Teori Darwin itu ada "missing link". Ooo pantesan selama ini ada "missing link" antara teknik perencanaan dengan kesejahteraan. Apakah begitu? Thanks. CU. BTS.
--- Pada Sen, 10/5/10, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Judul: Re: [referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 10 Mei, 2010, 9:19 PM So, seharusnya bagaimana, pak ? Powered by Telkomsel BlackBerry® From: - ekadj <4ek...@gmail. com> Date: Mon, 10 May 2010 17:55:47 +0700 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] ortogenesis dalam perencanaan kita Referensiers ysh. Hampir dipastikan seluruh perencana adalah penganut evolusionisme. Berarti penganut Charles Darwin. Evolusi merupakan suatu bentuk transformasi yang tetap dari kecil kepada yang lebih besar. Secara biologi hal ini coba dimaklumi dari generasi ke generasi, kemudian analogi biologi ini 'ditransplantasikan' ke dalam sistem sosial, sistem ekonomi, sistem politik, sistem kota, dst. Dengan dasar kaidah biologi ini, maka perencana banyak yang 'ngecap' menjelaskan gagasannya. Saya sudah sampaikan keluhan omongkosong ini dan tanggapannya. Namun dalam praktek teori evolusi ada permasalahan ortogenesis: kesalahpahaman asumsi mendasar tentang adanya 'kekuatan' yang akan mengarahkan, menjadikan lebih cerdas, lebih baik, dan lebih terencana. Padahal dalam teori evolusi sendiri tidak ada pembuktian tentang adanya 'kekuatan supra'; malah evolusi sendiri merupakan proses random, tidak ada kemajuan atau gerakan umum ke arah 'superior'. Darwin sendiri tidak pernah menyebutkan kata-kata 'lebih tinggi' atau 'lebih rendah' dalam menguraikan tahap evolusi yang berbeda-beda. Salam. -ekadj

