Saya kira luar Jawa bukan cuma Palangkaraya. PWK itu punya pertimbangan lokasi 
yang bisa dipakai.

Supaya tidak boros, karena anggaran yang sama juga dibutuhkan orang2 miskin di 
daerah2 tertinggal hingga Maluku Utara dst..

Salam,
Risfan Munir


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 4 Aug 2010 18:52:57 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Ibukota pindah

Mas Iman dkk,

Saya berharap banyak perencana sependapat  dengan Mas Iman, terutama
mengenai, "Janganlah kita membandingkan Kalimantan dengan Jawa. Pulau
Jawa sudah cukup lama memperoleh keistimewaan dalam pembangunan
wilayahnya."

Saya rasa tidak diperlukan ijazah planolog untuk mengetahui kebenaran
statement tersebut. Hanya mungkin perlu pakai mata hati yang jernih
saja, dan kemauan untuk sejenak merenung di tempat-tempat
terdiskriminasi yang nun jauh dari Tugu Monas...

Salam,
CA

On Wednesday, August 4, 2010, iman Purwoto <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>       Salam,
>
> Jika kita melihat Kalimantan dengan segala keterbatasannya saat ini memang 
> sangat tidak layak untuk dijadikan sebagai Ibu Kota Negara RI.
> Namun sadarkah kita kenapa hal itu bisa terjadi? Kesenjangan pemerataan 
> pembangunan Jawa & luar Jawa adalah alasannya.
> Pemindahan ibu kota negara akan menjadi lokomotif dalam peningkatan 
> pembangunan di wilayah tersebut.
> Masalah kabut asap, sampai kapanpun mungkin tidak akan terpecahkan selama ibu 
> kota masih di Jawa. Keberadaan ibu kota di Kalimantan, pasti akan membuat 
> perhatian presiden (pemerintah) terhadap masalah tersebut akan lebih serius 
> (karena mereka akan merasakan langsung dampaknya).
> Sedangkan permasalahan infrastruktur menurut saya tinggal kemauan pemerintah, 
> kalo memang mau memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan bukan hal yang 
> sulit untuk membangun infrastruktur yang layak untuk
>  ibu kota negara. Hampir dapat dipastikan akan menjadi prioritas utama bagi 
> pemerintah untuk memenuhinya, secara tidak langsung juga akan berdampak 
> terhadap peningkatan infrastruktur di wilayah-wliayah sekitarnya.
> Janganlah kita membandingkan Kalimantan dengan Jawa. Pulau Jawa sudah cukup 
> lama memperoleh keistimewaan dalam pembangunan wilayahnya.
>
> Sudah saatnya kita membangun wilayah lainnya di NKRI.
> Indonesia bukan hanya Jawa.
>
> Salam,
> Iman Purwoto
> (wong jowo asli yang sudah pernah tinggal di Ketapang Kalimantan Barat 5 
> tahun)
>
> --- On Tue, 8/3/10, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> wrote:
>
> From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
> Subject: Bls: [referensi] Ibukota pindah
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, August 3, 2010, 1:42 PM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>       Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah, memang bebas gempa, tapi 
> tidak bebas dengan asap gambut yang terbakar. Apa jadinya ibu kota negara 
> kalau bernafas saja susah.
>
> Belum lagi soal air. Air tanah jelas tidak bisa diminum. Air minum sangat 
> mengandalkan PDAM yang sumbernya dari sungai  Kahayan dengan fluktuasi debet  
> pasang surut yang tajam. Itu karena Kalimantan Tengah tidak lagi punya hutan.
>
> Soal enerji lebih gawat lagi. Sangat bergantung pada Banjarmasin. Padahal 
> Banjarmasin sendiri juga masih defisiensi. Juga ekonomi sangat mengandalkan 
> Banjarmasin karena Kalimantan Tengah  tak punya pelabuhan.
>
> Dulu Bung Karno pernah menggagas Palangkaraya jadi ibu kota negara karena 
> secara geografis terletak di "titik berat" Indonesia. Tapi urung. Mengapa 
> urung? Pasti ada apa-apanya. Perlu diteliti mengapa Bung Karno urung 
> menjadikan Palangkaraya sebagai ibu kota negara. Ini supaya kita tidak 
> mengusulkan sesuatu yang sejak dulu sudah dinilai tidak layak.
>
> Thanks. CU. BTS.
> (Yang pernah tinggal selama 6 bulan di Palangkaraya)
>
>
>
>
>
> --- Pada Sel, 3/8/10, SUWARDJOKO WARPANI <swarp...@yahoo. com> menulis:
>
>
> Dari: SUWARDJOKO WARPANI <swarp...@yahoo. com>
> Judul: [referensi] Ibukota pindah
> Kepada: "To:" <refere...@yahoogrou ps.com>
> Tanggal: Selasa, 3 Agustus, 2010, 8:41 AM
>
>
>
>
>
>  Ibukota pindah di sekitar Jakarta, sama saja bohong. Ibukota di P.Jawa, sama 
> saja nekad.
> Kalau mau pindah, ya pindah sekalian di luar Jawa.
> Palangkaraya memang harus dikaji ulang, namun yang jelas P.Kalimantan relatif 
> bebas gempa.
> Jangan lupa, dari balik gambut ternyata putra Indonesia bisa membuat padang 
> pasir di Arab berubah menjadi padang rumput;
> tetapi kita kok adem-ayem saja. Maaf saya lupa siaran TV tanggal berapa dan 
> stasiun TV apa.
> Pokoknya, kalau memang harus pindah, ya jangan tangung-tangung.
>
> WASSALAM
> "SW"
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>     
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke