Pak Aby, ini intermezzo saja, jangan dianggap serius. Pertama, saya memang sedikit French-minded, jadi suka latah kalau denger-denger Perroux, Sophie Marceau, dll. Kedua, pernyataan bapak di bawah mengingatkan saya pada Sartre, apalagi hare-hare gene sudah mulai banyak sapi di pinggir jalan. Jadi sesuai penuturan seorang teman, Sartre pernah menulis cerita sbb:
Ada seekor sapi yang digembala di suatu lapangan. Suatu hari dia melihat beberapa orang sedang bertemu di pinggir lapangan dan berbincang-bincang. Si sapi ini kemudian berpikir, "kenapa sih manusia-manusia itu suka berdiskusi?, kapan waktu saya pengen nanya nih." Keesokan harinya si sapi kembali merumput, lalu melihat ada beberapa orang sedang bertemu dan berbincang-bincang. Si sapi kemudian berpikir, "kenapa sih manusia-manusia itu suka berdiskusi?, kapan waktu saya pengen nanya nih." Keesokan harinya si sapi kembali merumput, lalu melihat ada beberapa orang sedang bertemu dan berbincang-bincang. Si sapi kemudian berpikir, "kenapa sih manusia-manusia itu suka berdiskusi?, kapan waktu saya pengen nanya nih." Keesokan harinya si sapi kembali merumput, lalu melihat ada beberapa orang sedang bertemu dan berbincang-bincang. Si sapi kemudian berpikir, "kenapa sih manusia-manusia itu suka berdiskusi?, kapan waktu saya pengen nanya nih." Demikian berlangsung berhari-hari. Hingga suatu hari si sapi bertemu tatap muka dengan manusia itu. Begitu bertemu, si sapi langsung terbengong-bengong. Moral dari cerita: sebenarnya ini khazanah cerita dari disiplin biologi yang diangkat oleh Sartre, yang menunjukkan perbedaan antara manusia dan sapi. Bila manusia itu memiliki long-term memory di otaknya, yang dapat menyimpan informasi di masa lampau dan mengembangkannya. Sedangkan si sapi hanya memiliki short-term memory, yang hanya terlintas pada ketika itu saja dan selebihnya digerakkan oleh naluri. Sehingga pada ketika si sapi bertemu dengan manusia, dia sudah lupa kalau dia harusnya bertanya. Itu saja pak, mangga dilanjutkeun ... -ekadj --- In [email protected], hengky abiyoso <watashi...@...> wrote: > > Nah itu mas Dwi daya ingatnya kuat betul kok?â¦.. > Ya benar â¦..wkt itu diskusi kita ttg menyemai industri manufaktur di KTI sampai  pd rencana skenario bgmn ngomongin (oleh presiden RI... /lalu yg lain ngapain ya?/⦠)

