In overall, saya setuju bang.
Tapi masalahnya kita hidup di system ekonomi dunia yg carut marut. Dimana 
perdagangan dunia mengacu ke USD. It's OK jika ekonomi US kuat fundamentalnya, 
tp sudah terbukti bobrok berkali2, dg buble yg dibuat US dan hrs ditanggung 
warga seluruh dunia.
Mindset system ekonomi yg berlaku saat ini adalah, kekayaan suatu negara 
dihargai sama dengan berapa besar cadangan devisanya, yg biasanya merefer ke 
USD. Menurut saya, ini kesalahan sistemik, contoh : Indonesia yg segini besar 
dan kayanya, dihargai USD 50B hanya krn cadangan devisanya cuman segitu doang. 
Artinya, kalo Buffet mau sort rupiah, maka 240juta pddk Indonesia akan 
dinyatakan Bangkrut. Bener2 sistem ekonomi yg kacau.
Menurut saya, seharunya China dan India bisa berperan lebih besar saat ini, 
agar ekonomi dunia lebih seimbang. 

Anyway, saya setuju, bahwa untuk kasus Indonesia, BI harus lebih berorientasi 
ke Local Market, krn 70% GDP kita di driven dari situ.
Penurunan BI Rate, akan lebih memberikan room buat sektor riil di Indonesia, yg 
artinya menambah kesempatan kerja dan konsumi masyarakat bisa menguat.

BI jangan ragu utk turunkan BI RATE ==> KAMU BISA.




________________________________
From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, December 4, 2008 5:26:41 PM
Subject: [saham] BI Rate turun 25 basis poiin, Rupiah langsung menguat


Sampai berbusa saya berkali2 menyarankan BI Rate segera diturunkan
kalau mau melihat rupiah pulih, akhirnya hari ini BI menurunkan BI
rate nya walau hanya 25 basis poin menjadi 9.25%. Terbukti rupiah
langsung menguat dan sekarang saya lihat running di CNBC berada di
11775. Kalau mau makin cepat menguatnya, cepat2lah turunkan BI rate yg
sudah terlalu tinggi tersebut. Rupiah perlu segera kembali di kisaran
9000 dan BI rate ke 8% dalam 2 bulan ini agar tidak mencoreng kinerja
ekonomi SBY-JK.

BI tak perlu ragu untuk terus memangkas tingkat bunganya. Jangan
dengerin saran IMF untuk menaikkan rate ke 10.5%. Saran itu hanya akan
membawa ekonomi Indonesia makin terpuruk dan bisa saja rupiah ke
15000.

Menurut saya BI rate masih harus diturunkan lagi secara agresif dengan
target di 3% dari 9.25% sekarang dalam kurun waktu 12 bulan mendatang.
Sektor riil harus dipacu perkembangannya, jangan malah dikebiri dengan
cara kebijakan suku bunga tinggi. Ekonomi Indonesia harus bisa
bertopang pada sektor riil, bukan sektor finansial seperti selama ini.

Selain itu, SBI tidak perlu lagilah itu dibuat. Hanya ngabis2in duit
rakyat saja di BI. Apalagi kalau yg beli SBI itu dana asing. BI jadi
kasih makan tuh duit asing yg nganggur. Dananya tidak bisa dipakai BI,
tapi BI kasih bunga ke pemodal asing. Apa BI sudah begitu kayanya
sampai kasih2 duit ke pemodal asing yg taruh dana di BI?

Puluhan triliun habis dikeluarkan BI untuk kasih bayar bunga SBI,
padahal puluhan triliunan itu bisa digunakan untuk memajukan sektor
riil, menyerap tenaga banyak tenaga kerja di daerah2.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
 


      

Kirim email ke