Menurut TVONE hari ini BEI menerapkan kebijakan AutoRejection Asymetris yaitu atas 20% bawah tetap 10%. Selamat cuan ----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] To: [email protected] Sent: Wednesday, October 29, 2008 7:28 AM Subject: Re: [saham] Kebijakan Auto Rejection BEI
Agreeeeeed 1000% bang. Memang mau turun berapa lagi bozz, buat yg jualan truz pasti BU bgeeeet, atw kecekek hutang,,,, margin call. So what Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network ------------------------------------------------------------------------------ From: "Irwan Ariston Napitupulu" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed, 29 Oct 2008 07:21:24 +0700 To: <[email protected]> Subject: [saham] Kebijakan Auto Rejection BEI Menurut saya, kebijakan Auto Rejection (AR) sudah bisa dipulihkan penuh seperti sebelum krisis terjadi. Hal ini mengingat IHSG sudah terlalu dalam turunnya dan sudah banyak saham yg sangat undervalued. Karenanya tidak perlu lagi terlalu dikhawatirkan akan ada penjualan massive mengingat kecil kemungkinan akan terjadi hal2 seperti itu kecuali pihak tersebut memang harus menjual portfolionya. Saya pribadi malah justru berpikiran, lebih baik lagi kalau tidak ada batasan AR, baik AR kiri atau pun AR kanan. Karena saya berpikiran sudah terlalu banyak harga2 saham yg sangat undervalued sehingga kecil kemungkinan harganya akan turun drastis lagi. Selain itu juga saya melihat dan memperhatikan, banyak pihak saat ini sudah tahu medan pertempuran di lapangan. Sehingga tidak perlu lagi panik seperti awal terjadinya krisis beberapa waktu lalu. Seperti kebiasaan yg sering terjadi, semakin mahal harganya, maka akan semakin menarik. Sebaliknya, semakin murah harganya malah orang makin takut untuk masuk. Dengan dilepas batas atas dan batas bawah AR menjadi tidak dibatasi, maka besar kemungkinan harga2 saham akan dengan mudah menuju ke keseimbangan barunya, ke harga wajarnya dengan lebih mudah. Para pemain akan kembali masuk bila dilihat ada peluang yg cukup menjanjikan di bursa kita. Likuiditasnya pun juga bisa ditingkatkan kembali. Kalau pun nanti ada yg mau obral harga saham tertentu dengan sangat murah, saya yakin akan ada yang masuk untuk membelinya. Cepat atau lambat, harga saham yg sudah sangat undervalued akan menuju ke titik keseimbangannya yang baru. Demikian pendapat pribadi saya. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
