Menurut saya, kebijakan Auto Rejection (AR) sudah bisa dipulihkan penuh
seperti sebelum krisis terjadi. Hal ini mengingat IHSG sudah terlalu dalam
turunnya dan sudah banyak saham yg sangat undervalued. Karenanya
tidak perlu lagi terlalu dikhawatirkan akan ada penjualan massive
mengingat kecil kemungkinan akan terjadi hal2 seperti itu kecuali
pihak tersebut memang harus menjual portfolionya.

Saya pribadi malah justru berpikiran, lebih baik lagi kalau tidak ada
batasan AR, baik AR kiri atau pun AR kanan. Karena saya berpikiran
sudah terlalu banyak harga2 saham yg sangat undervalued sehingga
kecil kemungkinan harganya akan turun drastis lagi. Selain itu juga
saya melihat dan memperhatikan, banyak pihak saat ini sudah tahu
medan pertempuran di lapangan. Sehingga tidak perlu lagi panik
seperti awal terjadinya krisis beberapa waktu lalu.

Seperti kebiasaan yg sering terjadi, semakin mahal harganya,
maka akan semakin menarik. Sebaliknya, semakin murah
harganya malah orang makin takut untuk masuk.

Dengan dilepas batas atas dan batas bawah AR menjadi tidak dibatasi,
maka besar kemungkinan harga2 saham akan dengan mudah menuju
ke keseimbangan barunya, ke harga wajarnya dengan lebih mudah.

Para pemain akan kembali masuk bila dilihat ada peluang yg cukup
menjanjikan di bursa kita. Likuiditasnya pun juga bisa ditingkatkan
kembali.

Kalau pun nanti ada yg mau obral harga saham tertentu dengan sangat
murah, saya yakin akan ada yang masuk untuk membelinya.
Cepat atau lambat, harga saham yg sudah sangat undervalued
akan menuju ke titik keseimbangannya yang baru.

Demikian pendapat pribadi saya.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke