Berita terkini: Yang terkena AR ATAS 20%: MEDC 1770 ==>2120 HEXA 600==>720  
UNSP 220==>270 IHSG 1252,9 +6,59%
  From: Arthoer 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, October 31, 2008 10:50 AM
  Subject: Re: [saham] Kebijakan Auto Rejection BEI Asymetris +20% -10%


   

  harusnya BEI bikin REKOR baru kenaikan tertinggi dalam 1 hari  ...niihhh..



    ----- Original Message ----- 
    From: LT_Trader 
    To: [email protected] 
    Sent: Friday, October 31, 2008 10:38 AM
    Subject: Re: [saham] Kebijakan Auto Rejection BEI Asymetris +20% -10%


     

    Kabar Gembira: hari INI BEI menerapkan Kebijakan Auto Rejection  Asymetris 
+20% -10%
    Rupanya pejabat BEI ada yang baca milis dan mendengar saran kita. Hari ini 
saham medc naik lebih dari 19% dan belum kena AR ATAS

      ----- Original Message ----- 
      From: stock trader 
      To: [email protected] 
      Sent: Friday, October 31, 2008 10:06 AM
      Subject: Re: [saham] Kebijakan Auto Rejection BEI Asymetris +20% -10%


       

      Breaking news
      Pagi ini  hexa 18.33% medc 19% bbca naik13% tidak kena AR Atas
        ----- Original Message ----- 
        From: LT_Trader 
        To: [email protected] 
        Sent: Friday, October 31, 2008 9:53 AM
        Subject: Re: [saham] Kebijakan Auto Rejection BEI Asymetris +20% -10%


         

        Menurut TVONE hari ini BEI menerapkan kebijakan AutoRejection Asymetris 
yaitu atas 20% bawah tetap 10%. Selamat cuan
          ----- Original Message ----- 
          From: [EMAIL PROTECTED] 
          To: [email protected] 
          Sent: Wednesday, October 29, 2008 7:28 AM
          Subject: Re: [saham] Kebijakan Auto Rejection BEI


          Agreeeeeed 1000% bang.
          Memang mau turun berapa lagi bozz, buat yg jualan truz pasti BU 
bgeeeet, atw kecekek hutang,,,, margin call.
          So what 

          Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network



----------------------------------------------------------------------
          From: "Irwan Ariston Napitupulu" <[EMAIL PROTECTED]>
          Date: Wed, 29 Oct 2008 07:21:24 +0700
          To: <[email protected]>
          Subject: [saham] Kebijakan Auto Rejection BEI


          Menurut saya, kebijakan Auto Rejection (AR) sudah bisa dipulihkan 
penuh
          seperti sebelum krisis terjadi. Hal ini mengingat IHSG sudah terlalu 
dalam
          turunnya dan sudah banyak saham yg sangat undervalued. Karenanya
          tidak perlu lagi terlalu dikhawatirkan akan ada penjualan massive
          mengingat kecil kemungkinan akan terjadi hal2 seperti itu kecuali
          pihak tersebut memang harus menjual portfolionya.

          Saya pribadi malah justru berpikiran, lebih baik lagi kalau tidak ada
          batasan AR, baik AR kiri atau pun AR kanan. Karena saya berpikiran
          sudah terlalu banyak harga2 saham yg sangat undervalued sehingga
          kecil kemungkinan harganya akan turun drastis lagi. Selain itu juga
          saya melihat dan memperhatikan, banyak pihak saat ini sudah tahu 
          medan pertempuran di lapangan. Sehingga tidak perlu lagi panik
          seperti awal terjadinya krisis beberapa waktu lalu.

          Seperti kebiasaan yg sering terjadi, semakin mahal harganya, 
          maka akan semakin menarik. Sebaliknya, semakin murah
          harganya malah orang makin takut untuk masuk.

          Dengan dilepas batas atas dan batas bawah AR menjadi tidak dibatasi,
          maka besar kemungkinan harga2 saham akan dengan mudah menuju
          ke keseimbangan barunya, ke harga wajarnya dengan lebih mudah.

          Para pemain akan kembali masuk bila dilihat ada peluang yg cukup
          menjanjikan di bursa kita. Likuiditasnya pun juga bisa ditingkatkan
          kembali. 

          Kalau pun nanti ada yg mau obral harga saham tertentu dengan sangat
          murah, saya yakin akan ada yang masuk untuk membelinya.
          Cepat atau lambat, harga saham yg sudah sangat undervalued
          akan menuju ke titik keseimbangannya yang baru.

          Demikian pendapat pribadi saya.

          jabat erat,
          Irwan Ariston Napitupulu








   

Kirim email ke