Bravo, Bu Sri Mulyani! Salam, CA
---------- Forwarded message ---------- From: Joko P <[email protected]> Date: Wed, 5 May 2010 23:30:13 -0700 (PDT) Subject: [karisma] SRI (KANDI) MULYANI To: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] SRI (KANDI) MULYANI ________________________________ Namanya identik dengan kepahlawanan, mengingatkan akan tokoh dalam pewayangan Sri Kandi. Tidaklah berlebihan kalau Sri Mulyani Indrawati (SMI) banyak mendapat pujian baik di rana internasional maupun nasional, mengingat prestasinya yang luar biasa. Menteri keuangan Indonesia ini, akhir-akhir ini banyak mendapat serangan dari kalangan segelintir politikus egois dan arogan, berkaitan dengan kasus Bank Century. Saya sebut egois dan arogan karena mereka merasa paling benar - apalagi dengan titel anggota DPR-nya. Segelintir mereka dipilih oleh hanya 300 ribuan, sudah merasa tinggi derajadnya sebagai manusia Indonesia. Pemilihnya pun belum tentu sejalan dengan mereka. Dunia politik penuh dengan kebusukan, jauh dari kejujuran. Manakala dunia terancam krisis ekonomi global, yang dampaknya juga dapat mengimbas Indonesia, semua merasa cemas. Namun ketika keberhasilan mengatasi krisis tersebut dicapai, orang lupa bahwa ada pihak-pihak yang telah bekerja keras untuk mencegah krisis itu terjadi. Bangsa ini tidak biasa memberikan pujian terhadap 'lawan' yang berhasil meraih prestasi, sebaliknya suka menghujat habis-habisan manakala ada celah untuk menyerang lawannya. Mentalitas politikus kita sangat menyedihkan. Maunya menang sendiri, merasa benar sendiri. Belajarlah dari politikus Amerika. Lihatlah, ketika hasil perhitungan suara menunjukkan Obama sebagi pemenang, dengan elegan Bush mengucapkan selamat. Begitu pula menjelang detik-detik pelantikan Obama, secara khusus Obama dan Bush beramah-tamah. Bagaimana dengan Indonesia ? Dendam kesumat Megawati terhadap SBY, misalnya, membuat keduanya tidak bisa bertemu sebagaimana 2 kepala negara Amerika tsb. Inilah contoh karakter politikus kita, yang jauh dari elegan ataupun kejujuran. Hatinya kelam, diliputi kedengkian. Sulit menerima kenyataan bahwa orang lain menerima amanah, karunia dan nikmat dari Yang Maha Kuasa. Serangan membabi buta terhadap SMI tidak lain hanyalah skenario serangan politik terhadap kepemimpinan RI 1. Para penyerang, akan bersorak kegirangan manakala Sri Mulyani tidak lagi di Kabinet. Kenapa ? Karena selama ini kebijakan ekonomi Sri Mulyani banyak menghantam bisnis konglomerat (yang juga pengurus partai besar). Kalau Srikandi kita ini tidak lagi di kabinet, maka mereka akan semaunya sendiri mengutak-atik aturan-aturan bisnis di negeri ini - termasuk pajak. Pengganti Sri Mulyani tidak akan serta merta bisa mengatasi perekonomian. Dia masih butuh waktu berbulan-bulan untuk mempelajari segala-sesuatunya, termasuk memanage internal instansinya. Akibatnya, roda perekonomian juga terganggu. Ada yang diuntungkan dengan situasi dan kondisi buruk ini : 1. Lawan politik pemerintah. Mereka akan dapat banyak amunisi untuk menyerang. Kondisi ekonomi paska Sri Mulyani akan jadi senjata utama. 2. Politikus-pebisnis. Kelompok ini sudah lama berseberangan dengan Sri Mulyani. Tentu saja karena selama ini kebijakan ekonomi Sri Mulyani membuat meraka terpojok, seperi kasus pajak tambang dll. Kelompok ini bagaikan bunglon, mudah berganti kulit. Tengoklah ke belakang, sebelum pilpres mereka berbondong-bondong mendukung calon - berlatar belakang saudagar - yang cenderung menguntungkan bisnisnya. Ketika kandidat dukungannya itu jeblok di pilpres, dengan secepat kilat mereka ganti haluan : merapat ke pemenang pilpres. Partai pun jadi alat tunggangan. Tiba-tiba partainya ganti haluan, tidak oposisi lagi. Tapi ketika hingar bingar di senayan sehubungan dengan pemungutan suara atas kasus Bang Century, mereka barbalik 180 derajat. Ada pepata dalam bahasa Jawa : "Becik ketitik, olo ketoro." Maknanya : kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan terungkap. Apa yang dituduhkan terhadap Sri Mulyani selama ini, dia hadapi dengan tenang dan tegar. Coba bandingkan dengan anggota DPR dari PKS yang tersandung kasus Bank Century (Misbachum), betapa gelisahnya dia manakala diwawancarai wartawan. Jawabannya muter-muter tidak karuan. Kalau dia merasa benar, kenapa harus gelisah ? Konyolnya, 'gang'nya di DPR berbondong-bondong membackupnya. Akhirnya, dengan kesedihan dan rasa kehilangan yang luar biasa, kita ucapkan selamat jalan buat Srikandi Indonesia. Orang lain lebih menghargai kemampuannya dari pada "segelintir manusia dominan yang picik" yang bercokol di negeri ini. Sedangkan kita, silent mojority, hanya bisa mengelus dada. Mudah-mudahan Tuhan YME tetap memberikan keasabaran di hati kita. Kita tidak berdaya menghadapi kaum arogan. Senjata kita hanya berupa DOA. Kepada kaum arogan, ingatlah,T"akutlah doa orang yang teraniaya/dizhalimi, karena sesungguhnya antara doa tersebut dan Allah tidak terdapat penghalang.” (HR Muslim) http://myindon.blogspot.com/2010/05/srikandi-mulyani.html ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

