Sy tau, klo shm suatu emiten stlh implementasi mock trading ini jk naik
gila2-an bs dmintai keterangan BEI ttg CA-nya. Tp klo dasar emitennya ndablek
(ingat kasus tmpi yg smpat 4000-an), dgn AR asimetris ini, emiten ini akan
menggoreng lg bgitu suspen dibuka,toh klopun turun resikonya cm turun 10%.
Bahkan mgkn utk investor2/FM yg sdh dpt bocoran laporan keuangan suatu emiten
hancur,dia akan curi2 start utk menggoreng shm tsb naik & lalu keluar,yg kasian
yg ngekor plg blkg.
Irwan Ariston Napitupulu wrote:
> Seperti yang saya sebutkan ditulisan saya, toh orang kalau
> mau jualan saham karena dirasakan harganya sudah tinggi,
> tidak dilarang khan?
> Jadi, apanya yang salah dengan tidak membatasi kenaikan?
> Di Amerika pun, kenaikan harga saham itu tidak dibatasi.
> Hanya, kalau kenaikannya terlalu tinggi tanpa ada didukung
> berita dari perusahaan, maka biasanya akan di suspend
> dulu menanyakan apakah ada berita penting yg belum
> diketahui oleh public. Bila sudah jelas, maka akan dibuka
> kembali.
> Otoritas bursa kita pun juga tetap punya opsi tersebut khan?
> Kalau suatu saham katakanlah nanti naik tidak wajar,
> katakan naik lebih dari 100%, toh otoritas bursa masih punya opsi
> untuk memberhentikan perdagangan saham tersebut meminta
> penjelasan dari emiten apakah ada berita penting emiten
> yg perlu diketahui public.
> Jadi, saya tidak melihat ada hal yg perlu ditakuti dengan kebijakan
> membebaskan batas kenaikan harga saham.
> Ada juga saya lihat yang takut terjadinya cornering.
> Di jaman sulit likuiditas seperti sekarang, memang ada
> yg berani buang2 duit katakanlah angkat TLKM ke 11000 tanpa
> alasan yg jelas? Akan banyak FM dan investor yg unload
> TLKM kalau saham TLKM besok naik ke 11000 dalam satu hari.
> Jadi bagi saya, janganlah kita terlalu takut untuk hal2 yg
> tidak perlu ditakuti saat ini.
> Kita hanya sedang berusaha memulihkan kondisi pasar
> ke situasi yg lebih kondusif agar tidak membahayakan ekonomi
> nasional. Tidak lebih dan tidak kurang.
> Itu sebabnya, saya sebutkan juga toh aturan yg diberlakukan
> ini sifatnya hanya temporer saja, bukan aturan permanen.
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
> 2008/10/15 Halim Mintareja < [EMAIL PROTECTED] com >:
>> SImple aja bung Ian
>>
>> Kenapa banyak korban orang nyangkut di atas.
>>
>> Karena naiknya ketinggian. Coba suatu saham setahun dibatasi kenaikannya
>> sebesar 100% atau sebulan 20%.
>>
>> Tentunya tidak ada korban goreng menggoreng dan sebagainya.
>>
>> Simple kan :D
>>
>> 2008/10/15 Irwan Ariston Napitupulu < irwanariston@ gmail.com >
>>>
>>> Saya terkadang tidak bisa mengerti, mengapa
>>> rencana otoritas bursa untuk membebaskan batas
>>> atas AR dipersoalkan.
>>>
>>> Apakah ada yang dirugikan? Logikanya sih
>>> tidak ada yang dirugikan. Toh, short sell sudah
>>> dilarang.
>>>
>>> Kalau pun suatu saat ada kenaikan cukup tinggi,
>>> yang punya barang khan bisa saja jualan kalau
>>> merasa harga sahamnya sudah ketinggian.
>>>
>>> Kalau batas bawah AR tetap dibatasi 10%, itu masuk
>>> akal karena dalam situasi khusus ini, pemerintah
>>> ingin menjaga kepentingan nasional.
>>>
>>> Sudah kita lihat dan rasakan bersama, ketika
>>> market global rally gila2an, kita tertinggal
>>> karena kenaikan yg dibatasi hanya 10%. Ketika
>>> market global melakukan profit taking, pasar kita
>>> pun akhirnya terkena imbasnya juga hari ini.
>>> Faktor psikologis masih sangat berperan.
>>>
>>> Program penyelamatan yg dilakukan pemerintah bisa
>>> jadi sia2 kalau batas atas tetap dipertahankan 10%
>>> karena bisa kehilangan momentum pemulihan.
>>>
>>> Apa memang mereka yang komplain ini lebih senang
>>> IHSG gagal pulih dan melorot dari level terendahnya
>>> tahun ini?
>>>
>>> Tujuan pemerintah sudah jelas, mau memulihkan
>>> kondisi yang ada. Bahkan untuk memulihkan itu,
>>> pemerintah sudah berani ambil langkah tepat dan
>>> jitu dengan menjamin simpanan nasabah di bank
>>> dari sebelumnya hanya 100 juta, dinaikan
>>> menjadi 2 milyar.
>>>
>>> Pemerintah dan otoritas bursa sudah bekerja secara
>>> marathon mencari formula menyelamatkan ekonomi
>>> bangsa ini.
>>>
>>> Apapun cara yg akan dipakai, akan saya dukung
>>> demi penyelamatan ekonomi nasional. Karena, sekali
>>> ekonomi nasional ambrug, yang kena dampaknya itu
>>> mayoritas rakyat Indonesia.
>>>
>>> Yang perlu jug akita ingat adalah,
>>> apa yg akan dilakukan oleh otoritas bursa kita
>>> ini toh sifatnya hanya temporer, sampai tercipta
>>> situasi yang lebih kondusif.
>>>
>>> Dalam situasi khusus, adalah wajar bila
>>> diterapkan aturan khusus juga.
>>>
>>> Semoga hal ini bisa dipahami bersama
>>> demi kepentingan nasional yang lebih luas.
>>>
>>> jabat erat,
>>> Irwan Ariston Napitupulu
>>>
>>> --- In [EMAIL PROTECTED] com , ki_4ever888 <ki_4ever888@ ...> wrote:
>>> >
>>> > Kalau Bapepam takut akan turunnya indeks,
>>> > Seharusnya Bapepam mengeluarkan saja peraturan bahwa investor tidak
>>> boleh jual saham dibawah harga penutupan kemarin..... he3x, (dgn kata
>>> lain bikin kebijakan AR kiri = 0%)
>>> >
>>> > Dijamin deh indeks tidak akan pernah turun dan kita terhindar dari
>>> krisis ekonomi.
>>> > (Kapan majunya Indonesia, apa2 diatur sesuai dengan keinginan
>>> PENGUASA). ..
>>> >
>>> > dikutip dr detikforum.. . hehehhe...
>>> >
>>> > shrsnya Fuad, Erry & Soyan itu bikin kebijakan yg lbh rasional..
>>> > itu kan gak wajar, kl bikin AR naik tak terbatas berarti main saham
>>> ude pasti untung..
>>> >
>>> > btw, kyknya Fuad, Erry, Sofyan & para menteri dll itu kalah main
>>> saham ya? so dibuat kebijakan yg menguntungkan diri sendiri...
>>> hahahahhahahaha. ..
>>> >
>>>
>>
>>
>
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
------------------------------------
Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/