Pak BTS, selain faktor rumah susun dll juga perlu dicermati perkembangan tempat tidur susun, peralihan fungsi ruang tamu dan ruang makan menjadi kamar tidur, dll. Salam.
2010/6/14 Bambang Tata Samiadji <[email protected]> > > > Dear all. > > Jakarta mengalami pertumbuhan urbanisasi (dalam arti perpindahan penduduk > ke Jakarta) yang sangat pesat pada dekade 1961-1990. Pertumbuhan paling > pesat dialami pada periode 1961-1970 dengan laju pertumbuhan 4,46%, kemudian > mulai melambat pada periode 1970-1080 dengan laju pertumbuhan 3,93%, dan > terus melambat sampai pada periode 1980-1990 dengan laju pertumbuhan 2,41%. > Perlambatan pertumbuhan itu karena implikasi dari perubahan fungsi pemukiman > menjadi non-permukiman yang dialami mulai dari Jakarta Pusat dan kemudian > diikuti pada periode berikutnya pada Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta > Barat, dan Jakarta Timur. > > Mulai tahun 1990, perubahan fungsi dari permukiman menjadi nonpermukiman > berlangsung sangat dramatis hingga banyak penduduk yang berpindah ke luar > Jakarta dan mukim di periferi Bodetabek hingga laju pertumbuhan pada periode > 1990-2000 menjadi sangat rendah yaitu menjadi 0,16%.Perubahan fungsi yang > sangat mencolok terutama terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan > Jakarta Timur. > > Berdasarkan Sensus 2000, pada laju pertumbuhan 0,16% tersebut, jumlah > penduduk Jakarta pada posisi sekitar 8,4 juta. Kemudian pada hasil sementara > Sensus 2010 tercatat penduduk Jakarta sebesar 9,5 juta. Ini artinya laju > pertumbuhan penduduk naik kembali dari 0,16% pada tahun 2000 menjadi 1,3% > pada tahun 2010. Padahal perubahan fungsi perumahan menjadi non perumahan > terus berlangsung dan bahkan semakin banyak terjadi di seluruh Jakarta. > Lantas mengapa jumlah penduduk yang semestinya semakin berkurang, tetapi > justru belakangan ini menjadi naik? > > Menurut saya ini fenomena yang cukup menarik karena selama 4 periode > (1961-2000) kecenderungan ada de-urbanisasi (laju pertumbuhan yang menurun) > sebagai akibat perubahan fungsi perumahan menjadi non perumahan, tapi > 2000-2010 ada gejala > re-urbanisasi dengan suksesi fungsi non perumahan terus berlangsung. Ada > apa gerangan? > > Ini dugaan bahwa re-urbanisasi ini mungkin akibat tumbuhnya apartemen dan > rusun (baik milik maupun sewa) yang terus semakin berkembang di Jakarta > sehingga jumlah penduduk yang tinggal di Jakarta meningkat kembali. Bagi > planner tentu akan menjadi perhatian apa implikasi kebijakan tata ruang > dengan adanya re-ubanisasi di Jakarta ini. > > Demikian, sekedar analisis ringan dengan hanya melihat beberapa data dan > angka. > > Thanks. CU. BTS. >

