Halo Bung Pungkas, salam kenal juga. Saya setuju bahwa semakin tingginya harapan hidup memang bisa menambah jumlah penduduk - dalam arti mengurangi jumlah kematian. Tetapi pemahaman ini relevan dalam kontek nasional. Kalau dalam scope urban, di mana mobilitas penduduk cukup tinggi, maka pertumbuhan penduduk di kota lebih banyak disebabkan oleh inmigrasi ke kota. Naiknya jumlah penduduk di perkotaan secara nasional yang selama ini diindikasikan oleh BPS memang lebih banyak akibat klasifikasi (daerah klasifikasi rural menjadi klasifikasi urban) daripada sifatnya in-migrasi ke kota. Jadi jangan terkecoh kalau ada yang mengatakan bahwa laju pertumbuhan perkotaan 4,49%. Laju pertumbuhan sebesar ini jelas "misleading" karena menganggap laju pertumbuhan penduduk kota sangat besar, padahal itu karena hasil klasifikasi tadi. Laju pertumjbuhan penduduk kota sendiri tak sebesar itu, paling kurang dari 2%. Thanks. CU. BTS.
--- Pada Rab, 16/6/10, Pungkas B. Ali <[email protected]> menulis: Dari: Pungkas B. Ali <[email protected]> Judul: RE: Bls :Re: [referensi] Urbanisasi Jakarta Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 16 Juni, 2010, 2:23 AM Salam hormat, Kenaikan jumlah penduduk di Jakarta tidak melulu disebabkan oleh urbanisasi. Naiknya jumlah penduduk juga disebabkan oleh umur penduduknya yang bertambah panjang. Dan kenaikan umur harapan hidup ini juga tidak kecil pengaruhnya terhadap perumbuhan pendudk. Satu lagi, jika nanti hasil sensus sudah keluar, kemungkinan besar jumlah penduduk lebih besar dari yang diperkirakan. Hal ini juga mengindikasikan coverage dari sensus tahun 2010 yang lebih baik dari sensus 2000. Naiknya proporsi penduduk urban secara nasional juga menunjukkan bahwa ketersediaan perseidaan sarana dan prasaran di daerah lebih lengkap, sehingga daerah tersebut ter-urbanisasi (karena perubahan klasifikasi dari rural ke urban). Efek perubahan klafisikasi ini perlu diperhatikan untuk dapat menarik kesimpulan apakah urbanisasi itu karena perpindahan penduduk, atau karena perubahan klasifikasi. Mungkin perlu telaah khusus criteria urban-rural- nya BPS, karena tidak “one size fits all” dalam interprestasinya. Mis akses thd pendidikan dan kesehatan dan urban jauh lebih baik dari rural. Sampai kapanpun status spt itu tidak akan berubah karena definisi urban dan rural sendiri mengikutkan ketersediaan sarana kesehatan dan sekolah sebagai criteria-nya. .. Salam kenal Pungkas From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf Of hengky abiyoso Sent: Wednesday, 16 June 2010 11:14 AM To: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Bls :Re: [referensi] Urbanisasi Jakarta

