Rekans ysh,

Memang percobaan analisisnya bisa dibawa ke mana-mana. Ken Arok, etnis, 
konspirasi pemecah bangsa (lah, pemicunya kan policy, petugas?), dst.
Tapi jangan lupa pemicu spesifiknya yaitu: PENGGUSURAN. Karena ini yang 
langsung terkait implementasi rencana. 
Adakah cara resettlement
, renewal yang lebih baik (buat penduduk dan petugas lapangan). Supaya jangan 
seperti adu domba antar orang kecil. 
Juga bagaimana agar dalam merencana dilengkapi juga kajian risiko dalam 
implementasi, termasuk DRR (disaster risk reduction) nya? Sebetulnya dari peta 
sosekbud kan bisa diketahui mana kawasan bronx, little italy nya, potensi 
rusuhnya. Dan, menggusur simbol (keramat) komunitas itu juga perlu ekstra 
perhatian, mungkin empathy juga. Karena itu efeknya kuat dalam mempersatukan 
komunitas.

Salam,
Risfan Munir

Pada Kam, 15 Apr 2010 10:36 CDT Harya Setyaka menulis:

>Tul betuul ...
>Sepakbola Eropa masih acap ternoda tingkah hooligans & tifosi.
>
>Although, yg jadi gang di LA itu kebanyakan non-Bule, atau euphemisme nya:
>"people of color".
>
>Sejarah USA juga tidak bersih dari tindakan kekerasan kolektif..
>dan.. selalu ada elemen etnis.
>
>Di Indonesia.. laah.. anak SMA tawuran (terutama Jakarta 1990an), Mahasiswa
>tawuran bahkan di-rutin-kan, tiap kali wisudaaan tawur dan bangga
>pulak... warga juga tawuran (terakhir di Manggarai tahun lalu)..
>eeh... antar instansi bersenjata juga tawuran.. masih ingat Linud vs. Brimob
>di Binjai, 2002?
>
>
>Salam,
>-K-
>
>
>
>2010/4/14 risfano <[email protected]>
>
>>
>>
>> Rekans ysh,
>>
>> Barat yang mana Pak Ukon, Pak BTS yang gak kenal kerusuhan? Hooliganism kan
>> rutin tiap tahun bikin rusuh di turnamen Eropa. Kerusuhan di LA,
>> tembak-menembak yang hampir rutin di beberapa metropolitan, sampai gas
>> beracun di Jepang, dst.
>>
>> Lalu apa sebabnya? Urbanisasi dan ketimpangan kesejahteraan, pengangguran
>> (tak kentara)? Suara yang tak pernah didengar?
>> Jujur saja bagaimana plotting "kawasan padat" itu peta RTRW, adakah
>> petrencana mengakui kehadiran kaum informal, atau yang mampu beli/sewa tanah
>> (formal) saja? Bagaimana transisi (darurat)nya mengingat kondisi sosial
>> ekonomi masyarakat kita masih harus migrasi ke kota-kota tanpa bekal?
>> Dalam diskusi Disaster Risk Reduction (DRR) sebetulnya risiko konflik
>> sosial ini sudah masuk agenda Pengelolaan Kota juga. Sehingga layak
>> dipikirkan Action Plan untuk mengantisipasi sebelum kasus terjadi, sert
>> diadopsi ke rencana. Mungkinkah?
>>
>> Salam,
>> Risfan Munir
>>
>>
>> --- In [email protected] <referensi%40yahoogroups.com>, "ukonisme"
>> <ukon...@...> wrote:
>> >
>> > Rekans,
>> > Kekerasan massal sesungguhnya sudah sangat kerap terjadi. Ada rusuh
>> antarsuporter sepakbola, bentrok antar warga kampung, bentrok antar ormas,
>> dan terakhir rusuh priok yg melibatkan satpol pp dan masyarakat. Sungguh
>> memprihatinkan.
>> >
>> > Saya jadi berpikir jangan2 kebiasaan rusuh massal ini ada sedikit andil
>> dari budaya kita yg komunal. Di masyarakat yg cenderung individualistis
>> seperti di barat, masyarakatnya lebih taat hukum dan takut melanggar aturan
>> karena mungkin ngerasa tak punya beking. Sedangkan di masyarakat komunal
>> karena ngerasa banyak temen, dia jadi lebih berani untuk bertindak rusuh.
>> >
>> > Mohon pencerahan dari para planolog yg antropolog.
>> >
>> > Salam.
>> > Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>> >
>> > -----Original Message-----
>> > From: i_gume...@...
>> > Date: Thu, 15 Apr 2010 01:34:28
>> > To: <[email protected] <referensi%40yahoogroups.com>>
>> > Subject: Re: [referensi] tanjung priok
>> >
>> > Saya jadi ingat nonton video ttg pamswakarsa dimana anak2 kecil ikut
>> memukul dan menikam korban. Saya menontonnya di australia. Sebelumnya saya
>> juga menonton pengakuan dan penyelasan seseorang yg waktu mudanya ikut
>> pembunuh petani yang dituduh PKI. Di periok pun ada anak2 yg terlibat.
>> > Saya khawatir anak2 yg ikut dlm kerusuhan di tg periok akan mengalami
>> kegelisahan seumur hidup seperti yg dialami pemuda yg ikut membunuh petani.
>> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
>> Teruuusss...!
>>
>> >
>> > -----Original Message-----
>> > From: rachm...@...
>> > Date: Thu, 15 Apr 2010 01:00:46
>> > To: <[email protected] <referensi%40yahoogroups.com>>
>> > Subject: Re: [referensi] tanjung priok
>> >
>> > Saya pikir kita juga harus menilai dari dua sisi. Satpol PP ya masyarakat
>> juga. Perlakuan yang buruk terhadap Satpol PP juga bisa dinilai sebagai
>> pelanggaran HAM oleh masyarakat kecuali satpol pp sudah dihilangkan Hak
>> Azasi nya.
>> >
>> > Perilaku masyarakat yang buruklah yang harus segera ditangani.
>> >
>> > Salam
>> >
>> > RM
>> >
>>



      

Kirim email ke