Wah, sudah setua ini baru tersadarkan. Ternyata cukup hebat juga ya bangsa 
kita. 
Tidak gampang tunduk. Terima kasih, otak saya sudah agak tercuci.
Satu lagi yang sering kita berpikir dengan jiwa inlander, yaitu perihal 
bangunan, aset negara (perkebunan misalnya) yang sering kita nyatakan sebagai 
"warisan/peninggalan Belanda/penjajah". Rasanya salah juga ya kita memaknainya ?
Saya berpendapat itu semua adalah harta/kekayaan/aset Bangsa Indonesia yang 
tidak mungkin diboyong ke negeri kincir angin. Emas, keris, artefak, naskah 
koeno, dlsb bisa ditenteng naik kapal; nah kalau istana Bogor dan kebun rayanya 
? Dengan sangat menyesal harus ditinggal menjadi milik yang empunya. 

Jadi jangan lagi dibilang "peninggalan/warisan"; itu milik kita kok.

 WASSALAM


"SW"




________________________________
From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, August 15, 2010 11:10:35 AM
Subject: [referensi] Belanda butuh 300 th menaklukkan Indonesia

  
BETUL JUGA  YA.....
 
Thanks. CU. BTS.
 
Indonesia Tidak Pernah Dijajah 350 Tahun
Minggu, 15 Agustus 2010 | 06:07 WIB
kotapalembang.blogspot.com
ilustrasi 
MEDAN, KOMPAS.com — Sejarahwan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari, 
mengatakan tidaklah benar bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 
tahun. Karena jika angka tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran, maka awal 
mula penjajahan di Indonesia adalah tahun 1592. 

"Padahal, bangsa Belanda pada tahun 1592 itu belum tiba di Indonesia. Belanda 
sendiri tiba di Indonesia, yakni di Banten, pada tahun 1552 di bawah pimpinan 
Cornelius De Houtman untuk menjajaki potensi perdagangan di Indonesia," katanya 
di Medan, Sabtu. 

Oleh karena itu, kata dia, yang benar adalah bahwa Belanda memerlukan waktu 
selama  lebih kurang 300 tahun untuk menaklukkan Indonesia. 

Hal ini ditandai oleh maraknya penentangan pemerintahan di sejumlah daerah 
untuk 
menolak intervensi Belanda seperti Raja Tallo, Iskandar Muda, dan Sultan Agung 
yang semuanya muncul dari beberapa wilayah di Indonesia. 

Ia mengatakan, masa penjajahan di Indonesia tidak bisa digeneralisasikan untuk 
semua kawasan di Indonesia karena setiap daerah memiliki masa waktu berbeda 
untuk dijajah oleh bangsa asing. 

Oleh karena itu, dalam pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah, mutlak 
dilakukan 
reformasi pembelajaran sejarah. 

Sementara itu, staf peneliti Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial 
Universitas negeri Medan (Unimed), Erond Damanik, merujuk pada pendapat GJ 
Resink Tahun 1987 dalam bukunya Raja dan Kerajaan Yang Merdeka Di Indonesia 
Tahun 1850-1910. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1850 hingga 1910, 
masih banyak daerah di Indonesia yang masih merdeka atau belum diduduki oleh 
Kolonial Belanda. 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masa Indonesia dijajah Belanda tidak 
benar selama 350 tahun, karena hingga tahun 1907 masih banyak wilayah yang 
bebas 
dari pengaruh Belanda. 

Misalnya, di Sumatera Utara ada perang Sisingamangaraja (1887-1907), Kiras 
Bangun (1901-1905), Rondahaim (1870-1889), maupun Datuk Sunggal masih 
mengobarkan perang terhadap Belanda termasuk wilayah Aceh. 

"Justru yang benar adalah sebaliknya, yakni Belanda membutuhkan waktu sekitar 
300 tahun untuk menaklukkan seluruh wilayah di Indonesia. Jadi, mari sama-sama 
kita luruskan perjalanan bangsa ini. Kita tidak pernah dijajah selama 350 
tahun, 
tapi justru yang terjadi adalah Belanda memerlukan waktu selama 300 tahun untuk 
menaklukkan kita," katanya. 


 


      

Kirim email ke