Dari Pak BSP, mungkin seharusnya tulisan ini tertuju ke milis, karena
bagian To:-nya adalah Referensi. (Apakabar pak BSP?:-)

Salam,
CA

---------- Forwarded message ----------
From:  <[email protected]>
Date: Friday, August 6, 2010
Subject: Menyimak instruksi SBY
To: Referensi <[email protected]>


Menarik sekali kita menyimak apa2 instruksi SBY dalam conclusion
remark Pertemuan di Bogor baru saja.

Ada 9 instruksi yg kali ini kelihatan lbh tegas dibanding biasanya
terkait dg hubungan pusat-daerah dan masalah koordinasi keuangan.

Impresi yg bisa diperoleh:

1. Presiden ingin menunjukkan keinginan bhw dia bisa tegas (pola
affirmatif coordination) sangat terlihat ingin dijaga Presiden.
Masalahnya, dg posisi dan modal saat ini, ini mrpk kerja keras dan
panjang.
2. APBD dianggap lbh ribet dibanding APBN. Sehingga diperlukan
percepatan. Selain itu ada indikasi pemborosan. Pengalaman memang
menunjukkan hal tersebut.
3. Posisi gubernur akan menjadi lbh bertaring. Ini semakin meyakinkan
bhw revisi UU 32/2004 sdh semakin dekat.
4. Posisi dekonsentrasi yg over driven oleh pemerintah pusat akan
dikurangi. Masalahnya, apakah ini akan bisa jalan. Saat ini terlalu
banyak departemen menggembungkan organisasinya, yg berarti enggan
menyerahkan kegiatan ke daerah (pdhal sdh wewenang daerah).

Bagi masyarakat 'penata ruang' atau yg bergelut dg masalah tata ruang,
ini akan sangat berpengaruh besar.
Menurut pengamatan saya, shifting power ke gubernur akan berpengaruh
pd pola keruangan yg bisa lbh spreaded (harapan saja).

Menurut penilaian pribadi yg sangat terbatas ini. Pidato tsb cukup
bagus, tapi butuh kerja keras yg masih sangat panjang yang bisa2
sampai akhir masa SBY blm tentu tercapai.
Salam
Bsp
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kirim email ke