Seperti yang saya sebutkan ditulisan saya, toh orang kalau
mau jualan saham karena dirasakan harganya sudah tinggi,
tidak dilarang khan?

Jadi, apanya yang salah dengan tidak membatasi kenaikan?
Di Amerika pun, kenaikan harga saham itu tidak dibatasi.
Hanya, kalau kenaikannya terlalu tinggi tanpa ada didukung
berita dari perusahaan, maka biasanya akan di suspend
dulu menanyakan apakah ada berita penting yg belum
diketahui oleh public. Bila sudah jelas, maka akan dibuka
kembali.

Otoritas bursa kita pun juga tetap punya opsi tersebut khan?
Kalau suatu saham katakanlah nanti naik tidak wajar,
katakan naik lebih dari 100%, toh otoritas bursa masih punya opsi
untuk memberhentikan perdagangan saham tersebut meminta
penjelasan dari emiten apakah ada berita penting emiten
yg perlu diketahui public.

Jadi, saya tidak melihat ada hal yg perlu ditakuti dengan kebijakan
membebaskan batas kenaikan harga saham.

Ada juga saya lihat yang takut terjadinya cornering.
Di jaman sulit likuiditas seperti sekarang, memang ada
yg berani buang2 duit katakanlah angkat TLKM ke 11000 tanpa
alasan yg jelas? Akan banyak FM dan investor yg unload
TLKM kalau saham TLKM besok naik ke 11000 dalam satu hari.

Jadi bagi saya, janganlah kita terlalu takut untuk hal2 yg
tidak perlu ditakuti saat ini.

Kita hanya sedang berusaha memulihkan kondisi pasar
ke situasi yg lebih kondusif agar tidak membahayakan ekonomi
nasional. Tidak lebih dan tidak kurang.

Itu sebabnya, saya sebutkan juga toh aturan yg diberlakukan
ini sifatnya hanya temporer saja, bukan aturan permanen.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2008/10/15 Halim Mintareja <[EMAIL PROTECTED]>:
> SImple aja bung Ian
>
> Kenapa banyak korban orang nyangkut di atas.
>
> Karena naiknya ketinggian. Coba suatu saham setahun dibatasi kenaikannya
> sebesar 100%  atau sebulan 20%.
>
> Tentunya tidak ada korban goreng menggoreng dan sebagainya.
>
> Simple kan :D
>
> 2008/10/15 Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
>>
>> Saya terkadang tidak bisa mengerti, mengapa
>> rencana otoritas bursa untuk membebaskan batas
>> atas AR dipersoalkan.
>>
>> Apakah ada yang dirugikan? Logikanya sih
>> tidak ada yang dirugikan. Toh, short sell sudah
>> dilarang.
>>
>> Kalau pun suatu saat ada kenaikan cukup tinggi,
>> yang punya barang khan bisa saja jualan kalau
>> merasa harga sahamnya sudah ketinggian.
>>
>> Kalau batas bawah AR tetap dibatasi 10%, itu masuk
>> akal karena dalam situasi khusus ini, pemerintah
>> ingin menjaga kepentingan nasional.
>>
>> Sudah kita lihat dan rasakan bersama, ketika
>> market global rally gila2an, kita tertinggal
>> karena kenaikan yg dibatasi hanya 10%. Ketika
>> market global melakukan profit taking, pasar kita
>> pun akhirnya terkena imbasnya juga hari ini.
>> Faktor psikologis masih sangat berperan.
>>
>> Program penyelamatan yg dilakukan pemerintah bisa
>> jadi sia2 kalau batas atas tetap dipertahankan 10%
>> karena bisa kehilangan momentum pemulihan.
>>
>> Apa memang mereka yang komplain ini lebih senang
>> IHSG gagal pulih dan melorot dari level terendahnya
>> tahun ini?
>>
>> Tujuan pemerintah sudah jelas, mau memulihkan
>> kondisi yang ada. Bahkan untuk memulihkan itu,
>> pemerintah sudah berani ambil langkah tepat dan
>> jitu dengan menjamin simpanan nasabah di bank
>> dari sebelumnya hanya 100 juta, dinaikan
>> menjadi 2 milyar.
>>
>> Pemerintah dan otoritas bursa sudah bekerja secara
>> marathon mencari formula menyelamatkan ekonomi
>> bangsa ini.
>>
>> Apapun cara yg akan dipakai, akan saya dukung
>> demi penyelamatan ekonomi nasional. Karena, sekali
>> ekonomi nasional ambrug, yang kena dampaknya itu
>> mayoritas rakyat Indonesia.
>>
>> Yang perlu jug akita ingat adalah,
>> apa yg akan dilakukan oleh otoritas bursa kita
>> ini toh sifatnya hanya temporer, sampai tercipta
>> situasi yang lebih kondusif.
>>
>> Dalam situasi khusus, adalah wajar bila
>> diterapkan aturan khusus juga.
>>
>> Semoga hal ini bisa dipahami bersama
>> demi kepentingan nasional yang lebih luas.
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>> --- In [email protected], ki_4ever888 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> >
>> > Kalau Bapepam takut akan turunnya indeks,
>> > Seharusnya Bapepam mengeluarkan saja peraturan bahwa investor tidak
>> boleh jual saham dibawah harga penutupan kemarin..... he3x, (dgn kata
>> lain bikin kebijakan AR kiri = 0%)
>> >
>> > Dijamin deh indeks tidak akan pernah turun dan kita terhindar dari
>> krisis ekonomi.
>> > (Kapan majunya Indonesia, apa2 diatur sesuai dengan keinginan
>> PENGUASA). ..
>> >
>> > dikutip dr detikforum.. . hehehhe...
>> >
>> > shrsnya Fuad, Erry & Soyan itu bikin kebijakan yg lbh rasional..
>> > itu kan gak wajar, kl bikin AR naik tak terbatas berarti main saham
>> ude pasti untung..
>> >
>> > btw, kyknya Fuad, Erry, Sofyan & para menteri dll itu kalah main
>> saham ya? so dibuat kebijakan yg menguntungkan diri sendiri...
>> hahahahhahahaha. ..
>> >
>>
>
> 

------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke