Saya juga mau berkomen yg hampir sama dengan koko.

Kalow di NTT dan NTB, angka HDI yg buruk disumbang dari angka kematian ibu dan 
anak yg lumayan tinggi. Dan kebanyakan disebabkan karena keterlambatan dalam 
mencapai fasilitas kesehatan, yg dikarenakan tak adanya sistem angkutan rural 
yg bisa membawa ibu hamil dan anak yg bermasalah kesehatan ke rumah sakit. 
Tambahan lagi, hal tersebut juga membuat para keluarga enggan membawa ibu dan 
anak ke fasilitas kesehatan. Dan mereka prefer pergi ke dukun. 
Salah satu konsep intervensinya, maka sistem transportasi menjadi salah satu 
bagian sistem kesiagaan sebuah desa utk menghadapi permasalah kesehatan ibu dan 
anak. Mulai dari identifikasi siapa punya kendaraan apa, kendaraan mana 
membantu siapa, dst.
Itu yg dilakukan AusAID dan diteruskan GTZ di NTT dan NTB dan kemudian jd 
program nasional Desa Siaga-nya Menkes.

Jadi saya numpang teriak amin, utk menegaskan pentingnya rural transportation 
system.

Salam
Dwiagus
»»»  digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~  Genjot Teruuusss...!!!

-----Original Message-----
From: "Harya Setyaka" <[email protected]>
Date: Sat, 12 Dec 2009 06:47:10 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia?


Teman2 dari PUSTRAL(Pusat Studi Transp & Logistic) UGM menggiati rural 
transport cukup intensive.
Prof. Danang Parikesit, salah satu profesor muda di bidang transport juga 
sempat menjadi ketua IFRTD: Ins. For Rural Transp & Devt., yg berkedudukan di 
London.

Di luar Jawa, misal di Papua, minimnya infastruktur transportasi menjadi 
kendala pelayanan kesehatan&pendidikan. HDI nya jadi keok. JaTeng & Yogya HDI 
nya cukup tinggi..

Mengenai mangga busuk di Kediri: artinya harga produksi mangga+investasi 
pendingin+ ongkos angkut / kg >>> harga jual /kg   di pasar/kota.. (Basic Von 
Thunnen).
 
Kalau sudah panen tapi tidak terangkut juga; artinya ongkos angkut >= harga 
jual.

Sulitnya Informasi mengenai harga jual (price signal) ini menjadi tantangan 
bagi petani..



Salam,
-K-





Pedal Powered BikeBerry


-----Original Message-----
From: Eko B K <[email protected]>
Date: Fri, 11 Dec 2009 20:30:13 
To: <[email protected]>
Subject: [referensi] rural transport di Indonesia?

Bapak, Ibu, referensiers ysh., 

Selain MRT dan sepeda utk memecahkan masalah urban transport, saya kira kita 
juga punya masalah dgn rural transport... sayangnya (rasanya) belum pernah kita 
diskusikan di milis ini... saya terpikir setelah melihat foto2 kawan di Jawa 
Tengah dan Yogya yg memperlihatkan beberapa pickup (yg juga sudah penuh dgn 
barang) masih dipenuhi oleh 20 an orang...aneh tapi nyata...

sungguh miris melihat di era masa kini di mana ada indikasi korupsi ratusan 
milyar bahkan triliun rupiah, masih ada sekelompok saudara2 kita yg tidak hanya 
dihilangkan haknya utk menikmati transportasi yg nyaman, tapi bahkan juga yg 
aman... masalah "keamanan" dlm bertransportasi publik mungkin sudah sering kita 
lihat di KA Jabotabek... Tapi rural transport pun ternyata bermasalah, dan saya 
tidak tahu banyak ttg ini di Indonesia... kecuali bahwa pernah ada penelitian 
di Planologi ITB ttg dampak lingkungan dari rural transport, yg kalau 
hipothesis saya sih tidak akan signifikan dampaknya karena karakter dari rural 
transport yg merupakan low volume traffic... menurut saya yg perlu diteliti dr 
rural transport di Indonesia adalah keandalannya (ada ketika diperlukan), 
murahnya (kasus panen mangga di Kediri yg akhirnya dibiarkan membusuk akibat 
transportasi yg mahal dan tdk tersedianya fasilitas pendingin), kenyamanan dan 
keamanan (kasus manusia yg dijejal2 di
 belakang pickup).... dan masalahnya bisa bervariasi antara wilayah2 di Jawa 
dan luar Jawa, di dalam pulau dan antar pulau...

barangkali ada bapak/ibu yg berkenan sharing pengetahuannya, terimakasih...

salam.


 



  






      

Kirim email ke