Tks Mas Dwiagus.. 
Atas pranala (link) yg membuka wawasan..

Kita sering kurang percaya diri menghadapi 'kenyataan' & 'kebiasaan masy/gaya 
hidup'..
Padahal credo nya planner adalah ”physical determinism" : yg mempostulatkan 
bahwa intervensi fisik dapat merubah perilaku..
Plus kita bumbui sedikit dengan micro-economics; bagaiman perilaku konsumen 
terhadap sinyal2 harga..

Perilaku masyarakat Belanda bersepeda bukan kehendak supranatural atau 'dari 
sono nye'..
Bersepeda di Belanda adalah perilaku logis menghadapi lingkungan fisik dan 
kebijakan fiskal: harga BBM..

Orang Belanda di Jogja cenderung naik kendaraan bermotor; sewa kijang kapsul 
atau taxi.. Di kawasan wisata nge-becak (lebih bernilai tourism daripada 
angkutan).. 
Sebaliknya orang Jogja di Belanda ya nggowes.. Kecuali ikut rombongan plesir 
dinas yg niscaya di-entertain KBRI Amsterdam..

GDP/capita Belanda 30x lipat Indonesia.. Kalao soal daya beli tentu orang 
Belanda rata2 bisa beli lebih dari 1 motor..
tapi orang Jogja milih beli motor daripada sepeda yg lebih murah..

Sekarang ada realita baru yg belum terjamah planner: dalam 5 tahun terakhir: 
minat berspeda meningkat tajam.. 

Sayangnya pendidikan & kebijakan transportasi kita sangat bias terhadap mobil.. 
Coba tanya orang PU Bina Marga bagaimana mereka mendekati permasalahan 
transportasi? Kapasitas jalan diukur dari kemampuannya mengangkut mobil..
Apa ada mata kuliah yg membahas bagaimana merancang suatu pemukiman yg ramah 
sepeda?
Di arsitektur&planologi pun diajari standar ketersediaan ruang parkir mobil 
dalam pembangunan gedung maupun kawasan.. Tidak ada standar mengenai parkir 
sepeda.. Itu masih dianggap aksesoris..


(Kira2, bagaiman Lefebvre&Bordieu menjelaskan ini...)


Salam,
-K-






Pedal Powered BikeBerry


-----Original Message-----
From: Sugiono Ronodihardjo <[email protected]>
Date: Sat, 12 Dec 2009 14:09:44 
To: [email protected]<[email protected]>
Subject: RE: [referensi] jalur sepeda?


Mas dan Mbak Refensier ysh;

Bicara masalah upaya mendorong untuk bersepeda ria, saya sepakat bahwa itu 
dapat mengurangi pemborosan energi, polusi dan menambah badan sehat. 

Namun, realitas perkembangan yang ada sepeda motor yang lebih banyak digunakan, 
contohnya kota Jogya yang dulu disebut 'kota sepeda' sekarang berapa prosen 
yang masih bertahan dengan 'bersepeda ria' setiap hari ? Mungkin, masalahnya 
bukan 'iklan' motor yang lebih gencar, kiranya kita perlu melihat 
kenyataan/kecenderungan lain, misal adanya perubahan 'gaya hidup' masyarakat 
selain mungkin tuntutan kebutuhan yang sudah berbeda. Didekat rumah saya ada 
pangkalan 'ojek' yang setiap hari mangkal sekitar 15 peng-ojek motor, mereka 
pada dasarnya adalah pengangguran sementara (banyak yang bisa jadi tukang 
bangunan atau pekerjaan serabutan lain, kalau ada pesanan). Sambil nunggu 
kerjaan tetap, mereka sejak jam 05.00 sampai 19.00 mencari tambahan dengan 
sepeda motor (sewaan atau kreditan), penghasilan bersih rata-2 sehari antara 
Rp. 20.000 s/d 30.000,-. Mungkin banyak pangkalan ojek-motor yang tersebar 
dimana-mana didekat tempat anda mungkin juga ada. Nah, ini suatu kenyataan yang 
perlu diamati, apakah ojek-sepeda dapat menggantikannya ? Mungkinkah kita dapat 
memberikan solusi terbaik untuk keberadaan sepeda motor (tidak hanya ojek) yang 
semakin menjamur ini ? Seperti: jalur jalan, tempat parkir, keamanan, 
pengurangan polusi suara & udara dari knalpotnya, dll. semoga tulisan ini 
bermanfaat.

Wassalam, 
Onnos. 


To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Sat, 12 Dec 2009 06:53:22 +0000
Subject: Re: [referensi] jalur sepeda?

  




Sya kira dimana iklan kendaraan bermotor selalu lebih agresif daripada iklan 
sepeda..

Apakah di Belanda ada pengecualian? Artis2 top nya pada mengiklankan sepeda dan 
bukan kend bmotor?

Mungkin yg mengecualikan Belanda adalah harga bensinnya..

Salam,
-K-





Pedal Powered BikeBerry




From: Djarot Purbadi <[email protected]> 
Date: Fri, 11 Dec 2009 20:53:09 -0800 (PST)
To: <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda?

  





Iklan sepeda selama ini kalah jauh dengan iklan motor, apalagi mobil. Jadi 
pantaslah motor dan mobil mendominasi gaya hidup dimana-mana. Tampaknya sepeda 
vs kendaraan bermotor akan memasuki pola Cicak lawan Buaya heheeee....

Salam,

Djarot Purbadi

http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]
http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Sat, 12/12/09, Risfan Munir <[email protected]> wrote:


From: Risfan Munir <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda?
To: [email protected]
Date: Saturday, December 12, 2009, 10:44 AM


Intermezo,

Emas pertama Indonesia di SEA Games 2009 diraih oleh atlet "balap sepeda" Risa 
Suseanty di nomor downhill. Selamat!

Saya kira akan baik kalau dia dijadikan ikon promo bersepeda (kayak iklan ..yg 
pake Rossi) itu lho. 

Salam, 
Risfan Munir



-----Original Message-----
From: Djarot Purbadi <[email protected]>
Sent: Saturday, December 12, 2009 9:27 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda?


Pak Risfan, uraian panjenengan memperkuat tesis saya, bahwa untuk 
ber-arsitektur ria atau ber-planning ria kita mesti melihat awalnya dari titik 
yang lain, tidak langsung ke arsitektur atau planning. Tentu ini bukan sebuah 
pelarian atas ketidakmampuan berarsitektur atau berplanning, melainkan sebuah 
kesadaran bahwa arsitektur dan tata keruangan ada di dalam jaring-jaring 
kehidupan, bukan perkara yang terisolasi atau terpisah dari sistem yang lain





                                          
_________________________________________________________________
Windows Live: Friends get your Flickr, Yelp, and Digg updates when they e-mail 
you.
http://www.microsoft.com/windows/windowslive/see-it-in-action/social-network-basics.aspx?ocid=PID23461::T:WLMTAGL:ON:WL:en-id:SI_SB_3:092010

Kirim email ke