Viva Bang IAN ! Memang sudah seharusnya kita berpikir lebih luas dan jauh ke
depan. Jangan gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga, jangan gara-gara
tindakan terburu-buru membuka BEI keadaan malah jadi tambah runyam.
Mari kita JAGA RUMAH KITA !

Salam,
*Retha*

2008/10/11 Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>

>   http://www.suarapembaruan.com/News/2008/10/11/Ekonomi/eko01.htm
>
> SUARA PEMBARUAN DAILY
> ------------------------------
> Pembukaan BEI Bergantung Kondisi AS
>
>  [JAKARTA] Keputusan untuk menutup atau membuka Bursa Efek Indonesia (BEI)
> bursa berada di tangan Menteri Koordinator Perekonomian, Sri Mulyani
> Indrawati, yang juga Menteri Keuangan.
>
> Namun, dia belum bisa mematikan kapan BEI akan dibuka kembali. Sebab,
> tantangan dan dinamikanya masih terus berkembang, Menkeu menegaskan, akan
> terus melakukan observasi untuk menentukan sikap.
>
> "Jadi, kalau ada yang tanya, bursa akan dibuka Senin besok atau tidak, saya
> tidak tahu. Saya bukan ahli nujum. Semua bergantung pada situasi di AS.
> Situasi ini secara psikologis cukup berat, demikian juga dampaknya," kata
> Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (10/10).
>
> Kini pemerintah terus mengamati pasar bursa. "Bahkan jam demi jam, tidak
> minggu perminggu lagi. Lokasi dan waktunya juga dilihat. Dalam situasi tidak
> normal seperti sekarang, pemerintah akan meng-*guide market* untuk lebih
> rasional. Termasuk *buyback*, akan dievaluasi. Saran beberapa pihak untuk
> melepas ke *market mechanism *adalah tindakan yang tidak *responsible*,"
> ujarnya.
>
> Menkeu menegaskan, langkah-langkah dan pembentukan Satgas Sektor Keuangan
> bukanlah pertanda pemerintah tengah panik. Namun, itu hanyalah sebagai tanda
> bahwa pemerintah waspada dan secara rasional akan melakukan *assesment *dari
> dampak situasi global.
>
>  *Sudah Tepat*
>
> Sementara itu, investor di BEI, Irwan Ariston Napitupulu mengatakan,
> penutupan bursa selama tiga hari ini sudah tepat. Bahkan kalau perlu,
> ditambah lagi sampai situasi sudah kondusif. Pemerintah pun juga sudah
> menyiapkan langkah-langkah strategis agar ketika nanti bursa dibuka kembali,
> situasi bisa terkendali.
>
> Pemerintah, melalui Bank Indonesia pun sudah siap menghadapi kemungkinan
> aksi penukaran rupiah ke dolar AS akibat penarikan investasi di saham, baik
> oleh investor asing maupun investor lokal.
>
> "Sebagai pelaku pasar, saya tidak merasa dirugikan selama semua itu demi
> kepentingan nasional yang lebih luas. *Toh* pada akhirnya, semuanya demi
> kepentingan dan kebaikan investor saham itu sendiri baik untuk jangka pendek
> terlebih lagi untuk jangka panjang," kata Irwan, pemilik *mailing list*saham 
> wadah bertukar pikirannya para investor dan
> *trader* BEI kepada *SP*, di Jakarta, Jumat (10/10).
>
> Dia mengharapkan, pemerintah harus benar- benar yakin dan siap bila
> nantinya akan membuka kembali bursa saham.
>
> "Jangan karena ada desakan dari pihak luar atau pihak mana pun, lalu jadi
> terburu-buru membuka kembali bursa, sementara belum secara kondisi belum
> siap, akhirnya malah jadi bumerang dan malah mengakibatkan dampak buruk yang
> lebih hebat," katanya.
>
> Ditambahkan, ekonomi suatu negara yang kuat sebenarnya harus ditopang oleh
> sektor riil yang kuat. Sektor riil harus lebih maju dari sektor finansial.
> Hal ini mengingat sektor finansial sangat didasari oleh faktor kepercayaan.
>
> Selama ini, menurut dia, sektor finansial di Indonesia jauh lebih
> berkembang dibandingkan sektor riil. Bahkan dua tahun belakangan ini, orang
> jadi berlomba-lomban terjun ke bursa efek ketimbang berlomba-lomba
> mengembangkan sektor riil, karena ada iming-iming untung besar dan cepat di
> bursa saham.
>
> Ekonomi suatu negara yang lebih bergantung pada sektor finansial ketimbang
> di sektor rill, lanjut Irwan, sangat rawan terjadi guncangan karena sektor
> finansial ini sangat bergantung kepada kepercayaan. "Sekali kepercayaan itu
> hilang atau menurun, akan terjadi guncangan perekonomian yang hebat,"
> katanya.
>
> Sudah saatnya kini pemerintah belajar dari krisis finansial yang terjadi
> belakangan ini, dengan mulai memfokuskan pembangunan di sektor riil dengan
> memperhatikan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, maupun perikanan.
>
> "Saya berharap, dalam menghadapi krisis yang terjadi saat ini, semua elemen
> masyarakat bersatu, saling bekerja sama dengan meninggalkan kepentingan
> pribadi, kepentingan kelompok, ataupun kepentingan partai. 'Rumah' ini
> adalah rumah kita, negara ini adalah negara kita. Rusaknya rumah ini,
> rusaknya negara kita ini dalam menghadapi krisis yang terjadi akan berdampak
> langsung kepada kehidupan kita juga," tutur Irwan. [D-10/M-6]
>
>  
>

Kirim email ke