Betul Pak Risfan, pemicunya itu penggusuran. Penggusuran yang selalu bersisian 
dengan kekerasan itulah sinyal yang sampai di warga. Dan ini tidak mudah 
menghapusnya begitu saja dengan pendekatan yang persuasif. Makanya Foke masih 
komentar aneh, ' kita akan meminta Satpol PP untuk lebih persuasif ". Lha, apa 
satpol PP mau pakai batik?

Mengenai resettlement, sebenarnya kita sudah punya pengalaman sejak dulu, 
seperti di waduk KedungOmbo, Paspati di Bandung dan terakhir di Lapindo 
Sidoarjo dan BKT-BKB di Jakarta (on going). Tapi sayangnya semuanya tidak ada 
yang melembaga dan mengakumulasi kapasitas yang memadai. Sedemikian sehingga 
kita bisa tunjuk lembaga mana yang bisa dihandalkan. Hal ini sangat 
mengkhawatirkan sekali. Mengapa? Karena akibatnya, setiap kali membayangkan 
resettlement maka akan kebayang suatu urusan yang maha repot. Sehingga akhirnya 
tidak menjadi pilihan. Padahal keadaan seringkali hanya menyisakan pilihan ini.
Salam,
Jehan




--- On Fri, 4/16/10, Risfan M <[email protected]> wrote:

From: Risfan M <[email protected]>
Subject: [referensi] Re: tanjung priok, kekerasan & budaya komunal
To: [email protected]
Date: Friday, April 16, 2010, 6:38 AM

 Rekans ysh,

 Memang percobaan analisisnya bisa dibawa ke mana-mana. Ken Arok, etnis, 
konspirasi pemecah bangsa (lah, pemicunya kan policy, petugas?), dst.
 Tapi jangan lupa pemicu spesifiknya yaitu: PENGGUSURAN. Karena ini yang 
langsung terkait implementasi rencana. 
 Adakah cara resettlement
 , renewal yang lebih baik (buat penduduk dan petugas lapangan). Supaya jangan 
seperti adu domba antar orang kecil. 
 Juga bagaimana agar dalam merencana dilengkapi juga kajian risiko dalam 
implementasi, termasuk DRR (disaster risk reduction) nya? Sebetulnya dari peta 
sosekbud kan bisa diketahui mana kawasan bronx, little italy nya, potensi 
rusuhnya. Dan, menggusur simbol (keramat) komunitas itu juga perlu ekstra 
perhatian, mungkin empathy juga. Karena itu efeknya kuat dalam mempersatukan 
komunitas.

 Salam,
 Risfan Munir

  
  


      

Kirim email ke