Rekan Ukon, Sekarang kita berada di grey area dengan pola pikir logika fuzzy. Jadi kita tidak hitam-putih, namun melihat "derajat keabuan objek" yakni: siapa yang lebih hitam, dan siapa yang lebih putih. Tidak mengikuti "mazhab" Dan Brown: "Angels and Demons."
"Dosa" KKN Orba yang menjadi "trigger" utang-piutang LN jauh lebih besar. Telusurilah banyak pihak yang kaya-raya dengan hasil bumi negeri ini dan temukanlah "hubungan spesialnya" dengan salah satu organisasi di masa Orba. Dan sekarang yang "maling-teriak-neolib" justru orang-orang yang kini "berbau" organisasi itu juga. Coincidence? Boleh jadi. Tetapi mengamati sejarah bangsa ini, hal ini sudah typical, alias tidak asing lagi. Lihat saja, orang-orang yang terlibat korupsi saat ini sebagiannya juga adalah eks-aktivis mahasiswa yang semasa mahasiswa teriak-teriak antikorupsi namun saat menjabat korupsinya justru lebih parah lagi. Seperti kata filsuf George Santayana: "Those who cannot remember the past are condemned to repeat it." Salam, CA On 5/6/10, ukonisme <[email protected]> wrote: > Kawan, dlm menilai sesuatu kejadian atau tindakan orang, saya heran umumnya > orang memandangnya secara hitam putih, tak beda dengan nonton sinetron. > > Umumnya orang telah mengambil posisi sebelum memahami sesuatu secara > komprehensif, dan akan mati2an bertahan pada posisi itu meskipun misalnya > bukti2 yg muncul kemudian menunjukkan hal yang sebaliknya. Tak salah jika > ada yg mengatakan: "yang banyak itu memang para pembela kepentingan, bukan > pencari kebenaran." Maka karena itu, bebaslah mencaci maki untuk memberi > dukungan atau mencaci maki utk sebaliknya. > > Saya percaya, manusia itu bukan malaikat yg selamanya berbuat baik, bukan > pula iblis yang selalu berbuat salah. Jadi mengapa tidak memahami setiap > masalah dengan kepala dingin, bijaksana, dan niatkan utk mencari akar > persoalan yg sebenarnya. > > Saya jd kembali teringat film "alangkah lucunya (negeri ini)" yg > menggambarkan dengan baik bahwa hidup ini tidak seperti sinetron. > > Salam. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]> > Date: Thu, 6 May 2010 14:55:30 > To: <[email protected]> > Subject: [referensi] Fw: Sri (Kandi) Mulyani > > Bravo, Bu Sri Mulyani! > > Salam, > CA > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Joko P <[email protected]> > Date: Wed, 5 May 2010 23:30:13 -0700 (PDT) > Subject: [karisma] SRI (KANDI) MULYANI > To: [email protected], [email protected], > [email protected], [email protected], > [email protected], [email protected], > [email protected], [email protected] > > SRI (KANDI) MULYANI > ________________________________ > > > Namanya identik dengan kepahlawanan, mengingatkan akan tokoh dalam > pewayangan Sri Kandi. Tidaklah berlebihan kalau Sri Mulyani Indrawati > (SMI) banyak mendapat pujian baik di rana internasional maupun > nasional, mengingat prestasinya yang luar biasa. > > Menteri keuangan Indonesia ini, akhir-akhir ini banyak mendapat > serangan dari kalangan segelintir politikus egois dan arogan, > berkaitan dengan kasus Bank Century. > Saya sebut egois dan arogan karena mereka merasa paling benar - > apalagi dengan titel anggota DPR-nya. Segelintir mereka dipilih oleh > hanya 300 ribuan, sudah merasa tinggi derajadnya sebagai manusia > Indonesia. Pemilihnya pun belum tentu sejalan dengan mereka. > > Dunia politik penuh dengan kebusukan, jauh dari kejujuran. Manakala > dunia terancam krisis ekonomi global, yang dampaknya juga dapat > mengimbas Indonesia, semua merasa cemas. Namun ketika keberhasilan > mengatasi krisis tersebut dicapai, orang lupa bahwa ada pihak-pihak > yang telah bekerja keras untuk mencegah krisis itu terjadi. > > Bangsa ini tidak biasa memberikan pujian terhadap 'lawan' yang > berhasil meraih prestasi, sebaliknya suka menghujat habis-habisan > manakala ada celah untuk menyerang lawannya. > > Mentalitas politikus kita sangat menyedihkan. Maunya menang sendiri, > merasa benar sendiri. > > Belajarlah dari politikus Amerika. Lihatlah, ketika hasil perhitungan > suara menunjukkan Obama sebagi pemenang, dengan elegan Bush > mengucapkan selamat. Begitu pula menjelang detik-detik pelantikan > Obama, secara khusus Obama dan Bush beramah-tamah. > > Bagaimana dengan Indonesia ? Dendam kesumat Megawati terhadap SBY, > misalnya, membuat keduanya tidak bisa bertemu sebagaimana 2 kepala > negara Amerika tsb. Inilah contoh karakter politikus kita, yang jauh > dari elegan ataupun kejujuran. Hatinya kelam, diliputi kedengkian. > Sulit menerima kenyataan bahwa orang lain menerima amanah, karunia dan > nikmat dari Yang Maha Kuasa. > > Serangan membabi buta terhadap SMI tidak lain hanyalah skenario > serangan politik terhadap kepemimpinan RI 1. > > Para penyerang, akan bersorak kegirangan manakala Sri Mulyani tidak > lagi di Kabinet. Kenapa ? Karena selama ini kebijakan ekonomi Sri > Mulyani banyak menghantam bisnis konglomerat (yang juga pengurus > partai besar). Kalau Srikandi kita ini tidak lagi di kabinet, maka > mereka akan semaunya sendiri mengutak-atik aturan-aturan bisnis di > negeri ini - termasuk pajak. > > Pengganti Sri Mulyani tidak akan serta merta bisa mengatasi > perekonomian. Dia masih butuh waktu berbulan-bulan untuk mempelajari > segala-sesuatunya, termasuk memanage internal instansinya. Akibatnya, > roda perekonomian juga terganggu. > > Ada yang diuntungkan dengan situasi dan kondisi buruk ini : > 1. Lawan politik pemerintah. Mereka akan dapat banyak amunisi untuk > menyerang. Kondisi ekonomi paska Sri Mulyani akan jadi senjata utama. > > 2. Politikus-pebisnis. Kelompok ini sudah lama berseberangan dengan > Sri Mulyani. Tentu saja karena selama ini kebijakan ekonomi Sri > Mulyani membuat meraka terpojok, seperi kasus pajak tambang dll. > Kelompok ini bagaikan bunglon, mudah berganti kulit. Tengoklah ke > belakang, sebelum pilpres mereka berbondong-bondong mendukung calon - > berlatar belakang saudagar - yang cenderung menguntungkan bisnisnya. > Ketika kandidat dukungannya itu jeblok di pilpres, dengan secepat > kilat mereka ganti haluan : merapat ke pemenang pilpres. > > Partai pun jadi alat tunggangan. Tiba-tiba partainya ganti haluan, > tidak oposisi lagi. Tapi ketika hingar bingar di senayan sehubungan > dengan pemungutan suara atas kasus Bang Century, mereka barbalik 180 > derajat. > > > Ada pepata dalam bahasa Jawa : "Becik ketitik, olo ketoro." Maknanya : > kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan terungkap. > > Apa yang dituduhkan terhadap Sri Mulyani selama ini, dia hadapi dengan > tenang dan tegar. Coba bandingkan dengan anggota DPR dari PKS yang > tersandung kasus Bank Century (Misbachum), betapa gelisahnya dia > manakala diwawancarai wartawan. Jawabannya muter-muter tidak karuan. > Kalau dia merasa benar, kenapa harus gelisah ? > Konyolnya, 'gang'nya di DPR berbondong-bondong membackupnya. > > Akhirnya, dengan kesedihan dan rasa kehilangan yang luar biasa, kita > ucapkan selamat jalan buat Srikandi Indonesia. Orang lain lebih > menghargai kemampuannya dari pada "segelintir manusia dominan yang > picik" yang bercokol di negeri ini. > > Sedangkan kita, silent mojority, hanya bisa mengelus dada. > Mudah-mudahan Tuhan YME tetap memberikan keasabaran di hati kita. > Kita tidak berdaya menghadapi kaum arogan. > Senjata kita hanya berupa DOA. > > Kepada kaum arogan, ingatlah,T"akutlah doa orang yang > teraniaya/dizhalimi, karena sesungguhnya antara doa tersebut dan Allah > tidak terdapat penghalang.” (HR Muslim) > > http://myindon.blogspot.com/2010/05/srikandi-mulyani.html > > > ------------------------------------ > > Komunitas Referensi > http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------------------ > > Komunitas Referensi > http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links > > > > ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

