Bung Iwan, pasar hanya boleh di buka pada saat kondisi yang pas, apalagi buyback.. Saat ini likuiditas sangat penting dengan bank2 yang berebutan dengan bunga tinggi. Kalau Buy back dilakukan dan kondisinya tidak tepat, apakah seperti menyiram air di laut aja.. BUMN harus standby dana darurat sebanyak2nya bila tiba2 kesulitan dana, dari bank sudah hampir tidak mungkin, juga dari RI, bond dan pinjaman.. Jadi buy back sebaiknya jangan dana BUMN, tapi dari 4T dana pemerintah dulu, agar kondisi perusahaan kokoh. Tapi saya liat, BUMN cenderung mau memakai uang sendiri.. sgt disayangkan. pinjam dari pemerintah dulu, numpung pemerintah sudah siapkan. Kalau BUMN buy back dengan dana sendiri, otomatis, investor malah bisa sangsikan kemampuan bertahan emiten bila tiba2 ada goncangan. Sebaiknya, sedia payung dulu sebelum hujan..
Salam --- In [email protected], "Irwan Ariston Napitupulu" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > http://www.suarapembaruan.com/News/2008/10/11/Ekonomi/eko01.htm > > SUARA PEMBARUAN DAILY > ------------------------------ > Pembukaan BEI Bergantung Kondisi AS > >> Dia mengharapkan, pemerintah harus benar- benar yakin dan siap bila nantinya > akan membuka kembali bursa saham. > > "Jangan karena ada desakan dari pihak luar atau pihak mana pun, lalu jadi > terburu-buru membuka kembali bursa, sementara belum secara kondisi belum > siap, akhirnya malah jadi bumerang dan malah mengakibatkan dampak buruk yang > lebih hebat," katanya. > > Ditambahkan, ekonomi suatu negara yang kuat sebenarnya harus ditopang oleh > sektor riil yang kuat. Sektor riil harus lebih maju dari sektor finansial. > Hal ini mengingat sektor finansial sangat didasari oleh faktor kepercayaan. > > Selama ini, menurut dia, sektor finansial di Indonesia jauh lebih berkembang > dibandingkan sektor riil. Bahkan dua tahun belakangan ini, orang jadi > berlomba-lomban terjun ke bursa efek ketimbang berlomba-lomba mengembangkan > sektor riil, karena ada iming-iming untung besar dan cepat di bursa saham. > > Ekonomi suatu negara yang lebih bergantung pada sektor finansial ketimbang > di sektor rill, lanjut Irwan, sangat rawan terjadi guncangan karena sektor > finansial ini sangat bergantung kepada kepercayaan. "Sekali kepercayaan itu > hilang atau menurun, akan terjadi guncangan perekonomian yang hebat," > katanya. > > Sudah saatnya kini pemerintah belajar dari krisis finansial yang terjadi > belakangan ini, dengan mulai memfokuskan pembangunan di sektor riil dengan > memperhatikan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, maupun perikanan. > > "Saya berharap, dalam menghadapi krisis yang terjadi saat ini, semua elemen > masyarakat bersatu, saling bekerja sama dengan meninggalkan kepentingan > pribadi, kepentingan kelompok, ataupun kepentingan partai. 'Rumah' ini > adalah rumah kita, negara ini adalah negara kita. Rusaknya rumah ini, > rusaknya negara kita ini dalam menghadapi krisis yang terjadi akan berdampak > langsung kepada kehidupan kita juga," tutur Irwan. [D-10/M-6] > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
