Mas Hajar ysh, Dalam pendapat saya, memang benar bahwa makna "urbanisme" dalam bahasa Perancis bukan berarti ideologi. Urbanisme lebih bermakna sebagai suatu disiplin ilmu (domain teori) dan paktek-praktek yang berkaitan dengan pembangunan dan pengembngan aktivitas serta kehidupan di perkotaan. Untuk ebih jelasnya tentang makna kata ini, Mas Hajar bisa membacanya di Dictionaire de l'Urbanisme-nya Piere Merlin dan Francois Choay. Saya rasa dictionaire tsb ada di perpustakan. Saya punya buku tsb di rumah, dan untuk bisa melihatnya Mas Hajar bisa kontak Pangi. Sementara tentang makna "splintering", menilik dari bentukanya yang mengandungmakna kata kerja dan sekaligus kata benda, maka akan lebih baik apabila kata tersebut diterjemahkan sebagai "penyerpihan" yang juga memilik maka sebgai kata kerja dan sekaligus kata benda. Jadi, apabila Mas Hajar setuju dengan pndapat ini, maka padanan kata untuk istila splintering urbanisme adalah "penyerpihan pembangunan pekotaan". Mungkin sekian dulu dari saya tentan hal ini. Salam Fadjar Undip
--- En date de : Mar 27.4.10, hajar ahmad <[email protected]> a écrit : De: hajar ahmad <[email protected]> Objet: Bls: [referensi] [ASK] padanan istilah 'splintering urbanism' À: [email protected] Date: Mardi 27 avril 2010, 11h41 Terimakasih Bapak Danang, Bapak Risfan dan Bapak Abimanyu atas diskusinya. Memang didapat bahwa sulit mencari padanan kata urbanism itu sendiri, namun jika akhiran kata -ism itu sendiri kebanyakan disadurkan menjadi -isme dalam bahasa Indonesia. Saya mendapat pencerahan bahwa kata urbanism dalam bahasa prancis itu sendiri tidak merupakan paham/ideologi, namun lebih bermakna kepada segala bentuk kehidupan perkotaan. Jadi, apakah padanan kata 'urbanism' dalam Bahasa Indonesia jika bukan 'urbanisme' itu sendiri meskipun bukan bermakna ideologi? mohon pencerahan. Kembali ke splintering urbanism yang dari Stephen Graham, saya lebih cenderung untuk memadankan menjadi "serpihan urbanisme" atau "urbanism menyerpih". Untuk 'splinter' berarti 'serpih' (kata kerja) dan 'splintering' (kata kerja dan kata benda) berarti menyerpih atau serpihan sebagaimana 'build' berarti 'bangun' (kata kerja), dan 'building' (kata kerja dan kata benda) berarti membangun atau bangunan. Bagaimana pendapat yang lain? Terimakasih Salam, Hajar Ahmad Dari: Danang Pri <danang...@yahoo. com> Kepada: refere...@yahoogrou ps.com Terkirim: Sel, 27 April, 2010 10:54:11 Judul: Re: [referensi] [ASK] padanan istilah 'splintering urbanism' Terima kasih pak Abim dan pak Riswan, Saya juga setuju kita pakai saja 'urban' dan 'urbanitas', tapi 'urbanisme' di telinga kita rada aneh karena berbau faham atau ideologi. Celakanya kita dihadapkan pada salah-kaprah pengertian 'kaum urban' = 'kaum migran' plus ajaran guru-guru SD-SMP-SMA yang mendefinisikan 'urbanisasi' sebagai 'perpindahan penduduk dari desa ke kota'.... Ngomong-ngomong, yang punya hajat - pak Hajar Ahmad - kok belum muncul? salam, danang --- On Mon, 4/26/10, abimanyu takdir alamsyah <takdi...@gmail. com> wrote: From: abimanyu takdir alamsyah <takdi...@gmail. com> Subject: Re: [referensi] [ASK] padanan istilah 'splintering urbanism' To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Monday, April 26, 2010, 11:38 PM Pendapat pak Risfan memang lebih logis, karena padanan yang dipaksakan sering justru mengalihkan arti sesungguhnya. Namun kita juga perlu menyepakati penggunaannya kemudian. Dahulu saya memahami istilah kaum urban sebagai warga suatu tempat yang sudah bergaya hidup urban (di kota desa ataupun desa kota...?). Namun belakangan banyak yang memaknai kaum urban sebagai kaum migran yang in-migrate ke kota.... Apakah referensi dapat memperjelas kesepakatan pemaknaan yang dapat diterima oleh sebagian besar "kita" ? Salam, ATA 2010/4/27 Risfan Munir <risf...@yahoo. com> Ini mengacu ke stephen graham ya. Soal urbanism, urbanity, atau urban pada umumnya. Mungkin suatu saat kita perlu menaturalisasi istilah kata 'urban', mengingat arti urban sendiri memang sedikit beda dengan "kota" (city, town). Pakai saja urbanism, urbanitas. Dalam statistik juga, kalau "desa" punya ciri urban disebut "desa urban". Karena kalau disebut "desa - kota" justru membingungkan. Desa vs kota. Urban vs rural. Yang terakhir ini lebih mudah dibawa ke pengertian sifat. Dalam bahasa umum juga ada istilah "kaum urban", urban ....(ini, itu), seperti Rubrik Kompas. Salam, Risfan Munir From: abimanyu takdir alamsyah <takdi...@gmail. com> Sent: Sunday, April 25, 2010 10:26 AM To: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: [referensi] [ASK] padanan istilah 'splintering urbanism' Salam mas Danang, Apa betul "urbanism" dan "urbanity" sama ? Mungkin istilah urbanity lebih cocok dengan padanan "kekotaan" (bersifat kota) atau sifat kawasan yang "mengota" atau menjadi (mengada) sebagai suatu kota (atau "mengkota"?) . Kalau "urbanism", saya sendiri masih merasa ada kemungkinan lain: "ism" dengan subyek "wujud" kota (?) atau subyek "pelaku" ? Subyek pelaku disini antara lain adalah perencana kota yang lebih menganggap "kekotaan" sebaqgai faham yang dianggap paling sesuai (seperti "modernism", "capitalism" , "sosialism", dll). Silahkan dilanjutkan diskusinya agar kita dapat belajar secara kritis bersama.... Salam, ATA 2010/4/23 Danang Pri <danang...@yahoo. com> Salam, Saya selama ini juga menjadi penikmat pasif bacaan seru di referensi, dan kali ini ingin ikut nimbrung... Mas Hajar, yang pertama tentang "Hukum DM", kalau berasal dari bahasa Inggris, diindonesiakan kan mesti dibalik, jadi padanan 'urbanism' di depan dan padanan 'splintering' di belakang. Sayang kita nggak punya padanan yang memadai untuk kata "urbanism" atau "urbanity". "Urban" diberi padanan "kota" atau "perkotaan" tergantung konteksnya. "Urbanization" kita adopsi langsung jadi "urbanisasi" , atau ada yang menyebut "proses mengkota". "Serpihan" tidak pas menggantikan "splintering" karena serpihan adalah "hasil/akibat splintering" . Barangkali "menyerpih" lebih sesuai. Jadi, "splintering urbanism" bisa diberi padanan "kota menyerpih" atau "perkotaan menyerpih" atau "urbanisme menyerpih".. ....... Anggap saja ini pancingan untuk mengundang para senior menurunkan fatwanya.... . salam, danang priatmodjo --- On Thu, 4/22/10, hajar ahmad <hac...@yahoo. com> wrote: From: hajar ahmad <hac...@yahoo. com> Subject: [referensi] [ASK] padanan istilah 'splintering urbanism' To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Thursday, April 22, 2010, 9:50 PM Senior-senior milis ysh. Barangkali ini posting pertama saya di milis ini, namun sebelumnya saya telah bergabung dan menjadi milister pasif. Saat ini saya sedang merampungkan tesis saya bertema 'splintering urbanism' pada tahap finalisasi/penyempu rnaan khususnya untuk banyaknya istilah asing yang saya gunakan agar diganti dalam Bahasa Indonesia. Atas saran pembimbing saya, istilah 'spintering urbanism' yang terdapat dalam judul itu sendiri sebaiknya dicari padanan katanya dalam Bahasa Indonesia. Untuk itulah saya memohon pencerahan dari senior-senior, barangkali ada yang telah mengerti ataupun mengetahui padanan istilah tersebut. Sebagai gambaran, secara singkat saya menjelaskan terminologi 'splintering urbanism'. 'Splintering urbanism' itu sendiri merupakan istilah yang dipublikasikan oleh profesor dari Inggris yaitu Graham dan Marvin (2001) di dalam bukunya "Splintering Urbanism: Networked Infrastructures, Technological Mobilities and the Urban Condition" untuk menjelaskan kondisi perkotaan pada era postmodern dimana terdapat proses unbundling (disintegrasi) melalui privatisasi dan liberalisasi infrastruktur jaringan perkotaan seperti transportasi, energi, telekomunikasi dan air bersih yang secara bersama-sama terjadi pula proses fragmentasi kota seperti adanya gated communities (komunitas berpagar). Istilah 'splintering' itu sendiri sering dipakai sebelumnya pada bidang politik yang menggambarkan kelompok-kelompok politik seperti partai politik yang "memisahkan diri" dari kelompok yang lebih besar. Selain itu dipakai pula dalam hal terorisme yaitu menggambarkan kondisi "pemisahan diri" kelompok teroris dari induk yang lebih besar. Dalam konsep perkotaan, 'splintering urbanism' menggambarkan kondisi pemisahan diri ataupun pemecahan ruang perkotaan maupun infrastruktur yang pada akhirnya menggambarkan serpihan perkotaan baik infrastruktur maupun ruang kota. Secara harfiah splinter bermakna (translate.google. com) untuk noun 1. suban 2. serpih 3. repihan 4. pecahan batu yang tajam 5. keping sedangkan untuk verb bermakna 1. terpecah 2. memecah 3. memecahkan 4. menyerpih Adapun istilah 'urbanism' menurut literatur anglo-saxon bermakna the way of life (dariLouis Wirth), sedangkan dalam literatur Eropa cenderung bermakna apa saja hal yang berkaitan dengan perkotaan atau kehidupan perkotaan (dari Bahasa Prancis). Profesor penguji saya menyarankan agar istilah 'splintering urbanism' diganti dengan 'serpihan ruang perkotaan' yang di dalamnya sesuai dengan konteks penelitian saya mengenai ruang kota khususnya permukiman (seperti komunitas berpagar). Namun disini saya masih ragu, karena yang 'menyerpih' bukan hanya ruang perkotaan saja melainkan juga jaringan infrastrukturnya seperti air bersih meskipun tidak terjadi pada kondisi ekstrim. Mohon pencerahan. Terimakasih. Wassalam, Hajar Ahmad ____________ _________ _________ _________ _________ __ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail. yahoo.com

