958........
Tgl 19 Des. 1961, Presiden Sukarno mencanangkan Tri Komando Rakyat (Trikora) yg
isinya :
Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.....
Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia...
Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dari kesatuan tanah
air Indonesia.........
Dalam rangka pembebasan Irian Barat maka dibentuklah komando operasi militer yg
diberi nama Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada 2 Jan. 1962. Komando
Mandala merencanakan Operasi2 pembebasan Irian Barat dlm tiga fase, yaitu:
Fase Infiltrasi: sampai akhir 1962 berusaha memasukkan 10 kompi tentara ke sktr
sasaran2 tertentu utk menciptakan daerah bebas de facto. Kesatuan-kesatuan ini
harus dapat mengembangkan penguasaan wilayah dgn membawa serta rakyat Irian
Barat dalam perjuangan fisik untuk membebaskan Irian barat.....
Fase Eksploitasi: mulai awal 1963. Operasi direncanakan mengadakan serangan
terbuka thd induk militer lawan, menduduki semua pos pertahanan musuh yang
penting....
Fase konsolidasi: awal tahun 1964. rencana penegakan RI secara mutlak di Irian
Barat. Dalam pertempuran di Laut Arafuru, tanggal 15 Januari 1962 Komondor Yos
Sudarso dan Kapten Wiratno gugur….
Tak kurang kala itu pemerintah Sukarno jg mengundang sukarelawan pembebasan
Irian Barat…. demikian banyak animo masyarakat sampai2 dari setiap kecamatan
hanya dipilih satu orang yg terbaik saja…. Dan kala itu seorang sukarelawan
wanita Herlina terjun pula di Irian Barat dan sampai sekian lama Herlina
menjadi semacam maskot srikandi Indonesia yg heroik dan singkat kata ….akhirnya
Irian Barat berhasil kembali kepangkuan Ibu Pertiwi……...
Salam,