Pak Imam ysh, sesuai permintaan, saya coba tanggapi sedikit preposisinya.
Pertama, secara linguistik, perencanaan trans-rasional bisa memiliki
sekurangnya dua pengertian, yaitu: pertama, perencanaan yang terbangun dari
berbagai latar belakang rasionalitas, seperti yang kita temui dalam diskusi
tentang suatu obyek rencana, atau seperti diskusi di milis ini yang bisa
merumuskan sesuatu, misalnya rencana pemindahan ibukota negara. Kedua,
perencanaan yang berangkat dari akar beberapa pemikiran keilmuan, dan
sepertinya setelah anda menyebut beberapa nama teman anda, kemungkinan yang
dimaksud adalah ini.

Perencanaan memang sangat normatif dan positivistik. Namun karena anda
mengkaitkan dengan materialisme, maka kita akan masuk ke 'materialisme
perencanaan'. Untuk sampai ke rumusan itu, maka dibutuhkan 'strategi'.
Silahkan mendalami dulu mulai dari psikodinamika Freudian, strukturalisme
Marxian, hingga materialisme-dialektiknya Hegelian.

Saya coba jawab pertanyaannya:
1. Selama ini sudah dipahami bila 'proses' perencanaan adalah suatu
realitas. Dalam kerangka filsafat ilmu, perencanaan sudah realitas.
2. Eksistensi ilmu perencanaan masih dalam perdebatan, termasuk diulas di
milis ini. Kalau sudah menganggap sebagai ilmu, maka bisa disebut planologi.
Kalau masih ragu, disebut saja perencanaan wilayah dan kota.

Mengenai buku filsafat perencanaan, bisa mulai dibaca Kenneth
Watts<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/9707>(Penindjauan
Keadaan Kota <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/9710>). Salam.

-ekadj

2010/7/24 Media Multi Gerak Bandung <[email protected]>

>
>
>  perkenalkan saya imam... selama ini hanya melihat-lihat mailist ini...
> tapi ada kegundahan yang tidak bisa saya tahan dan butuh bantuan dari
> pakar-pakar dan orang pinter di sini. mudah-mudahan kehausan saya bisa
> terobati....
>
> saat ini saya sedang berpikir tentang konsepsi PERENCANAAN TRANS RASIONAL,
> karena selama ini saya melihat bahwa teori perencanaan yang berkembang masih
> mendasarkan pada pandangan positivism. memang benar perkembangkan
> perencanaan saat ini sudah sampai pada perenc berbasis rasional komunikatif
> yang berlandas pada Habermas. yang kalo saya tidak salah dia sudah
> mengembangkan teori berbasis [post]modernisme yang banyak menjadi insipirasi
> buat perncanaan komunikatif.... mohon koreksi klo saya salah...
>
> saya berpikir bahwa perencanaan sebagai sebuah pengetahuan tentu merupakan
> maujud pengetahuan dari Sang Maha Pengetahuan. oleh karena itu, perencanaan
> tidak hanya dilihat dari konteks materialism..tetapi harus beyond
> rasionality....seperti bagaimana Ken Wilber mengembangkan konsep
> integralistiknya..
>
> pertanyaan pada bapak-bapak atau rekan-rekan...
>
> 1. apakah perencanaan merupakan sebuah realitas????
>
> 2. bila perencanaan merupakan realitas, bagaimana eksistensi ilmu
> perencanaan? apakah ada di alam mental sang perencana dan stakeholder
> ataukah memang ada eksistensi di alam nyata?
>
> mungkin 2 pertanyaan dulu yang saya tanyakan sebelum ada rangkaian
> pertanyaan lainnya.....
>
> maaf atas pertanyaan bodo saya karena selama ini saya mencoba mencari buku
> filsafat perencanaan belum ketemu aja.... mohon info klo ada yang bs bantu
> memberikan buku2 tersebut
>
> thanks
>
> Imam Indratno
>

Kirim email ke