2008/9/12 James Arifin <[EMAIL PROTECTED]>:
> Loh kalau bisa pakai duit buat pinjam saham untuk disewa apa bedanya
> dengan syarat kalau beli harus punya duit .. sama aja pak, yang
> penting fair and equal aja pak.

Irwan:
Memang sama, yang tidak sama adalah soal situasinya dan
dampaknya. Itu yg saya tulis di awal, jangan dilupakan poin
awal yg saya angkat. Ngeshort disituasi yg sudah kritis, dan
bisa berdampak negatif ke masyarakat yg lebih luas,
membahayakan kestabilan negara, ini yg
saya bilang tindakan amoral, pihak yg berwenang perlu
segera menutup fasilitas short ini.

Adakah yg salah punya pisau? Tidak khan?
Tapi kalau pisau itu digunakan untuk menusuk orang,
sehingga orang lain bisa mati, itu dinamakan tindakan
amoral.

James:
> Kalau semua orang diberikan fasilitas
> dan kesempatan yang sama, BANDAR juga nggak bisa ngeshort sendirian
> pak sehingga market akan lebih dinamis. Anyway, ini cuma saran aja
> karena kalau kita cuma mikirin naik doang entar para hedge fund pada
> masuk ke Indonesia dan ketika keluar gede2an apa nggak tambah rusak
> perekonomian negara? Kalau ada yang bisa short tentunya mereka akan
> berusaha memaintain market agar mereka bisa keluar


Irwan:
Logika yg tidak masuk akal. Kalau hedge fund mau keluar karena alasan
tertentu dan sifatnya mendesak, mereka akan keluar saja ngga perlu
mantain harga lagi. Karena kalau mereka beli saham lagi sementara
orang lain sudah tahu mereka mau keluar, sahamnya bukan makin berkurang
malah makin tambah.

Tanpa ada fasilitas short, katakan ada hedge fund mau keluar secara
mendesak, harga suatu saham yang tadinya 10 ribu, bisa turun
katakan menjadi 7000. Market tetap tenang dan terkendali.
Tapi, dengan adanya fasilitas short, hedge fund yg mau keluar
karena alasan mendesak, harga saham yang tadinya 10 ribu, bisa
menjadi 3000, dan terjadi kepanikan di market yg merembet ke
masalah nasional yg dampaknya malah memperburuk kondisi
nasional dan bursa itu sendiri karena membuat kepercayaan
terhadap bursa dan institusinya jadi berkurang.
Bukan tidak mungkin terjadi redemtion besar2an di reksadana saham
karena orang sudah tidak percaya lagi dengan bursa dan institusinya,
karena dianggap gagal melindungan kepentingan investor.
Kalau terjadi redemption besar2an di reksadana saham, maka
harga akan makin ancur lagi. Masyarakat yg menanamkan investasinya
di reksadana saham mengalami kerugian besar. Kerugian ini
akan berpengaruh ke daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat
yg menurun, akan berdampak ke kinerja emiten juga karena labanya
juga jadi menurun, dst...dst...dst. Terjadilah efek bola salju ke
arah negatif.

Apakah Pak James sekarang sudah melihat perbedaan situasi
dan dampaknya?

Sekali kepercayaan sudah hilang, akan sulit untuk dan butuh
waktu yg tidak sebentar untuk mengembalikannya.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke