Brurs,
Ikut nimbrung, cuma sori dengan pertanyaan2.
Omprengan, Joki atau ojek, adalah solusi transport, tapi untuk dirinya atau 
kelompok, tidak merupakan solusi seluruh sistem transportasi ? Busway adalah 
solusi bahkan sbg pembelajaran ut transportasi, tapi bukan penyelesaian 
transportasi seluruh kota Jkt atau Jabodetabek. Kampung Improvment Program 
(KIP) atau sejenisnya adalah solusi pd diri kampung tsb, tapi bukan solusi 
menyelesaikan kampung kota secara keseluruhan? Pd saat rehabilitasi Kota Banda 
Aceh akibat Tsunami, community atau Village development merupakan solusi ut 
menyelesaikan penyediaan perumahan, communitas dan haknya, tapi bukan 
menyelesaikan pembangunan kota secara keseluruhan. Demikian pula dengan banjir 
di Jkt, penyelesaian bukan dgn banjir kanal timur, tapi merupakan penyelesaian 
yang besar, seperti halnya penyelesaian transportasi di Jakarta. Halah, pusing 
euy, pabalieut.  
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Deden Rukmana <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 29 Jul 2010 08:25:42 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Re: Triple Decker

Bicara soal supir omprengan, saya pun sempat mengalami profesi ini, ketika saya 
tinggal di Pekayon, Bekasi pada tahun 1999-2000. Hal yg menarik dari sini 
adalah 
selalu ada solusi bagi masalah perkotaan yg rumit di metropolitan Jakarta. 
Solusinya memang memerlukan kreativitas yg tinggi. Munculnya omprengan ini 
adalah wujud kreativitas komuter utk memecahkan buruknya transportasi komuter 
bagi penduduk yg tinggal di pinggiran Jakarta. Ini juga menunjukkan kegiatan 
informal spt omprengan ini bisa menjadi solusi bagi masalah buruknya 
transportasi di metropolitan Jakarta. Pendekatan perencanaan bagi kota2 di 
negara berkembang, termasuk Jakarta, memang memerlukan pendekatan yg berbeda dg 
yg dilakukan di negara maju. Demikian pula, jgnlah perencana kota di negara2 
berkembang (baca: Indonesia) meniru apa yg dilakukan oleh perencana kota di 
negara maju sebelum menggali kapasitas lokal kota2 Indonesia yg unik dan bisa 
menjadi solusi bagi masalah2 kotanya. Kembali ke jalan tol, membangun jalan tol 
dlm kota, menurut saya tidak perlu dilakukan oleh Jakarta. Ini hanyalah induced 
demand yg akan membuat masalah transportasi di Jkt lebih rumit lagi dlm tahun2 
mendatang.
Just my two cents.

Salam hangat dari Savannah,
Deden Rukmana




________________________________
From: Risfan M <[email protected]>
To: referensi <[email protected]>
Sent: Thu, July 29, 2010 2:26:37 AM
Subject: Re: [referensi] Re: Triple Decker

  
Mas,
Lah Anda bicara dengan sopir omprengannya ini.

Risfan M



Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From: "Benedictus Dwiagus Stepantoro" <bdwia...@gmail. com> 
Sender: refere...@yahoogrou ps.com 
Date: Thu, 29 Jul 2010 03:12:01 -0000
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com 
Subject: [referensi] Re: Triple Decker
  
kalau ke/dari bekasi
Pilihannya ada naik omprengan pak.
murah meriah, ceria, penuh kebersamaan dengang komuter lainnya.
bisa dicegat di semanggi, di kuningan, di sudirman. 
ada pilihan tujuan di bekasinya pula. 

tarif kalau gak salah gak sampe 10 ribu. 

yah, mirip mini-transjakarta yg diinginkan pak risfan lah... 

cheers
dwiagus


MARKETPLACE
Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

________________________________

Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new 
interests.

________________________________

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the 
Yahoo! Toolbar now.
 
Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
. 

ah


      

Kirim email ke