Pak Onnos ysh, Pertama maturnuwun atas tgpnya….. saya akui sulit menjawab pertanyaan panjenengan…… Saya kira silahkan bgmnpun jg modernisasi dan teknologi serta komputerisasi akan terus menerus menerpa kehidupan manusia dimana manusia akhirnya harus tunduk kepadanya atau kalau tidak ia akan tertinggal dan tersisih samasekali….namun kita lihat… selalu saja tetap terdapat nilai2/ norma2/ naluri2 kehidupan dan kodrat2 manusia yg abadi sepanjang masa…… yg samasekali tak terpengaruh oleh modernisasi, globalisasi dan komputerisasi …...dimana ia dpt terus berada dan menjadi pedoman hidup dan mnjadi penyeimbang bagi modernisasi dan perkembangan teknologi……. Bbrp nilai2/ naluri2/ kodrat2 manusia yg abadi itu a.l. ... kehendak manusia utk melanjutkan dan mempertahankan kehidupan diri dan klgnya…. Hasrat utk memiliki ruang kehidupan yg berdaulat spt rumah sendiri, tempat kerja, kampung, kota dan negara tempat utk tinggal secara sah dan berdaulat….. hasrat utk hidup berkelompok, bernegara, berbangsa, berpasangan dan memiliki keturunan….. hasrat utk mempersiapkan kehidupan anak keturunan agar menjadi semakin lebih baik….. naluri utk melindungi dan memelihara orangtua yg smakin lemah….dsb….. …..semuanya itu membutuhkan kepastian2 dan kebutuhan2 a.l. keruangan (negara) ….hukum (UU dsb) ….rezim pemerintahan yg baik yg melayani dan melindungi…..dsb …..dimana kita melihat ketidakpastian ttg itu (spt contohnya negara Palestina yg selalu diobrak-abrik oleh Israel, Suku Patani di Thailand selatan yg beragama Islam yg ditekan oleh pemerintah dgn mayoritas agama Buddha…dsb.) …. akan menjadi malapetaka kehidupan …..dlm keadaan spt itu manusia tak dpt dgn tenang membina keluarganya dan merancang masa depannya…….. Krnnya semodern apapun kehidupan dan secanggih apapun teknologi…. Sepanjang nilai2/ norma2 kehidupan manusia yg berkait dgn kodratnya itu terancam terganggu ……manusia akan cenderung utk melindunginya nilai2 itu…… Kembali kepertanyaan diatas ….sebenarnya semangat nasionalisme tak perlu dan tak pernah terganggu oleh perkembangan teknologi dan globalisasi ….walau banyak orang dinegara susah macem kita ini mengira demikian….. Nasionalisme kita sebenarnya rusak justru krn nilai2 demokrasi yg menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kita telah lama dirusak oleh rezim orde baru yg menjalankan pemerintahan yg otoriter, represif dan korup…… rakyat bukan dilindungi namun justru ditakuti2 oleh tentaranya, polisinya, bahkan oknum camatnya, kades…..ditipudaya dsb….. jadi bgmn perasaan cinta bangsa dan negara dari rakyat akan tumbuh kembang dgn baik dlm keadaan spt itu?.......apakah begitu?......Salam, aby
--- On Fri, 11/13/09, Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> wrote: From: Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> Subject: RE: [referensi] Re: (11) Indonesia : Proyek Nasionalisme Yg Blm Selesai To: "[email protected]" <[email protected]> Date: Friday, November 13, 2009, 7:25 AM Pak ABY ysh, Tulisan anda mengingatkan kita akan masa lalu, memang penting untuk belajar sejarah seperti kata Bung Karno: 'jasmerah' (jangan sampai melupakan sejarah). Namun, sepertinya kita perlu melihat masa depan dengan 'inspirasi' atau 'paradigma' baru, karena banyak perkembangan yang terjadi setelah 'era orla & orba' ke 'era-reformasi' yang sedang berproses saat ini. Bagaimana kira-2 pengaruh perkembangan teknologi komunikasi-informas i yang pesat dalam era-globalisasi terhadap semangat nasionalisme kita ? Mohon pendapatnya, terima kasih. Wassalam, Onnos To: refere...@yahoogrou ps.com CC: pl...@yahoogroups. com From: watashi...@yahoo. com Date: Thu, 12 Nov 2009 15:34:07 -0800 Subject: [referensi] Re: (11) Indonesia : Proyek Nasionalisme Yg Blm Selesai Windows Live: Friends get your Flickr, Yelp, and Digg updates when they e-mail you.

