Rekan Ukon,

Mohon maaf, saya bukan fans Ibu Sri Mulyani, tapi fans-nya PSMS
Medan.Tapi yang jelas, saya sama sekali tidak "nge-fans" dengan
manusia dan organisasi apapun yang "beraroma" Orba (dan Orla, btw).
Saya, selaku manusia yang secara alamiah pembelajarannya bersifat
heuristik (experience-based), memang tidak akan pernah bisa 100%
objektif melihat hal-hal yang pernah terjadi di masa lalu.

Jadi, mohon maaf, saya tidak bisa memenuhi harapan Rekan Ukon.

Salam,
CA

On 5/6/10, ukonisme <[email protected]> wrote:
> Pak Andri,
> Sedikit menambahkan saja, dalam kasus Sri Mulyani misalnya, umumnya orang
> sudah memposisikan dari awal sbg  fans sri mulyani atau pembenci sri
> mulyani. Maka para penggemar beliau akan membela mati2an apapun yg
> dilakukannya. Sebaliknya, para pembenci sri mulyani akan menyerang habis
> habisan apapun yg dilakukan beliau.
>
> Jadi kenapa dlm menilai sesuatu tdk fans2an seperti itu, berangkatlah dari
> titik nol. Kalaupun kita mengagumi bu sri mulyani, kalau ada tindakannya yg
> salah ya kita katakan salah. Sebaliknya, kalaupun kita kurang menyukai sosok
> beliau, kalau ada tindakan beliau yg benar ya katakan benar. Demikian pula
> dlm menilai DPR dan seterusnya.
>
> Salam.
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
> Date: Thu, 6 May 2010 17:52:29
> To: <[email protected]>
> Subject: Re: [referensi] Fw: Sri (Kandi) Mulyani
>
> Rekan Ukon,
>
> Sekarang kita berada di grey area dengan pola pikir logika fuzzy. Jadi
> kita tidak hitam-putih, namun melihat "derajat keabuan objek" yakni:
> siapa yang lebih hitam, dan siapa yang lebih putih. Tidak mengikuti
> "mazhab" Dan Brown: "Angels and Demons."
>
> "Dosa" KKN Orba yang menjadi "trigger" utang-piutang LN jauh lebih
> besar. Telusurilah banyak pihak yang kaya-raya dengan hasil bumi
> negeri ini dan temukanlah "hubungan spesialnya" dengan salah satu
> organisasi di masa Orba.
>
> Dan sekarang yang "maling-teriak-neolib" justru orang-orang yang kini
> "berbau" organisasi itu juga.
>
> Coincidence? Boleh jadi.
>
> Tetapi mengamati sejarah bangsa ini, hal ini sudah typical, alias
> tidak asing lagi. Lihat saja, orang-orang yang terlibat korupsi saat
> ini sebagiannya juga adalah eks-aktivis mahasiswa yang semasa
> mahasiswa teriak-teriak antikorupsi namun saat menjabat korupsinya
> justru lebih parah lagi.
>
> Seperti kata filsuf George Santayana: "Those who cannot remember the
> past are condemned to repeat it."
>
> Salam,
> CA
>
> On 5/6/10, ukonisme <[email protected]> wrote:
>> Kawan, dlm menilai sesuatu kejadian atau tindakan orang, saya heran
>> umumnya
>> orang memandangnya secara hitam putih, tak beda dengan nonton sinetron.
>>
>> Umumnya orang telah mengambil posisi sebelum memahami sesuatu secara
>> komprehensif, dan akan mati2an bertahan pada posisi itu meskipun misalnya
>> bukti2 yg muncul kemudian menunjukkan hal yang sebaliknya. Tak salah jika
>> ada yg mengatakan: "yang banyak itu memang para pembela kepentingan,
>> bukan
>> pencari kebenaran." Maka karena itu, bebaslah mencaci maki untuk memberi
>> dukungan atau mencaci maki utk sebaliknya.
>>
>> Saya percaya, manusia itu bukan malaikat yg selamanya berbuat baik, bukan
>> pula iblis yang selalu berbuat salah. Jadi mengapa tidak memahami setiap
>> masalah dengan kepala dingin, bijaksana, dan niatkan utk mencari akar
>> persoalan yg sebenarnya.
>>
>> Saya jd kembali teringat film "alangkah lucunya (negeri ini)" yg
>> menggambarkan dengan baik bahwa hidup ini tidak seperti sinetron.
>>
>> Salam.
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
>> Date: Thu, 6 May 2010 14:55:30
>> To: <[email protected]>
>> Subject: [referensi] Fw: Sri (Kandi) Mulyani
>>
>> Bravo, Bu Sri Mulyani!
>>
>> Salam,
>> CA
>>
>> ---------- Forwarded message ----------
>> From: Joko P <[email protected]>
>> Date: Wed, 5 May 2010 23:30:13 -0700 (PDT)
>> Subject: [karisma] SRI (KANDI) MULYANI
>> To: [email protected], [email protected],
>> [email protected], [email protected],
>> [email protected], [email protected],
>> [email protected], [email protected]
>>
>> SRI (KANDI) MULYANI
>>________________________________
>>
>>
>> Namanya identik dengan kepahlawanan, mengingatkan akan tokoh dalam
>> pewayangan Sri Kandi. Tidaklah berlebihan kalau Sri Mulyani Indrawati
>> (SMI) banyak mendapat pujian baik di rana internasional maupun
>> nasional, mengingat prestasinya yang luar biasa.
>>
>> Menteri keuangan Indonesia ini, akhir-akhir ini banyak mendapat
>> serangan dari kalangan segelintir politikus egois dan arogan,
>> berkaitan dengan kasus Bank Century.
>> Saya sebut egois dan arogan karena mereka merasa paling benar -
>> apalagi dengan titel anggota DPR-nya. Segelintir mereka dipilih oleh
>> hanya 300 ribuan, sudah merasa tinggi derajadnya sebagai manusia
>> Indonesia. Pemilihnya pun belum tentu sejalan dengan mereka.
>>
>> Dunia politik penuh dengan kebusukan, jauh dari kejujuran. Manakala
>> dunia terancam krisis ekonomi global, yang dampaknya juga dapat
>> mengimbas Indonesia, semua merasa cemas. Namun ketika keberhasilan
>> mengatasi krisis tersebut dicapai, orang lupa bahwa ada pihak-pihak
>> yang telah bekerja keras untuk mencegah krisis itu terjadi.
>>
>> Bangsa ini tidak biasa memberikan pujian terhadap 'lawan' yang
>> berhasil meraih prestasi, sebaliknya suka menghujat habis-habisan
>> manakala ada celah untuk menyerang lawannya.
>>
>> Mentalitas politikus kita sangat menyedihkan. Maunya menang sendiri,
>> merasa benar sendiri.
>>
>> Belajarlah dari politikus Amerika. Lihatlah, ketika hasil perhitungan
>> suara menunjukkan Obama sebagi pemenang, dengan elegan Bush
>> mengucapkan selamat. Begitu pula menjelang detik-detik pelantikan
>> Obama, secara khusus Obama dan Bush beramah-tamah.
>>
>> Bagaimana dengan Indonesia ? Dendam kesumat Megawati terhadap SBY,
>> misalnya, membuat keduanya tidak bisa bertemu sebagaimana 2 kepala
>> negara Amerika tsb. Inilah contoh karakter politikus kita, yang jauh
>> dari elegan ataupun kejujuran. Hatinya kelam, diliputi kedengkian.
>> Sulit menerima kenyataan bahwa orang lain menerima amanah, karunia dan
>> nikmat dari Yang Maha Kuasa.
>>
>> Serangan membabi buta terhadap SMI tidak lain hanyalah skenario
>> serangan politik terhadap kepemimpinan RI 1.
>>
>> Para penyerang, akan bersorak kegirangan manakala Sri Mulyani tidak
>> lagi di Kabinet. Kenapa ? Karena selama ini kebijakan ekonomi Sri
>> Mulyani banyak menghantam bisnis konglomerat (yang juga pengurus
>> partai besar). Kalau Srikandi kita ini tidak lagi di kabinet, maka
>> mereka akan semaunya sendiri mengutak-atik aturan-aturan bisnis di
>> negeri ini - termasuk pajak.
>>
>> Pengganti Sri Mulyani tidak akan serta merta bisa mengatasi
>> perekonomian. Dia masih butuh waktu berbulan-bulan untuk mempelajari
>> segala-sesuatunya, termasuk memanage internal instansinya. Akibatnya,
>> roda perekonomian juga terganggu.
>>
>> Ada yang diuntungkan dengan situasi dan kondisi buruk ini :
>> 1. Lawan politik pemerintah. Mereka akan dapat banyak amunisi untuk
>> menyerang. Kondisi ekonomi paska Sri Mulyani akan jadi senjata utama.
>>
>> 2. Politikus-pebisnis. Kelompok ini sudah lama berseberangan dengan
>> Sri Mulyani. Tentu saja karena selama ini kebijakan ekonomi Sri
>> Mulyani membuat meraka terpojok, seperi kasus pajak tambang dll.
>> Kelompok ini bagaikan bunglon, mudah berganti kulit. Tengoklah ke
>> belakang, sebelum pilpres mereka berbondong-bondong mendukung calon -
>> berlatar belakang saudagar - yang cenderung menguntungkan bisnisnya.
>> Ketika kandidat dukungannya itu jeblok di pilpres, dengan secepat
>> kilat mereka ganti haluan : merapat ke pemenang pilpres.
>>
>> Partai pun jadi alat tunggangan. Tiba-tiba partainya ganti haluan,
>> tidak oposisi lagi. Tapi ketika hingar bingar di senayan sehubungan
>> dengan pemungutan suara atas kasus Bang Century, mereka barbalik 180
>> derajat.
>>
>>
>> Ada pepata dalam bahasa Jawa : "Becik ketitik, olo ketoro." Maknanya :
>> kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan terungkap.
>>
>> Apa yang dituduhkan terhadap Sri Mulyani selama ini, dia hadapi dengan
>> tenang dan tegar. Coba bandingkan dengan anggota DPR dari PKS yang
>> tersandung kasus Bank Century (Misbachum), betapa gelisahnya dia
>> manakala diwawancarai wartawan. Jawabannya muter-muter tidak karuan.
>> Kalau dia merasa benar, kenapa harus gelisah ?
>> Konyolnya, 'gang'nya di DPR berbondong-bondong membackupnya.
>>
>> Akhirnya, dengan kesedihan dan rasa kehilangan yang luar biasa, kita
>> ucapkan selamat jalan buat Srikandi Indonesia. Orang lain lebih
>> menghargai kemampuannya dari pada "segelintir manusia dominan yang
>> picik" yang bercokol di negeri ini.
>>
>> Sedangkan kita, silent mojority, hanya bisa mengelus dada.
>> Mudah-mudahan Tuhan YME tetap memberikan keasabaran di hati kita.
>> Kita tidak berdaya menghadapi kaum arogan.
>> Senjata kita hanya berupa DOA.
>>
>> Kepada kaum arogan, ingatlah,T"akutlah doa orang yang
>> teraniaya/dizhalimi, karena sesungguhnya antara doa tersebut dan Allah
>> tidak terdapat penghalang.” (HR Muslim)
>>
>> http://myindon.blogspot.com/2010/05/srikandi-mulyani.html
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Komunitas Referensi
>> http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Komunitas Referensi
>> http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>
>
> ------------------------------------
>
> Komunitas Referensi
> http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Komunitas Referensi
> http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke