Pak Ekadj dan Rekans ysh, Agak aneh komentar Anda, karena biasa menyebut Faucault dst. Tapi waktu disodori penerapan aplikasinya di perkotaaan. Hubungan manusia dengan jaring-jaring infrastruktur kota. Kok bilang hanya cocok bagi "arsitek-geografer". Apa Anda sudah ketularan saya, melihat kota/wilayah dari "ekonomi-geografi"? He he he.
Pak Eka, pada kutipan SU-1 di Blog saya kasusnya Mumbai kan, walau perisetnya dari Perancis. Klik www.management-cafe.blogspot.com Semoga manfaat. Salam, Risfan Munir -----Original Message----- From: - ekadj <[email protected]> Sent: Wednesday, April 28, 2010 10:44 PM To: [email protected] Subject: Re: [referensi] [ASK] padanan istilah 'splintering urbanism' Pak Risfan, review-nya terkesan arsitek sedang menatap fenomena perubahan fisik kota ya pak? Sepertinya ada fragmentasi (physical) sistem pelayanan, inklusif, terasing, mandiri. Saya coba padukan dengan rujukan dari Pak Boy. Padahal basisnya geografi, dengan adanya konten teknologi maka mengikuti alur GP Murdoch, jadi positivis dan konstruktif. Masih dalam kerangka practical reason, dengan alur LH Morgan: praxis-->practises-->conceptual scheme. Seharusnya kalangan arsitek dan geografer lebih tepat dalam memaknakan. Salam. -ekadj 2010/4/28 Risfan M <[email protected]> Rekans ysh, Setelah saya coba browsing untuk memahami Splintering Urbanism ini, kayaknya memang gak bisa diterjemahkan gampangan begitu. Ada dua tulisan yang saya upload di Blog saya, yang juga direfer sana-sini. mungkin membantu meramaikan. Silahkan Klik: www.management-cafe.blogspot.com Semoga manfaat. Salam, Risfan Munir

