agree bang,
tetap semangat!

Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Sampai berbusa saya berkali2 menyarankan BI Rate segera diturunkan
 kalau mau melihat rupiah pulih, akhirnya hari ini BI menurunkan BI
 rate nya walau hanya 25 basis poin menjadi 9.25%. Terbukti rupiah
 langsung menguat dan sekarang saya lihat running di CNBC berada di
 11775. Kalau mau makin cepat menguatnya, cepat2lah turunkan BI rate yg
 sudah terlalu tinggi tersebut. Rupiah perlu segera kembali di kisaran
 9000 dan BI rate ke 8% dalam 2 bulan ini agar tidak mencoreng kinerja
 ekonomi SBY-JK.
 
 BI tak perlu ragu untuk terus memangkas tingkat bunganya. Jangan
 dengerin saran IMF untuk menaikkan rate ke 10.5%. Saran itu hanya akan
 membawa ekonomi Indonesia makin terpuruk dan bisa saja rupiah ke
 15000.
 
 Menurut saya BI rate masih harus diturunkan lagi secara agresif dengan
 target di 3% dari 9.25% sekarang dalam kurun waktu 12 bulan mendatang.
 Sektor riil harus dipacu perkembangannya, jangan malah dikebiri dengan
 cara kebijakan suku bunga tinggi. Ekonomi Indonesia harus bisa
 bertopang pada sektor riil, bukan sektor finansial seperti selama ini.
 
 Selain itu, SBI tidak perlu lagilah itu dibuat. Hanya ngabis2in duit
 rakyat saja di BI. Apalagi kalau yg beli SBI itu dana asing. BI jadi
 kasih makan tuh duit asing yg nganggur. Dananya tidak bisa dipakai BI,
 tapi BI kasih bunga ke pemodal asing. Apa BI sudah begitu kayanya
 sampai kasih2 duit ke pemodal asing yg taruh dana di BI?
 
 Puluhan triliun habis dikeluarkan BI untuk kasih bayar bunga SBI,
 padahal puluhan triliunan itu bisa digunakan untuk memajukan sektor
 riil, menyerap tenaga banyak tenaga kerja di daerah2.
 
 jabat erat,
 Irwan Ariston Napitupulu
 
     
                                       

       
---------------------------------
  Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
 Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

Kirim email ke