Numpang pendapat, 

Dijajah bukan hanya berarti wilayah kita dikuasai..mungkin saja dijajah dalam 
artian kita telah "dikendalikan" oleh penjajah..jadi besar kemungkinan 
"penjajahan" terhadap bangsa indonesia telah terjadi 350 tahun..yang bukan 
hanya berarti penjajahan terhadap "wilayah indonesia"..

Salam semua..
Sent from BlackBerry® on 3

-----Original Message-----
From: "nita" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 15 Aug 2010 04:27:12 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [referensi] Belanda butuh 300 th menaklukkan Indonesia

New perspective... 
Kesannya lbih heroik, bhw Indonesia tdk gampang ditaklukkan...

Bagus buat renungan 65 th Proklamasi.... Indonesia Bangkit. Indonesia United.

Cheers,
Nita
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 15 Aug 2010 12:10:35 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [referensi] Belanda butuh 300 th menaklukkan Indonesia

BETUL JUGA  YA.....
 
Thanks. CU. BTS.
 
Indonesia Tidak Pernah Dijajah 350 Tahun
Minggu, 15 Agustus 2010 | 06:07 WIB


kotapalembang.blogspot.com
ilustrasi 


MEDAN, KOMPAS.com — Sejarahwan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari, 
mengatakan tidaklah benar bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 
tahun. Karena jika angka tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran, maka awal 
mula penjajahan di Indonesia adalah tahun 1592. 
"Padahal, bangsa Belanda pada tahun 1592 itu belum tiba di Indonesia. Belanda 
sendiri tiba di Indonesia, yakni di Banten, pada tahun 1552 di bawah pimpinan 
Cornelius De Houtman untuk menjajaki potensi perdagangan di Indonesia," katanya 
di Medan, Sabtu. 
Oleh karena itu, kata dia, yang benar adalah bahwa Belanda memerlukan waktu 
selama  lebih kurang 300 tahun untuk menaklukkan Indonesia. 
Hal ini ditandai oleh maraknya penentangan pemerintahan di sejumlah daerah 
untuk menolak intervensi Belanda seperti Raja Tallo, Iskandar Muda, dan Sultan 
Agung yang semuanya muncul dari beberapa wilayah di Indonesia. 
Ia mengatakan, masa penjajahan di Indonesia tidak bisa digeneralisasikan untuk 
semua kawasan di Indonesia karena setiap daerah memiliki masa waktu berbeda 
untuk dijajah oleh bangsa asing. 
Oleh karena itu, dalam pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah, mutlak 
dilakukan reformasi pembelajaran sejarah. 
Sementara itu, staf peneliti Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial 
Universitas negeri Medan (Unimed), Erond Damanik, merujuk pada pendapat GJ 
Resink Tahun 1987 dalam bukunya Raja dan Kerajaan Yang Merdeka Di Indonesia 
Tahun 1850-1910. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1850 hingga 1910, 
masih banyak daerah di Indonesia yang masih merdeka atau belum diduduki oleh 
Kolonial Belanda. 
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masa Indonesia dijajah Belanda tidak 
benar selama 350 tahun, karena hingga tahun 1907 masih banyak wilayah yang 
bebas dari pengaruh Belanda. 
Misalnya, di Sumatera Utara ada perang Sisingamangaraja (1887-1907), Kiras 
Bangun (1901-1905), Rondahaim (1870-1889), maupun Datuk Sunggal masih 
mengobarkan perang terhadap Belanda termasuk wilayah Aceh. 
"Justru yang benar adalah sebaliknya, yakni Belanda membutuhkan waktu sekitar 
300 tahun untuk menaklukkan seluruh wilayah di Indonesia. Jadi, mari sama-sama 
kita luruskan perjalanan bangsa ini. Kita tidak pernah dijajah selama 350 
tahun, tapi justru yang terjadi adalah Belanda memerlukan waktu selama 300 
tahun untuk menaklukkan kita," katanya.


Kirim email ke