Salam, Jika kita melihat Kalimantan dengan segala keterbatasannya saat ini memang sangat tidak layak untuk dijadikan sebagai Ibu Kota Negara RI. Namun sadarkah kita kenapa hal itu bisa terjadi? Kesenjangan pemerataan pembangunan Jawa & luar Jawa adalah alasannya. Pemindahan ibu kota negara akan menjadi lokomotif dalam peningkatan pembangunan di wilayah tersebut. Masalah kabut asap, sampai kapanpun mungkin tidak akan terpecahkan selama ibu kota masih di Jawa. Keberadaan ibu kota di Kalimantan, pasti akan membuat perhatian presiden (pemerintah) terhadap masalah tersebut akan lebih serius (karena mereka akan merasakan langsung dampaknya). Sedangkan permasalahan infrastruktur menurut saya tinggal kemauan pemerintah, kalo memang mau memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan bukan hal yang sulit untuk membangun infrastruktur yang layak untuk ibu kota negara. Hampir dapat dipastikan akan menjadi prioritas utama bagi pemerintah untuk memenuhinya, secara tidak langsung juga akan berdampak terhadap peningkatan infrastruktur di wilayah-wliayah sekitarnya. Janganlah kita membandingkan Kalimantan dengan Jawa. Pulau Jawa sudah cukup lama memperoleh keistimewaan dalam pembangunan wilayahnya.
Sudah saatnya kita membangun wilayah lainnya di NKRI. Indonesia bukan hanya Jawa. Salam, Iman Purwoto (wong jowo asli yang sudah pernah tinggal di Ketapang Kalimantan Barat 5 tahun) --- On Tue, 8/3/10, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> wrote: From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Subject: Bls: [referensi] Ibukota pindah To: [email protected] Date: Tuesday, August 3, 2010, 1:42 PM Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah, memang bebas gempa, tapi tidak bebas dengan asap gambut yang terbakar. Apa jadinya ibu kota negara kalau bernafas saja susah. Belum lagi soal air. Air tanah jelas tidak bisa diminum. Air minum sangat mengandalkan PDAM yang sumbernya dari sungai Kahayan dengan fluktuasi debet pasang surut yang tajam. Itu karena Kalimantan Tengah tidak lagi punya hutan. Soal enerji lebih gawat lagi. Sangat bergantung pada Banjarmasin. Padahal Banjarmasin sendiri juga masih defisiensi. Juga ekonomi sangat mengandalkan Banjarmasin karena Kalimantan Tengah tak punya pelabuhan. Dulu Bung Karno pernah menggagas Palangkaraya jadi ibu kota negara karena secara geografis terletak di "titik berat" Indonesia. Tapi urung. Mengapa urung? Pasti ada apa-apanya. Perlu diteliti mengapa Bung Karno urung menjadikan Palangkaraya sebagai ibu kota negara. Ini supaya kita tidak mengusulkan sesuatu yang sejak dulu sudah dinilai tidak layak. Thanks. CU. BTS. (Yang pernah tinggal selama 6 bulan di Palangkaraya) --- Pada Sel, 3/8/10, SUWARDJOKO WARPANI <swarp...@yahoo. com> menulis: Dari: SUWARDJOKO WARPANI <swarp...@yahoo. com> Judul: [referensi] Ibukota pindah Kepada: "To:" <refere...@yahoogrou ps.com> Tanggal: Selasa, 3 Agustus, 2010, 8:41 AM Ibukota pindah di sekitar Jakarta, sama saja bohong. Ibukota di P.Jawa, sama saja nekad. Kalau mau pindah, ya pindah sekalian di luar Jawa. Palangkaraya memang harus dikaji ulang, namun yang jelas P.Kalimantan relatif bebas gempa. Jangan lupa, dari balik gambut ternyata putra Indonesia bisa membuat padang pasir di Arab berubah menjadi padang rumput; tetapi kita kok adem-ayem saja. Maaf saya lupa siaran TV tanggal berapa dan stasiun TV apa. Pokoknya, kalau memang harus pindah, ya jangan tangung-tangung. WASSALAM "SW"

