mangstafff juge neh cara cepat keker saham...hehe..
Ditunggu cara proyeksi harga masa depan,pak. Thanks.


salam,
green


2010/10/22 positif01 <[email protected]>

>
>
> BEI telah merilis lapkeu kuartal 3 JPRS (
> http://www.idx.co.id/eReport/IssuerAnnouncement/tabid/289/lang/en-US/language/en-US/Default.aspx).
> Jika Anda sering menyimak siaran-siaran televisi yang dijadikan acuan dalam
> perdagangan finansial maka Anda akan paham bagaimana trading/investing on
> earnings. Anda bisa simak ulasan tiap malamnya di Bloomberg bagaimana
> analisis cepat dilakukan terhadap rilis lapkeu. Kuncinya ada pada
> "penjualan" (revenues), dan "earnings per share". Kriterianya adalah "buy"
> atau "maintain hold" jika di atas ekspektasi ("beat estimates"), dan "sell"
> jika di bawah estimasi. Karena JPRS bukan saham primadona maka tidak ada
> yang merasa perlu membuat estimasi, namun reaksi bisa diantisipasi dari
> seberapa positif kenaikan revenue dan eps q-on-q atau "kuartal dengan
> kuartal". INGAT, bukan asal kuartal, tapi q-on-q.
>
> Bagi yang paham seluk beluk pasar maka paham juga upaya untuk me-"mislead"
> atau "menyesatkan" kesan laporan keuangan. Datanya sama, tapi penekanannya
> beda, jangan "get misled". Teknik-teknik ini misalnya dengan menekankan data
> "semester 1" atau "semester 2" atau YTD atau awal tahun sampai kuartal
> terakhir. Teknik penekanan seperti ini bisa "misleading" dan tidak fair
> dalam analisis mengingat kuartal-kuartal sebelumnya sudah dilaporkan. Dampak
> tiap pelaporan sudah priced in atau factored in dalam harga. Tidak ada
> relevansi menyertakan data kuartal-kuartal sebelumnya. Anda ingin tahu
> refleksi kuartal yang sedang dianalisis. Lain jika Anda memproyeksikan
> estimasi revenues/earnings untuk full year pada satu atau dua tahun depan.
> Jika itu yang dilakukan, maka secara fundamental Anda sedang memproyeksikan
> valuasi di masa datang.
>
> Singkatnya, berikut data q-on-q 3:
>
> Penjualan/Revenues
> Q3-2009= Rp121.639.213.660
> Q3-2010=Rp 71.287.459.550
> persentase= -41.4%
>
> EPS/Earnings
> Q3-2009=(-)Rp29 (minus 29 rupiah)
> Q3-2010=Rp2
> persentase= pasti positif, tapi angka tidak bisa ditentukan. (Yang paham
> matematika dasar mengerti jika denumerator negatif menghasilkan bilangan
> yang tidak reliable. Dalam hal ini karena numerator (penyebut)-nya angka
> positif, kita catat positif saja).
>
> Kesimpulan: EPS positif, penjualan turun. Jika Anda investor, yang
> terlintas di pikiran Anda:
> 1. Apa yang menyebabkan EPS naik? Jawabnya sudah pasti sesuatu yang tidak
> dihasilkan dari penjualan emiten yang justru core business-nya. Mungkin
> banyak extraordinary items/one time gain, seperti selisih kurs, dll atau
> terjadi penghematan yang luar biasa (cost reduction). Jika ini yang terjadi,
> INGAT Anda membeli "core business" perusahaan bukan usaha sampingan yang
> tidak sustainable, dan ANDA ingin melihat ekspansi usaha emiten bukan justru
> reduksi usaha;
> 2. Bagaimana emiten bisa menjaga eps yang positif di kuartal-kuartal
> berikutnya jika penjualannya negatif q-on-q? Jawabnya, Anda tunggu kuartal
> berikutnya.
> Implikasi: Jika Anda trading/investing on earnings release, seperti Anda
> simak di broadcast-broadcast finansial, rekomendasinya adalah sell / lepas,
> dan pertimbangkan masuk setelah Anda melihat perkembangan positif pada
> kuartal berikutnya. Jika Anda mengklaim sebagai "trader penuh" yang tidak
> perduli hal lain kecuali grafik Anda (note: meskipun saya belum pernah tahu
> "trader terkemuka dunia" buta atau membutakan diri terhadap aspek
> fundamental), Anda juga tahu hal sederhana trading psychology atas
> dampak/reaksi rilis/analisis laporan keuangan, dan Anda tahu kapan saat yang
> tepat untuk hold atau profit taking atau cut loss.
>
> Bagi yang pusing atau memusingkan diri sendiri dengan mengkontradiksi FA
> dan TA, saya share sedikit tagline yang bisa Anda ingat-ingat sepanjang
> hidup:
>
> "FA is helping you to find what to trade, and TA is helping you to know
> when to enter/exit"
> (FA membantu Anda untuk tahu saham apa yang layak ditransaksikan, dan TA
> membantu anda tahu kapan saat untuk masuk/keluar).
>
> Keduanya bermanfaat bagi trader/investor, dan bermanfaat bagi saya sehingga
> saya selalu memegang kitab suci trading/investing, di tangan kiri:
> "Technical Analysis of Stock Trends" by Robert D. Edward dan John Magee;
> dan "Technical Analysis Explained" by Martin J. Pring (kedua buku merupakan
> materi wajib kurikulum MTA-Market Technician di AS)
> sementara di tangan kanan:
> "Security Analysis" dan "Intelligent Investor" by Benjamin Graham.
>
> Pada akhirnya, semua keputusan adalah urusan Anda sendiri. Saya sangat
> respek dengan dinamika dan pertukaran pandangan bahkan sampai titik ekstrem
> pertentangan karena itu semua membangun kematangan kita. Dan,
> traders/investors butuh kematangan dalam ketenangan bertransaksi, either you
> are a fully devoted FA-er or a blindfolded TA-er. Tapi, akan lebih berbobot
> jika pertukaran informasi didasarkan kepada referensi-referensi yang dapat
> dipertanggungjawabkan dan bukan hanya ingin berkata...kalau itu keluarnya
> bukan pendapat saya tapi 'firman saya"...urusan yang di atas.
>
> Take your time,
> "+"
>  
>

Kirim email ke