Pak ABY ysh,

Tulisan anda mengingatkan kita akan masa lalu, memang penting untuk belajar 
sejarah seperti kata Bung Karno: 'jasmerah' (jangan sampai melupakan sejarah). 
Namun, sepertinya kita perlu melihat masa depan dengan 'inspirasi' atau 
'paradigma' baru, karena banyak perkembangan yang terjadi setelah 'era orla & 
orba' ke 'era-reformasi' yang sedang berproses saat ini. Bagaimana kira-2 
pengaruh perkembangan teknologi komunikasi-informasi yang pesat dalam 
era-globalisasi terhadap semangat nasionalisme kita ? Mohon pendapatnya, terima 
kasih.

Wassalam,

Onnos 
 


To: [email protected]
CC: [email protected]
From: [email protected]
Date: Thu, 12 Nov 2009 15:34:07 -0800
Subject: [referensi] Re: (11) Indonesia : Proyek Nasionalisme Yg Blm Selesai

  










Milisters ysh, 
Meskipun wilayah2 NKRI sempat dijadikan negara boneka bentukan Belanda dan tlh 
kembali ke pengakuan negara kesatuan, tetapi wilayah RI belum sepenuhnya utuh 
(dpl. msh ada saudara kita yg msh dijajah)  karena Irian Barat masih dikuasai 
Belanda….. Utk itu, pemerintah NKRI berupaya merebut kembali Irian Barat…. 
Cara yang ditempuh ialah melalui diplomasi……Pasal 2 ayat 1 Piagam penyerahan 
Kedaulatan ttg wilayah Irian (Niuew-Guinea) disebutkan sbg dalam status quo…. 
Utk sementara sambil berjalan dlm waktu 1 thn setelah tgl penyerahan kedaulatan 
kpd RIS akan diselesaikan dengan cara perundingan….. Namun spt biasa  Belanda 
mulai mengingkari hasil KMB….khususnya menyangkut masalah Irian Barat …..krnnya 
selain dgn diplomasi pemerintah NKRI juga lalu memakai kekuatan militer yg ada 
utk merebut wilayah Irian barat yang dikuasai Belanda…... 
Upaya diplomasi untuk mengembalikan Irian ke Pangkuan RI adlh: 

Perundingan bilateral antara Indonesia dan Belanda, ttp usaha itu mengalami 
kegagalan…… 
Sejak thn 1954, pemerintah NKRI mengajukan mslh Irian Barat ke Sidang Umum PBB… 
 Indonesia berulang kali mengajukan masalah tersebut, tetapi tak pernah 
memperoleh tanggapan positif….. 
Pada thn 1955, Indonesia berusaha mengajukan masalah tsb dlm Konferensi Asia 
Afrika di Bandung, tetapi Belanda jg tdk menghiraukan…… 
Dlm rangka pembebasan Irian Barat itulah pd thn 1957 dilakukan aksi2  di 
seluruh Indonesia: 

Pada 18 Nop. 1957, diadakan rapat umum di Jakarta, dilanjutkan dgn aksi mogok 
para buruh yg bekerja pada perusahaan milik Belanda di Indonesia. Aksi mogok 
dimulai pd 2 Des. 1957....... 
Pesawat terbang milik maskapai penerbangan Belanda (KLM) dilarang mendarat dan 
terbang diatas wilayah Indonesia.... 
Aksi pengambil alihan modal perusahaan milik Belanda di Indonesia, mis. Bank 
Escompto diambil alih oleh Pemerintah RI pada 9 Des. 1957 dan Netherlandsch 
Handel Maatschappij N.V. juga diambil alih (diubah mjd Bank Dagang Negara)....
Percetakan De Unie jg tak luput dari Usaha pengambil alihan perusahaan2  milik 
Bld di Indonesia, yg diatur dalam PP No.23 thn 1958........ 
Tgl 19 Des. 1961, Presiden Sukarno mencanangkan Tri Komando Rakyat (Trikora) yg 
isinya : 

Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda..... 
Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia... 
Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dari kesatuan tanah 
air Indonesia......... 
Dalam rangka pembebasan Irian Barat maka dibentuklah komando operasi militer yg 
diberi nama Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada 2 Jan. 1962. Komando 
Mandala merencanakan Operasi2 pembebasan Irian Barat dlm tiga fase, yaitu: 

Fase Infiltrasi: sampai akhir 1962 berusaha memasukkan 10 kompi tentara ke sktr 
sasaran2 tertentu utk menciptakan daerah bebas de facto. Kesatuan-kesatuan ini 
harus dapat mengembangkan penguasaan wilayah dgn membawa serta rakyat Irian 
Barat dalam perjuangan fisik untuk membebaskan Irian barat..... 
Fase Eksploitasi: mulai awal 1963. Operasi direncanakan mengadakan serangan 
terbuka thd induk militer lawan, menduduki semua pos pertahanan musuh yang 
penting.... 
Fase konsolidasi: awal tahun 1964. rencana penegakan RI secara mutlak di Irian 
Barat. Dalam pertempuran di Laut Arafuru, tanggal 15 Januari 1962 Komondor Yos 
Sudarso dan Kapten Wiratno gugur…. 
Tak kurang kala itu pemerintah Sukarno jg mengundang sukarelawan  pembebasan 
Irian Barat…. demikian banyak animo masyarakat sampai2 dari setiap kecamatan 
hanya dipilih satu orang yg terbaik saja…. Dan kala itu seorang sukarelawan 
wanita Herlina terjun pula di Irian Barat dan sampai sekian lama Herlina 
menjadi semacam maskot srikandi Indonesia yg heroik dan singkat kata ….akhirnya 
Irian Barat berhasil kembali  kepangkuan Ibu Pertiwi……... 
Salam, 
  
  
 



                                          
_________________________________________________________________
Manage multiple email accounts with Windows Live Mail effortlessly.
http://www.get.live.com/wl/all

Kirim email ke