Baik 300 tahun atau 350 tahun, bekas penjajahan dalam culture pemerintahan kita 
masih ada (kuat?) Jadi apa yg positip dalam kultur memerintah tersebut perlu 
dioptimasikan dan yang negatip (memaksa??) perlu dikaji buruk-baiknya. Jangan 
baru 20 tahun Orla, diganti 34 tahun Orba kemudian 12 tahun Reformasi, 
mengelola negara tanpa dasar yg kuat. Apa yg dapat disumbangkan buat negara, 
dan bukan apa yang negara telah berbuat (kata Kenedy, setelah hampir 300 tahun 
USA bersatu). 

--- On Sun, 15/8/10, [email protected] <[email protected]> 
wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Belanda butuh 300 th menaklukkan Indonesia
To: [email protected]
Date: Sunday, 15 August, 2010, 3:52 PM







 



  


    
      
      
      Termasuk penjajahan medan terhadap kawasan-kawasan di sekitarnya juga 
dong kalo gitu,
hue he he he........
 


--- En date de : Dim 15.8.10, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> a 
écrit :


De: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Objet: Re: [referensi] Belanda butuh 300 th menaklukkan Indonesia
À: [email protected]
Date: Dimanche 15 août 2010, 14h03


Belanda menjajah Indonesia dalam rangka memakmurkan dirinya sendiri.
Dan agaknya begitu pula penjajahan yang dilakukan Jakarta...

Salam,
CA

On 8/15/10, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> wrote:
> BETUL JUGA  YA.....
>
> Thanks. CU. BTS.
>
> Indonesia Tidak Pernah Dijajah 350 Tahun
> Minggu, 15 Agustus 2010 | 06:07 WIB
>
>
> kotapalembang.blogspot.com
> ilustrasi
>
>
> MEDAN, KOMPAS.com — Sejarahwan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari,
> mengatakan tidaklah benar bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350
> tahun. Karena jika angka tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran, maka
> awal mula penjajahan di Indonesia adalah tahun 1592.
> "Padahal, bangsa Belanda pada
 tahun 1592 itu belum tiba di Indonesia.
> Belanda sendiri tiba di Indonesia, yakni di Banten, pada tahun 1552 di bawah
> pimpinan Cornelius De Houtman untuk menjajaki potensi perdagangan di
> Indonesia," katanya di Medan, Sabtu.
> Oleh karena itu, kata dia, yang benar adalah bahwa Belanda memerlukan waktu
> selama  lebih kurang 300 tahun untuk menaklukkan Indonesia.
> Hal ini ditandai oleh maraknya penentangan pemerintahan di sejumlah daerah
> untuk menolak intervensi Belanda seperti Raja Tallo, Iskandar Muda, dan
> Sultan Agung yang semuanya muncul dari beberapa wilayah di Indonesia.
> Ia mengatakan, masa penjajahan di Indonesia tidak bisa digeneralisasikan
> untuk semua kawasan di Indonesia karena setiap daerah memiliki masa waktu
> berbeda untuk dijajah oleh bangsa asing.
> Oleh karena itu, dalam pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah, mutlak
> dilakukan reformasi
 pembelajaran sejarah.
> Sementara itu, staf peneliti Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial
> Universitas negeri Medan (Unimed), Erond Damanik, merujuk pada pendapat GJ
> Resink Tahun 1987 dalam bukunya Raja dan Kerajaan Yang Merdeka Di Indonesia
> Tahun 1850-1910. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1850 hingga 1910,
> masih banyak daerah di Indonesia yang masih merdeka atau belum diduduki oleh
> Kolonial Belanda.
> Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masa Indonesia dijajah Belanda tidak
> benar selama 350 tahun, karena hingga tahun 1907 masih banyak wilayah yang
> bebas dari pengaruh Belanda.
> Misalnya, di Sumatera Utara ada perang Sisingamangaraja (1887-1907), Kiras
> Bangun (1901-1905), Rondahaim (1870-1889), maupun Datuk Sunggal masih
> mengobarkan perang terhadap Belanda termasuk wilayah Aceh.
> "Justru yang benar adalah sebaliknya, yakni Belanda membutuhkan
 waktu
> sekitar 300 tahun untuk menaklukkan seluruh wilayah di Indonesia. Jadi, mari
> sama-sama kita luruskan perjalanan bangsa ini. Kita tidak pernah dijajah
> selama 350 tahun, tapi justru yang terjadi adalah Belanda memerlukan waktu
> selama 300 tahun untuk menaklukkan kita," katanya.
>
>

-- 
Sent from my mobile device


------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links









      

    
     

    
    


 



  





Kirim email ke