Alhamdulillah saya kenal dg mas Fadjar. Ibarat padi saja yg saya temui. Mas, 
dlm bahasa jawa dikenal wang sinawang ... Kalau kemudian digabung dg ajaran2 
agama yaitu berghusnudhonlah pada sesama .... Shg seperti itulah sikap saya pd 
panjenengan. Tdk kurang tdk lebih. Subhanallah ternyata ke-tawadu'an yg saya 
temui. Monggo kita bersama sama secara nyata berbuat sesuatu bagi masyarakat 
kita ini. 

Salam hormat
Bambang sp
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 24 Jun 2010 02:41:31 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Re: Astaga! Ada Pisau, Silet, dan Sekrup di Perut  Tuti

Pak Bambang SP ysh,
 
He he he he Pak Bambang... Rasanya kok Pak Bambang terlalu berlebihan dalam 
memandang diri saya Pak.. Mohon Pak Bambang tidak terlalu berlebihan dalam 
memberi pujian terhadap saya... Saya ini belum ada apa-apanya, Pak.. Masih jauh 
apabila dibandingkan dengan Pak Bambang dan beberapa sahabat senior lain di 
milist ini yang sudah banyak memberikan kontribusi penting bagi pembangunan 
negeri kita.. Saya kuatir pujian yang berlebihan akan menjadikan diri saya 
menjadi besar kepala dan melupakan keinginan dan cita-cita selanjutnya.... 
Masih banyak hal-hal yang perlu dan masih bisa ditingkatkan kualitasnya di 
tanah air. Apabila suatu saat saya bisa ikut berkontribusi memperbaikinya pada 
suatu bagian kecil saja..., insya Allah saya puas karena bisa menjadikan hidup 
saya menjadi berarti.. Karena itu, saya mohon doa dan restu Pak Bambang supaya 
suatu saat saya bisa turut mengikuti jejak Bapak dalam memberikan kontribusi 
penting bagi kemaslahatan masyarakat dan
 pembangunan di negeri kita... 
 
Mohon terima salam hormat saya dari jauh,
 
Fadjar Undip
 
 


--- En date de : Mer 23.6.10, [email protected] <[email protected]> a 
écrit :


De: [email protected] <[email protected]>
Objet: Re: [referensi] Re: Astaga! Ada Pisau, Silet, dan Sekrup di Perut Tuti
À: [email protected]
Date: Mercredi 23 juin 2010, 15h53


  



Mas Fadjar,

rasa kagum saya tidak pernah berhenti terhadap panjenengan. Saya sangat-sangat 
paham dengan apa yang sedang terjadi. Saya kok mempunyai keyakinan, kalau 
terdapat 1000 saja seperti mas Fadjar ... negara kita akan maju dengan penuh 
karakter.... selamat-selamat .... selamat mempelajari hidup dan kehidupan.

Salam
bambang sp







      

Kirim email ke