Pak Bambang SP ysh, He he he he Pak Bambang... Rasanya kok Pak Bambang terlalu berlebihan dalam memandang diri saya Pak.. Mohon Pak Bambang tidak terlalu berlebihan dalam memberi pujian terhadap saya... Saya ini belum ada apa-apanya, Pak.. Masih jauh apabila dibandingkan dengan Pak Bambang dan beberapa sahabat senior lain di milist ini yang sudah banyak memberikan kontribusi penting bagi pembangunan negeri kita.. Saya kuatir pujian yang berlebihan akan menjadikan diri saya menjadi besar kepala dan melupakan keinginan dan cita-cita selanjutnya.... Masih banyak hal-hal yang perlu dan masih bisa ditingkatkan kualitasnya di tanah air. Apabila suatu saat saya bisa ikut berkontribusi memperbaikinya pada suatu bagian kecil saja..., insya Allah saya puas karena bisa menjadikan hidup saya menjadi berarti.. Karena itu, saya mohon doa dan restu Pak Bambang supaya suatu saat saya bisa turut mengikuti jejak Bapak dalam memberikan kontribusi penting bagi kemaslahatan masyarakat dan pembangunan di negeri kita... Mohon terima salam hormat saya dari jauh, Fadjar Undip
--- En date de : Mer 23.6.10, [email protected] <[email protected]> a écrit : De: [email protected] <[email protected]> Objet: Re: [referensi] Re: Astaga! Ada Pisau, Silet, dan Sekrup di Perut Tuti À: [email protected] Date: Mercredi 23 juin 2010, 15h53 Mas Fadjar, rasa kagum saya tidak pernah berhenti terhadap panjenengan. Saya sangat-sangat paham dengan apa yang sedang terjadi. Saya kok mempunyai keyakinan, kalau terdapat 1000 saja seperti mas Fadjar ... negara kita akan maju dengan penuh karakter.... selamat-selamat .... selamat mempelajari hidup dan kehidupan. Salam bambang sp

